Harga CPO Sawit Berpeluang Menguat Seiring Meningkatnya Minat Pembeli Global

Senin, 26 Januari 2026 | 10:21:00 WIB
Harga CPO Sawit Berpeluang Menguat Seiring Meningkatnya Minat Pembeli Global

JAKARTA - Perdagangan minyak sawit mentah atau CPO di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan bergerak stabil dengan kecenderungan menguat. 

Pada pekan ini, harga kontrak berjangka diproyeksikan berada dalam rentang RM3.800 hingga RM3.900 per ton. Kisaran tersebut dinilai menjadi level yang cukup menarik bagi pelaku pasar global.

Stabilnya harga di rentang tersebut membuka peluang masuknya pembeli fisik dari berbagai negara. Kondisi ini dipandang mampu menciptakan keseimbangan baru di pasar minyak sawit. Minat beli yang meningkat diharapkan dapat menyerap pasokan yang tersedia.

Situasi pasar saat ini dinilai cukup kondusif bagi aktivitas perdagangan. Harga yang tidak terlalu tinggi memberikan ruang bagi konsumen untuk kembali masuk. Di sisi lain, produsen tetap memperoleh harga yang kompetitif.

Potensi Masuknya Pembeli Fisik Internasional

Harga CPO di kisaran RM3.800 hingga RM3.900 per ton diperkirakan mampu menarik pembeli fisik dari berbagai kawasan. Negara-negara seperti India, China, Pakistan, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Serikat disebut memiliki potensi minat yang kuat. Pembeli global cenderung memanfaatkan momentum harga yang dianggap ideal.

Masuknya pembeli fisik tersebut diyakini dapat membantu mengurangi stok CPO Malaysia yang masih relatif tinggi. Persediaan fisik yang berkurang akan memberikan tekanan positif terhadap pergerakan harga. Kondisi ini menciptakan hubungan saling menguntungkan antara produsen dan konsumen.

“Ini situasi yang saling menguntungkan. Jika harga turun ke RM3.800–RM3.900 per ton, pembeli fisik akan masuk dan siap membeli pada level tersebut,” kata Jim Teh.

Ekspektasi Penguatan Harga Kontrak Berjangka

Selain potensi pembelian fisik, harga CPO juga mendapat dukungan dari ekspektasi penguatan ekspor. Kinerja ekspor yang lebih baik dalam beberapa waktu terakhir memberikan sentimen positif bagi pasar. Faktor tersebut diperkirakan akan menopang harga dalam jangka pendek.

Produksi CPO juga diperkirakan mengalami penurunan dalam beberapa pekan mendatang. Penurunan produksi tersebut berpotensi memperketat pasokan di pasar. Kondisi ini biasanya menjadi faktor pendorong kenaikan harga kontrak berjangka.

“Kami memperkirakan harga akan berada di kisaran RM4.080 hingga RM4.200 per ton pada pekan depan,” ujar David Ng.

Kinerja Kontrak CPO Berbagai Bulan

Secara mingguan, kontrak CPO menunjukkan penguatan yang cukup signifikan. Kontrak Februari 2026 tercatat naik RM71 menjadi RM4.128 per ton. Sementara kontrak Maret 2026 menguat RM92 ke level RM4.164 per ton.

Kontrak April 2026 juga mencatat kenaikan sebesar RM96 menjadi RM4.175 per ton. Pergerakan positif ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek CPO. Tren penguatan terjadi hampir merata di seluruh kontrak aktif.

Kontrak Mei 2026 naik RM90 menjadi RM4.172 per ton. Kontrak Juni 2026 bertambah RM84 menjadi RM4.161 per ton, sedangkan kontrak Juli 2026 tercatat di posisi RM4.149 per ton. Kenaikan ini menunjukkan konsistensi minat pelaku pasar.

Aktivitas Perdagangan dan Pasar Fisik CPO

Dari sisi aktivitas, volume perdagangan mingguan mengalami penurunan. Total volume tercatat sebesar 333.697 lot, lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 539.268 lot. Penurunan ini menunjukkan adanya sikap menunggu dari sebagian pelaku pasar.

Open interest juga mengalami penurunan menjadi 228.950 kontrak. Angka tersebut turun dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level 249.340 kontrak. Meski demikian, pergerakan harga tetap menunjukkan arah yang positif.

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Januari di wilayah Selatan Malaysia tercatat mengalami kenaikan. Harga naik RM90 menjadi RM4.140 per ton, mencerminkan permintaan fisik yang masih kuat. Kondisi ini memperkuat optimisme terhadap prospek harga CPO ke depan.

Terkini