Pelaku Usaha Siapkan Talenta Muda Hadapi Tantangan Sektor Energi

Senin, 26 Januari 2026 | 09:30:39 WIB
Pelaku Usaha Siapkan Talenta Muda Hadapi Tantangan Sektor Energi

JAKARTA - Sektor energi, khususnya migas, adalah industri yang sangat kompleks dan membutuhkan keterampilan khusus yang tidak cukup hanya dengan teori di ruang kelas. 

Untuk dapat menghadapi tantangan global di bidang ini, talenta muda yang dipersiapkan dengan baik sejak dini sangat dibutuhkan. 

Hal ini penting mengingat sektor energi, yang mencakup minyak, gas, dan energi terbarukan, semakin mengalami dinamika yang cepat dan penuh tantangan, baik dari sisi teknologi maupun regulasi.

Indonesian Petroleum Association (IPA), yang menjadi wadah para pelaku industri energi di Indonesia, menyadari pentingnya persiapan generasi muda agar siap menghadapi dunia kerja sektor energi yang semakin kompleks. Salah satu langkah nyata yang dilakukan oleh IPA adalah menggelar acara Talkshow Energy Connect 5.0, yang berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Jakarta. 

Acara ini, yang bekerja sama dengan Bicara Energi, bertujuan untuk memberikan pandangan langsung mengenai industri migas dan energi kepada mahasiswa dan calon profesional muda.

Pendekatan Praktis untuk Menyiapkan Talenta Muda

Dalam acara tersebut, Marjolijn Wajong, Direktur Eksekutif IPA, mengungkapkan pentingnya pendidikan yang tidak hanya terfokus pada teori, tetapi juga pada kesiapan mental dan keterampilan praktis. 

Menurutnya, sektor energi membutuhkan talenta yang sudah siap pakai sejak hari pertama bekerja, bukan sekadar orang dengan pengetahuan teori yang baik. 

"Talkshow Energy Connect 5.0 mendorong dan menyiapkan generasi muda untuk benar-benar siap memasuki dunia kerja sektor energi. Ini bukan sekadar wacana, tetapi investasi serius untuk memastikan keberlanjutan industri energi nasional," ujar Marjolijn.

Melalui acara ini, IPA ingin membekali mahasiswa dan calon profesional dengan wawasan lebih dalam mengenai tantangan yang dihadapi oleh sektor energi, serta keterampilan yang harus dimiliki agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam industri yang berkembang pesat ini. 

Hal ini juga sejalan dengan tujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya sekadar memenuhi kualifikasi, tetapi juga siap dengan realitas industri yang menuntut keahlian spesifik.

Pentingnya Kesiapan Sejak Dini

Dea Rehenda Ginting, Senior Manager Human Resources & General Affairs di PT Donggi Senoro LNG, berbicara tentang pentingnya kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja tanpa mengalami culture shock.

 Dea menekankan bahwa mahasiswa yang memiliki keterampilan dan pengetahuan industri yang relevan akan lebih mudah beradaptasi dengan dunia kerja yang penuh tantangan. 

Salah satu aspek penting yang ditekankan adalah pentingnya mempersiapkan curriculum vitae (CV) yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"IPK yang baik memang penting sebagai pembuka, tetapi itu bukan penentu utama diterima atau tidaknya seseorang di perusahaan. Bagi para fresh graduate, CV harus menunjukkan kejelasan tentang apa yang telah dilakukan, dampak dari setiap aktivitas, keterampilan yang dimiliki, serta pencapaian yang relevan," ujar Dea. 

Dengan persiapan yang matang dan CV yang tepat, calon karyawan muda dapat menunjukkan komitmen dan kesiapan mereka dalam berkontribusi pada perusahaan, sekaligus menjadi bagian dari generasi penerus yang membawa inovasi bagi sektor energi.

Pengolahan Sumber Daya Energi dan Kebutuhan Ketahanan Energi Nasional

Hariadi Budiman, Chairperson IPA Convex 2026, turut berbicara mengenai tantangan yang dihadapi oleh sektor energi, terutama dalam hal pengolahan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. 

Hariadi menekankan bahwa setiap wilayah yang memiliki potensi sumber daya energi harus diolah dengan baik dan memberikan nilai komersial yang tinggi. 

Salah satu contoh adalah dalam industri kilang minyak dan gas, di mana setiap kilang dirancang dengan spesifikasi tertentu untuk mengelola kapasitas tertentu sesuai kebutuhan.

"Kebutuhan energi semakin besar, dan ini sebanding dengan tingkat kenyamanan hidup yang terus meningkat. Pemerintah terus mendorong ketahanan energi nasional untuk memenuhi permintaan energi yang terus berkembang. Untuk itu, sektor energi memerlukan talenta yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki pemahaman yang luas mengenai dinamika industri," tambah Hariadi.

Selain itu, Hariadi juga mengungkapkan bahwa perkembangan sektor energi sangat terkait dengan tingkat kenyamanan hidup dan perekonomian suatu negara. 

Untuk itu, sangat penting bagi para profesional muda untuk tidak hanya memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi di sektor ini.

Menyongsong Masa Depan Energi Indonesia

Sektor energi Indonesia tidak hanya menghadapi tantangan dalam hal peningkatan kapasitas, tetapi juga dalam hal ketahanan energi nasional. 

Oleh karena itu, penting bagi sektor ini untuk terus berkembang dan diiringi dengan pemenuhan kebutuhan talenta yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. 

Talkshow Energy Connect 5.0 merupakan salah satu bentuk usaha IPA dalam menyiapkan talenta muda yang siap memasuki dunia kerja dan menjadi agen perubahan di sektor energi.

Melalui acara ini, diharapkan mahasiswa dan calon profesional muda bisa lebih siap dalam menghadapi realitas industri, memahami tren-tren terbaru dalam sektor energi, serta belajar bagaimana mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan industri. 

Sehingga, mereka tidak hanya akan menjadi tenaga kerja yang memenuhi syarat, tetapi juga bisa berkontribusi secara signifikan dalam memajukan sektor energi Indonesia.

IPA berharap dengan adanya upaya-upaya seperti ini, sektor energi Indonesia akan terus berkembang dengan pesat, memiliki ketahanan yang lebih baik, serta dapat menghasilkan talenta-talenta terbaik yang siap menghadapi tantangan global. Dengan generasi muda yang memiliki keterampilan dan pemahaman industri yang baik, Indonesia akan semakin siap bersaing dalam kancah energi dunia.

Terkini