JAKARTA - Masuknya investor asing kembali menandai optimisme terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia.
Komitmen investasi dari perusahaan asal Uni Emirat Arab menunjukkan kepercayaan global terhadap arah pembangunan ibu kota baru. Langkah ini dipandang strategis untuk mempercepat pengembangan kawasan inti pemerintahan.
Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan telah mengantongi komitmen investasi bernilai besar dari sektor properti dan konstruksi. Dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan kawasan terpadu di lokasi yang sangat strategis. Proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi Nusantara.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menyampaikan bahwa nilai investasi mencapai sekitar Rp4 triliun. Dana tersebut berasal dari Ayedh Dejem Group asal Uni Emirat Arab. Investasi ini menjadi salah satu komitmen terbesar dari mitra internasional.
Perencanaan dan Tahapan Pengembangan
Sudiro menjelaskan bahwa investasi akan diawali dengan tahapan perencanaan yang rinci. Proses ini mencakup pendetailan desain, pengurusan perizinan, hingga pelelangan kontraktor. Seluruh tahapan diperkirakan memakan waktu hingga satu setengah tahun sejak penandatanganan perjanjian.
“Perkiraan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp4 triliun yang akan diawali dengan perencanaan melalui pendetailan di perencanaan kemudian proses perizinan dan juga proses pelelangan kontraktor selama kurang lebih selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak tanggal penandatangan perjanjian,” jelas Sudiro.
Pernyataan ini menegaskan komitmen serius dari kedua belah pihak. Otorita IKN menilai tahapan tersebut penting untuk memastikan kualitas pembangunan.
Kesepakatan investasi ini dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian pengalokasian lahan. Penandatanganan dilakukan antara Otorita IKN dan Chairman Ayedh Dejem Group. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal yang telah dibangun sebelumnya.
Lokasi Proyek di Kawasan Premium
Investor asal Dubai tersebut akan menggarap lahan seluas 9,7 hektare. Lahan ini berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan 1A. Lokasinya dinilai sangat premium karena berdekatan dengan Plaza Bhinneka Tunggal Ika.
Posisi strategis ini membuat proyek memiliki nilai komersial tinggi. Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Kehadiran proyek di area ini diharapkan memperkuat ekosistem kota Nusantara.
Sudiro menambahkan bahwa pemilihan lokasi telah melalui kajian matang. Otorita IKN menilai kawasan tersebut cocok untuk pengembangan berskala besar. Proyek ini juga diharapkan menjadi ikon baru di jantung ibu kota.
Konsep Kawasan Terpadu
Ayedh Dejem Group berencana mengembangkan kawasan terpadu di lahan tersebut. Kompleks ini akan mencakup berbagai fungsi dalam satu area. Konsep mixed-use dinilai sejalan dengan visi pembangunan Nusantara.
Rencana pembangunan meliputi kompleks perkantoran dan area komersial. Selain itu, akan dibangun pusat perbelanjaan untuk mendukung aktivitas ekonomi. Fasilitas ibadah berupa masjid juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan.
Pengembangan kawasan ini dirancang untuk mendukung kehidupan urban yang terintegrasi. Kombinasi fungsi kerja, belanja, dan ibadah diharapkan menciptakan lingkungan yang inklusif. Proyek ini juga diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
Target Konstruksi dan Penyelesaian
Tahap konstruksi fisik proyek diproyeksikan dimulai pada pertengahan 2027. Proses pembangunan ditargetkan berlangsung selama lima tahun. Otorita IKN berharap proyek berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati.
Realisasi fisik proyek menjadi indikator penting keberhasilan komitmen investasi. Pemerintah menaruh harapan besar pada ketepatan waktu pembangunan. Proyek ini diharapkan memberikan efek domino bagi investasi lainnya.
Dengan selesainya proyek, kawasan KIPP 1A diharapkan semakin hidup. Aktivitas ekonomi dan sosial akan meningkat seiring bertambahnya fasilitas. Hal ini mendukung percepatan pemindahan fungsi pemerintahan ke Nusantara.
Alasan Investor Masuk Nusantara
Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, mengungkapkan alasan perusahaannya berinvestasi di Nusantara. Ia menilai Indonesia memiliki populasi besar dan ekonomi yang kuat. Faktor tersebut menjadi daya tarik utama bagi investor global.
Menurutnya, Nusantara membutuhkan proyek berskala besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Ia melihat peluang signifikan di sektor pengembangan real estat.
“Melihat posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara,” ujarnya.
Masuknya modal dari Uni Emirat Arab menambah daftar mitra global IKN. Pemerintah berharap komitmen ini segera terealisasi menjadi pembangunan nyata. Kolaborasi swasta internasional dinilai penting untuk memperkuat fondasi ibu kota baru.