Mau Investasi Jangka Pendek? Cek Dulu Instrumen Pilihannya

Rabu, 21 Januari 2026 | 12:36:44 WIB
Sumber foto: freepik.com

Dunia investasi begitu berkembang dengan sangat cepat di era digital. Akses ke berbagai instrumen investasi jangka pendek hingga panjang makin mudah berkata aplikasi dan platform online yang bisa kamu gunakan langsung dari smartphone. 

Khususnya investasi untuk jangka pendek sekitar 1-3 tahunan yang bagus untuk memenuhi kebutuhan dana darurat hingga liburan. Tapi, supaya tidak salah pilih instrumen investasi, kamu bisa cek dulu apa saja pilihan terbaiknya. 

Apa Itu Investasi Jangka Pendek? 

Disebut jangka pendek, karena investasi yang bisa kamu lakukan waktunya relatif singkat yaitu kurang dari satu tahun hingga maksimal tiga tahun. Tujuan investasi ini bukan untuk mengejar keuntungan besar, tapi menjaga nilai uang dan imbal hasil. 

Berbeda dengan investasi jangka panjang seperti obligasi untuk dana pensiun, dengan investasi ini lebih menekankan likuiditas. Artinya, dana bisa dicairkan dengan cepat saat kamu butuh. 

Contoh Instrumen Investasi Jangka Pendek 

Setidaknya ada lima jenis investasi dengan jangka pendek terbaik yang bisa kamu pilih: 

1. Reksadana Pasar Uang 

Banyak orang suka dengan reksadana pasar uang karena risikonya relatif rendah dan mudah diakses. Sistemnya, adalah mengumpulkan dana dari investor, lalu dikelola oleh manajer investasi ke instrumen keuangan jangka pendek, seperti deposito dan obligasi. 

Kamu cukup membeli unit reksadana melalui aplikasi dan dana akan dikelola secara profesional. Dengan reksadana pasar uang, kamu bisa mencairkan dana kapan saja tanpa takut penalti. 

Modal awal untuk memulai investasinya pun sangat terjangkau dari ratusan ribu hingga jutaan. Risikonya pun lebih rendah dibandingkan reksadana lain seperti saham. 

2. Deposito

Kalau kamu mencari instrumen investasi jangka pendek dengan jangka waktu misalnya 1 bulan, 3 bulan, hingga 12 bulan, maka deposito adalah pilihan terbaiknya. Selama periode tersebut tidak bisa ditarik, karena ada waktu jatuh tempo sesuai aturan bank. 

Keunggulan yang ditawarkan investasi ini adalah mendapatkan bunga tetap dan jumlahnya pasti. Risikonya sangat rendah karena uang aman di bank dan juga ada jaminan LPS sesuai dengan ketentuan. Pas jika kamu adalah investor yang suka dengan risiko rendah. 

3. Emas 

Selanjutnya adalah investasi emas yang bisa kamu lakukan dengan membeli emas fisik (batangan) atau emas digital melalui aplikasi. Keuntungan yang kamu peroleh adalah dari kenaikan harga emas saat dijual kembali. 

Dalam jangka pendek, misalnya satu tahun saja harga emas terus naik dan tidak tergerus inflasi. Emas pun mudah dijual kapan saja yang membuatnya menjadi salah satu aset likuid. 

Nilainya pun cenderung stabil bahkan pada jangka panjang dan kamu bisa membelinya secara bertahap tergantung kemampuan. Saat membeli kamu hanya perlu memperhatikan waktu dan harga emas. 

4. Surat Berharga Negara (SBN)

SBN merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah. Ketika kamu membeli SBN, artinya kamu telah meminjamkan uang ke negara dan akan mendapat imbal hasil berupa kupon secara berkala. 

Beberapa SBN menawarkan tenor pendek, sehingga bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. Karena berhubungan dengan pemerintah, SBN dijamin oleh negara dan nilai imbal hasil lebih tinggi dari deposito. 

5. Trading Saham 

Sesuai dengan namanya, instrumen investasi ini sistemnya adalah membeli saham pada harga tertentu dan menjualnya kembali dalam waktu singkat. Keuntungannya berasal dari selisih harga yang kamu dapatkan. 

Hanya saja, aktivitas trading saham ini memerlukan analisis pasar, grafik, dan mencermati berita ekonomi untuk menggambarkan perubahan harga saham. Saham termasuk investasi yang menguntungkan dan cepat selama kamu bisa membuat strategi yang tepat. 

Risiko Investasi yang Sering Diabaikan Investor 

Meski terlihat aman, investasi jangka pendek tetap punya risiko. Sayangnya, masih banyak investor khususnya pemula yang menganggap remeh hal ini. 

1. Risiko Emosional 

Risiko ini muncul saat kamu mengambil keputusan investasi berdasarkan perasaan. Contohnya, ikut-ikutan membeli karena takut ketinggalan tren atau panik menjual saat harga turun sedikit. 

Padahal, fluktuasi kecil adalah hal yang wajar dalam investasi. Apabila risiko emosional ini tidak dikendalikan, bisa membuat kamu investasi tanpa strategi yang jelas. 

2. Risiko Penipuan 

Popularitas investasi jangka pendek juga kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Banyak penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan cepat dengan risiko nol, padahal hal tersebut tidak masuk akal. 

Kalau kamu tidak teliti, risiko penipuan akan membuat modal hilang dalam waktu singkat. Jadi, selalu pastikan instrumen investasi legal, terdaftar, dan diawasi oleh OJK. 

3. Risiko Suku Bunga 

Perubahan suku bunga dapat memengaruhi hasil investasi, terutama instrumen seperti deposito dan obligasi jangka pendek. Saat suku bunga naik, nilai investasi dengan bunga lama bisa menjadi kurang menarik. 

Sebaliknya, saat suku bunga turun, imbal hasil yang kamu dapatkan juga bisa lebih kecil dari ekspektasi. Karena itu, penting untuk memahami kondisi ekonomi sebelum memilih instrumen investasi jangka pendek. 

4. Risiko Pasar 

Risiko pasar berkaitan dengan perubahan kondisi ekonomi, politik, atau global yang dapat memengaruhi nilai investasi. Instrumen seperti emas dan trading saham sangat sensitif terhadap sentimen pasar. 

Dalam jangka pendek, pergerakan harga bisa terjadi dengan cepat dan sulit diprediksi. Kalau kau tidak siap menghadapi fluktuasi pasar, risiko ini bisa mengganggu tujuan keuangan. 

Demi menghindari semua risiko investasi jangka pendek, langkah yang tepat adalah selalu menentukan strategi sebelum mulai. Khususnya jika kamu memilih trading saham yang pergerakannya sangat cepat. 

Dalam beberapa tahun terakhir, saham global terutama saham Amerika Serikat semakin diminati investor dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Pasar saham AS dikenal likuid, pergerakannya aktif, serta diisi perusahaan-perusahaan besar dari berbagai sektor seperti teknologi, kesehatan, hingga consumer goods.

Jika ingin mulai belajar sekaligus praktek trading saham ini, kamu bisa memilih XTB Indonesia. Di platform ini, kamu bisa mendapatkan berbagai akses multi aset untuk jangka pendek, dari trading saham AS hingga ETF. 

Bukan hanya itu, Jodhi Gahara Aji selaku CEO of XTB Indonesia juga mengatakan, “Kami ingin investasi saham AS dan ETF jadi lebih simpel dan terjangkau dengan 0% komisi.” 

Benar saja, XTB Indonesia menawarkan skema 0% komisi untuk transaksi saham Amerika dan ETF, sehingga kamu bisa mulai berinvestasi tanpa perlu khawatir biaya tambahan. 

Baik untuk pembelian satu kali maupun investasi rutin, semuanya bisa dilakukan lebih efisien langsung melalui aplikasi XTB. Dengan begitu, kamu dapat lebih fokus belajar, mencoba strategi, dan membangun portofolio sesuai tujuan keuanganmu.

Penasaran dengan fitur dan seperti apa keuntungannya? Yuk instal aplikasi XTB sekarang!

Terkini