Bulog Kediri Optimalkan Serapan Gabah untuk Menjaga Kesejahteraan Petani

Senin, 26 Januari 2026 | 10:21:05 WIB
Bulog Kediri Optimalkan Serapan Gabah untuk Menjaga Kesejahteraan Petani

JAKARTA - Penyerapan gabah petani menjadi fokus utama Perum Bulog Kantor Cabang Kediri untuk menjaga stabilitas pangan. 

Langkah ini dilakukan dengan membeli gabah kering panen sesuai Harga Pembelian Pemerintah yang berlaku. Kebijakan tersebut ditujukan memberi kepastian harga bagi petani yang memasuki masa panen.

Strategi Bulog Jaga Stabilitas Harga Gabah

Perum Bulog Kantor Cabang Kediri mulai melakukan penyerapan gabah kering panen langsung dari petani. Harga pembelian ditetapkan sesuai ketentuan HPP sebesar Rp6.500 per kilogram. Skema ini diharapkan mampu melindungi petani dari fluktuasi harga pasar.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Harisun menyampaikan kesiapan Bulog menyerap gabah pada 2026. Penyerapan tersebut dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah. Kebijakan ini juga menjadi instrumen pengendali harga di tingkat petani.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga gabah petani dan memperkuat cadangan pangan pemerintah,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan peran Bulog dalam menjaga keseimbangan pasar. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan di wilayah kerja Kediri.

Kepastian Harga bagi Petani Panen

Penetapan harga sesuai HPP memberikan kepastian bagi petani saat menjual hasil panen. Bulog berkomitmen menyerap gabah petani dengan harga yang telah ditentukan. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan petani terhadap mekanisme penyerapan pemerintah.

Dengan adanya kepastian harga, petani diharapkan tidak ragu menjual gabahnya ke Bulog. Skema ini juga bertujuan mengurangi praktik jual beli yang merugikan petani. Bulog menilai stabilitas harga penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani.

Selain harga, kualitas gabah juga menjadi perhatian. Petani diharapkan menjual gabah dengan mutu yang layak sesuai ketentuan. Peningkatan kualitas hasil panen dinilai mendukung penyerapan yang lebih optimal.

Capaian Serapan Gabah Wilayah Kediri

Hingga saat ini, Bulog Cabang Kediri telah menyerap gabah petani dalam jumlah signifikan. Total penyerapan tercatat sebanyak 409.446 kilogram. Serapan tersebut berasal dari berbagai wilayah kerja Bulog Kediri.

Wilayah penyerapan mencakup Kabupaten Kediri dan Kota Kediri. Selain itu, gabah juga diserap dari Kabupaten Nganjuk. Penyerapan dilakukan baik langsung dari petani maupun melalui mitra kerja.

Jumlah serapan diperkirakan terus bertambah. Bulog secara aktif melakukan pembelian gabah di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan hasil panen petani di wilayah kerja.

Penguatan Sinergi dan Infrastruktur Penyerapan

Bulog Kediri menyatakan kesiapan bersinergi dengan berbagai pihak. Kerja sama dilakukan bersama pemerintah daerah setempat. Kelompok tani dan mitra penggilingan padi juga dilibatkan dalam penyerapan.

“Kami juga akan terus berupaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana supaya dapat menyerap hasil panen petani secara maksimal,” kata Harisun. Peningkatan fasilitas dinilai penting untuk mendukung kelancaran penyerapan. Infrastruktur yang memadai mempercepat proses pembelian gabah.

Kemitraan dengan penggilingan padi diperkuat di wilayah kerja. Kerja sama tersebut meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk. Sinergi ini diharapkan meningkatkan efektivitas penyerapan gabah petani.

Kualitas Panen dan Ketahanan Stok Beras

Bulog juga mengingatkan petani agar tidak terburu-buru memanen padi. Panen yang terlalu cepat dapat berdampak pada kualitas gabah. Kualitas gabah berpengaruh langsung terhadap mutu beras yang dihasilkan.

Dengan menjaga waktu panen yang tepat, hasil gabah dinilai lebih optimal. Bulog berharap petani memperhatikan aspek kualitas selain kuantitas. Hal ini mendukung ketersediaan beras yang baik di tingkat konsumen.

Sementara itu, stok beras di gudang Bulog Kediri dipastikan dalam kondisi aman. Pada akhir Desember 2025, stok beras tercatat sebanyak 66.662 ton. Ketahanan stok tersebut diperkirakan mencapai 20 bulan.

Terkini