Sekolah Rakyat: Konsep Unik Pendidikan untuk Anak Miskin di WEF

Jumat, 23 Januari 2026 | 08:46:44 WIB
Sekolah Rakyat: Konsep Unik Pendidikan untuk Anak Miskin di WEF

JAKARTA - Dalam pidatonya di ajang bergengsi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sebuah konsep pendidikan yang berbeda dan sangat inovatif di Indonesia, yakni Sekolah Rakyat. Konsep ini menjadi sorotan karena keberadaannya yang berfokus pada pendidikan anak-anak dari keluarga miskin. 

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa sekolah berasrama yang dibangun pemerintah Indonesia melalui program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari kalangan yang paling kurang mampu, sesuatu yang jarang ditemukan dalam sistem pendidikan tradisional di banyak negara.

Sekolah berasrama, yang biasanya identik dengan kalangan elite atau anak-anak dari keluarga kaya, kini menjadi akses bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan ekonomi rendah. Menurut Prabowo, inilah keunikan dari Sekolah Rakyat yang sedang dikembangkan di Indonesia. 

“Biasanya, anak-anak kaya yang masuk sekolah berasrama, tetapi sekarang kami buat sekolah berasrama untuk mereka yang sangat miskin,” ujar Prabowo.

Sekolah Rakyat sebagai Solusi Pendidikan untuk Keluarga Miskin

Prabowo menjelaskan bahwa salah satu syarat utama untuk menjadi siswa di Sekolah Rakyat adalah berasal dari keluarga yang sangat miskin. 

Hal ini bukan tanpa alasan, karena Prabowo memiliki tekad untuk memutus rantai kemiskinan yang sering kali menjadi halangan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih pendidikan yang setara dengan anak-anak dari keluarga kaya.

“Sekolah ini dibangun untuk memutuskan lingkaran kemiskinan. Saya ingin anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ini tidak harus tetap hidup dalam kemiskinan. Mereka harus mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya,” tambah Prabowo.

Prabowo juga menjelaskan fenomena sosial yang banyak terjadi di negara-negara berkembang, terutama di wilayah Global South, yang mengakibatkan anak-anak dari profesi atau golongan tertentu tetap terjebak dalam garis kemiskinan. Misalnya, anak dari petani miskin akan tetap menjadi petani miskin, atau anak dari pedagang kaki lima cenderung akan mengikuti jejak orang tua mereka.

Namun, dengan adanya Sekolah Rakyat ini, Prabowo berharap dapat mengubah pola tersebut. “Anak-anak buruh harian di pelabuhan juga akan menjadi buruh harian di pelabuhan. Ini adalah lingkaran kemiskinan yang harus kami putus,” tegas Prabowo. 

Program ini bukan hanya tentang pemberian kesempatan pendidikan, tetapi juga tentang memberikan masa depan yang lebih cerah bagi mereka yang sebelumnya sulit untuk keluar dari keterbatasan ekonomi.

Komitmen untuk Membangun Pendidikan yang Inklusif

Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama bagi mereka yang berada di lapisan masyarakat paling bawah. Prabowo menegaskan bahwa pendidikan adalah salah satu kunci untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. 

Dalam beberapa waktu terakhir, 166 sekolah berasrama telah didirikan dan diresmikan di berbagai wilayah Indonesia, dan jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin.

“Saya sudah membangun 166 sekolah, dan ini adalah langkah awal yang sangat penting. Kami akan terus menambah jumlah sekolah ini setiap tahun. Tujuan saya adalah membangun 500 sekolah berasrama dan 500 pusat keunggulan (centers of excellence) yang akan mendorong anak-anak cerdas dari seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Dengan konsep pendidikan berasrama ini, diharapkan anak-anak dari keluarga miskin tidak hanya memperoleh pendidikan dasar, tetapi juga dibekali dengan keterampilan dan karakter yang dapat mengangkat derajat hidup mereka.

Mewujudkan Harapan bagi Anak-Anak yang Terpinggirkan

Konsep Sekolah Rakyat ini juga mengandung misi besar untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak yang terpinggirkan. Prabowo menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi mereka. 

Oleh karena itu, sekolah berasrama ini sengaja dibangun dengan fasilitas yang memadai untuk mendukung perkembangan anak-anak secara maksimal, baik dari segi akademik, mental, dan moral.

Sekolah-sekolah ini bukan hanya akan mengajarkan mata pelajaran formal, tetapi juga akan menanamkan nilai-nilai seperti kedisiplinan, kerja keras, dan kebersamaan.

“Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat di mana anak-anak miskin bisa memiliki kesempatan untuk berkembang, meraih cita-cita mereka, dan memperbaiki hidup mereka,” lanjut Prabowo.

Pendidikan di Sekolah Rakyat akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengetahuan dasar hingga pelatihan keterampilan yang dapat membantu siswa mempersiapkan diri untuk berkarier di masa depan. Dengan adanya program ini, Prabowo berharap bisa menciptakan generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki semangat pengabdian kepada negara dan bangsa.

Pendidikan sebagai Katalisator Perubahan Sosial dan Ekonomi

Pada akhirnya, Prabowo menekankan bahwa pendidikan bukan hanya sekedar alat untuk mencetak generasi yang terpelajar, tetapi juga menjadi katalisator dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi. 

Dengan memberikan pendidikan yang layak dan akses yang setara bagi semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang miskin, Indonesia bisa memutus lingkaran kemiskinan dan memberikan harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan.

“Pendidikan adalah salah satu cara untuk menciptakan perubahan sosial yang nyata. Dengan memberi kesempatan kepada anak-anak miskin untuk mengenyam pendidikan yang baik, kita tidak hanya merubah hidup mereka, tetapi juga masa depan bangsa ini,” tutup Prabowo.

Dengan langkah-langkah yang sudah dilakukan dan rencana ambisius untuk terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin, Sekolah Rakyat menjadi simbol dari tekad Prabowo untuk memajukan Indonesia melalui pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya mereka yang selama ini terpinggirkan dalam sistem pendidikan konvensional.

Terkini