JAKARTA - Seiring dengan tren diet yang semakin berkembang dan obsesi tubuh kurus yang kembali populer, industri kecantikan menemukan cara baru untuk memberikan kenikmatan tanpa harus mengonsumsi makanan.
Kini, produk kecantikan dengan aroma dessert seperti vanila, karamel, susu, dan pistachio tengah mencuri perhatian banyak orang.
Produk-produk ini hadir dalam berbagai kategori, mulai dari parfum, body care, lilin aromaterapi, hingga makeup, memberikan sensasi kenikmatan yang terasa seperti makanan manis tanpa perlu mengorbankan pola makan sehat.
Fenomena ini muncul bersamaan dengan munculnya tren diet ketat, obat penurun berat badan, dan gerakan #Y2KSkinny di media sosial. Setelah sempat meredup akibat gerakan body positivity di dekade sebelumnya, standar tubuh kurus kini kembali menguat, didorong oleh tren di media sosial dan popularitas obat penurun berat badan seperti Ozempic dan Wegovy.
Ketika banyak orang membatasi asupan makanan mereka, industri kecantikan menawarkan alternatif kenikmatan melalui aroma yang bisa membangkitkan kenangan manis tanpa mempengaruhi tubuh.
Lalu, mengapa produk kecantikan beraroma dessert menjadi tren yang menarik? Mari kita telaah lebih dalam.
Memahami Fenomena Treat Beauty
Tren ini dikenal dengan nama treat beauty, yang merujuk pada pengalaman memanjakan diri layaknya menikmati dessert, tetapi tanpa benar-benar mengonsumsinya.
Fenomena ini menggambarkan bagaimana industri kecantikan mencoba memenuhi kebutuhan psikologis konsumen yang sedang membatasi makanan, namun tetap ingin merasakan kenikmatan dari aroma yang menggugah selera.
Berdasarkan data dari Mintel, peluncuran produk kecantikan yang memiliki tema dessert mengalami peningkatan yang signifikan, yakni 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk dengan aroma gourmand, seperti vanila, madu, susu, dan pistachio, kini merambah ke berbagai kategori produk kecantikan, baik dari segi harga maupun segmentasi pasar.
Hal ini membuktikan bahwa ada kebutuhan besar akan sensasi kenikmatan dari aroma makanan favorit yang hadir melalui produk kecantikan.
Aroma Makanan yang Membangkitkan Memori
Menurut Linda G. Levy, Presiden Fragrance Foundation, aroma makanan yang familiar mampu membangkitkan memori indah akan makanan favorit.
"Dari parfum hingga lilin, aroma ini membangkitkan memori makanan favorit," ungkap Levy.
Ini adalah fenomena yang sering terjadi, di mana aroma memicu kenangan dan asosiasi emosional yang kuat, bahkan sebelum kita mengonsumsinya.
Salah satu alasan mengapa aroma makanan begitu efektif adalah karena penciuman memicu respons dopamin yang kuat, yang memberikan perasaan senang atau puas, meskipun kita tidak benar-benar mengonsumsi makanan tersebut.
Mengapa Tren Ini Berkaitan dengan Diet dan Pembatasan Makanan
Pakar nutrisi Jim LaValle menjelaskan bahwa tren ini berkaitan erat dengan kebutuhan manusia untuk mencari kepuasan dalam suasana pembatasan asupan makanan.
"Kini muncul 'kenikmatan terkontrol', di mana seseorang boleh menikmati sesuatu selama tidak memengaruhi tubuh," jelas LaValle. Dengan semakin populernya diet ketat dan obat penurun berat badan, banyak orang yang merasa terbatas dalam hal makanan.
Oleh karena itu, mereka mencari alternatif lain untuk memuaskan keinginan mereka, salah satunya adalah melalui produk kecantikan beraroma makanan.
Dalam hal ini, aroma dessert yang manis menjadi "pengganti" rasa manis yang mungkin sulit untuk didapatkan karena pembatasan diet. Produk kecantikan ini memberikan sensasi memanjakan diri, tanpa perlu mengonsumsi kalori berlebih. Hal ini memberikan rasa puas dan bahagia, sambil tetap menjaga kontrol atas pola makan mereka.
Kekuatan Pemasaran dan Efek Psikologis Aroma
Namun, tidak hanya faktor kebutuhan psikologis yang mendorong tren ini. Bahasa pemasaran juga memainkan peran besar dalam menarik perhatian konsumen.
Istilah-istilah seperti "indulgent" atau "decadent" menciptakan asosiasi emosional tertentu yang dapat memengaruhi cara otak merespons aroma dalam produk kecantikan.
Label yang digunakan dalam kemasan dan iklan produk kecantikan ini sering kali dikaitkan dengan perasaan mewah dan memanjakan diri, yang menarik bagi banyak konsumen.
Menurut Rachel Herz, seorang neurosaintis, label dan visual pada produk kecantikan sangat memengaruhi bagaimana otak kita merespons aroma. "Label dan visual sangat mempengaruhi cara otak merespons," ungkap Herz.
Hal ini menunjukkan bahwa kita lebih cenderung membeli dan menggunakan produk dengan aroma yang kita anggap sebagai bentuk "hadiah" untuk diri kita sendiri, meskipun pada dasarnya produk tersebut tidak memberikan dampak fisik langsung seperti makanan.
Kenikmatan Tanpa Kehilangan Kontrol
Psikoterapis Alegra Torel menambahkan bahwa penggunaan produk kecantikan beraroma dessert bisa menggantikan keinginan untuk makan kue atau makanan manis lainnya. "Ini menciptakan ilusi kenikmatan tanpa kehilangan kontrol," jelas Torel.
Dengan kata lain, produk-produk ini memberikan kepuasan emosional yang sama dengan makan makanan manis, tetapi tanpa dampak negatif terhadap kesehatan atau berat badan. Ini adalah solusi yang sangat menarik bagi mereka yang ingin menikmati kenikmatan rasa tanpa harus merasa bersalah.
Meskipun demikian, dokter Lauren Hartman, seorang spesialis gangguan makan dan citra tubuh, mengingatkan bahwa menyukai aroma makanan tidak selalu berbahaya, asalkan tidak disertai dengan pembatasan ekstrem atau rasa bersalah yang berlebihan. "Yang penting adalah konteksnya, apakah disertai pembatasan ekstrem atau rasa bersalah," katanya.
Tren yang Menawarkan Kenikmatan Alternatif
Tren produk kecantikan beraroma dessert ini jelas memberikan kenikmatan alternatif bagi mereka yang merasa terbatasi dalam pilihan makanan.
Produk dengan aroma manis memberikan kebahagiaan dan rasa puas yang sama, tanpa menambah kalori atau merusak pola makan. Ini juga merupakan bentuk self-care yang sangat populer di kalangan konsumen yang ingin merasakan sensasi memanjakan diri, sambil tetap menjaga keseimbangan tubuh.
Dengan semakin banyaknya produk kecantikan yang mengusung aroma manis ini, tampaknya tren "treat beauty" akan terus berkembang, mengingat bagaimana aroma dapat menciptakan efek emosional yang mendalam.
Jika Anda ingin menikmati sensasi dessert tanpa harus makan, produk-produk ini mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menambah kebahagiaan dalam rutinitas kecantikan Anda.