Bulog

Pemprov Jateng Bulog Siap Intervensi Harga Kebutuhan Pokok Lebaran

Pemprov Jateng Bulog Siap Intervensi Harga Kebutuhan Pokok Lebaran
Pemprov Jateng Bulog Siap Intervensi Harga Kebutuhan Pokok Lebaran

JAKARTA - Menjelang perayaan Idul Fitri, pergerakan harga bahan pokok selalu menjadi perhatian utama pemerintah daerah. 

Permintaan masyarakat yang meningkat selama bulan Ramadan sering kali memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional maupun modern. Untuk mengantisipasi potensi lonjakan tersebut, pemerintah daerah bersama sejumlah lembaga terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengendalian harga.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan kesiapan melakukan intervensi pasar jika harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan yang signifikan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Upaya stabilisasi harga tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan Badan Usaha Milik Daerah serta Perum Bulog sebagai lembaga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan cadangan pangan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga pangan di pasar.

Kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi kenaikan harga juga ditunjukkan melalui pemantauan langsung kondisi pasar. Pemerintah bersama kementerian terkait melakukan peninjauan ke sejumlah pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan serta harga kebutuhan pokok tetap terkendali menjelang Lebaran.

Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Perum Bulog menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan berbagai tindakan stabilisasi apabila terjadi kenaikan harga di tingkat pasar. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan operasi pasar guna menekan harga komoditas yang mengalami lonjakan.

"Pemerintah akan melakukan sejumlah langkah stabilisasi jika terjadi kenaikan harga, di antaranya melalui operasi pasar serta peran badan usaha milik daerah (BUMD) untuk menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat jika terjadi lonjakan harga," ujarnya.

Selain operasi pasar, pemerintah daerah juga menyiapkan skema intervensi melalui BUMD yang akan melakukan penjualan bahan pangan secara langsung kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.

Jika terjadi lonjakan harga, pemerintah akan melakukan stabilisasi melalui operasi pasar dan distribusi bahan pangan menggunakan BUMD keliling. Dalam kegiatan tersebut, Perum Bulog juga akan terlibat sebagai salah satu penyedia pasokan pangan.

Ketersediaan Stok Pangan Di Jawa Tengah

Selain memastikan kesiapan intervensi pasar, pemerintah juga memantau ketersediaan cadangan pangan yang dikelola oleh Perum Bulog. Ketersediaan stok menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniyati memastikan bahwa cadangan pangan yang dikuasai Bulog di wilayah Jawa Tengah berada dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa saat ini cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog di wilayah tersebut mencapai 515.722 ton setara beras. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan.

Menurut Sri Muniyati, stok beras yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan hingga lima sampai enam bulan mendatang. Kondisi ini memberikan jaminan bahwa ketersediaan pangan tetap terjaga meskipun terjadi peningkatan permintaan selama Ramadan dan Lebaran.

Selain itu, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat untuk alokasi Februari hingga Maret 2026 dengan total 101.000 ton beras bagi masyarakat di Jawa Tengah.

"Stok ini sangat cukup sekali sampai dengan lima sampai enam bulan ke depan. Saat ini, juga sedang memasuki masa panen raya sehingga serapan beras oleh Bulog akan terus bertambah," ujarnya.

Penyerapan Gabah Dan Distribusi Pangan

Ketersediaan stok pangan di Jawa Tengah juga didukung oleh kegiatan penyerapan gabah dan beras yang terus dilakukan oleh Bulog dari para petani. Penyerapan hasil panen ini menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan pasokan pangan nasional.

Sri Muniyati menjelaskan bahwa rata-rata penyerapan gabah dan beras oleh Bulog di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 3.500 ton setara beras setiap hari. Dengan tingkat penyerapan tersebut, cadangan beras pemerintah diperkirakan akan terus meningkat.

Selain komoditas beras, Bulog juga menguasai stok minyak goreng merek Minyakita yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Saat ini, stok minyak goreng tersebut di wilayah Jawa Tengah mencapai sekitar 9,5 juta liter. Persediaan ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan komersial masyarakat maupun program bantuan pangan dari pemerintah.

Keberadaan stok minyak goreng tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasar sekaligus memastikan ketersediaan produk bagi masyarakat selama masa Lebaran.

Program Stabilitas Harga Dan Imbauan Masyarakat

Dalam rangka mengendalikan harga bahan pokok di pasar, Bulog juga kembali menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, Bulog bersama pemerintah kabupaten dan kota, TNI, serta Polri juga menggelar berbagai kegiatan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan akses bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Melalui program-program tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang stabil selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Sri Muniyati juga mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap ketersediaan bahan pokok menjelang hari raya. Ia menegaskan bahwa stok pangan yang dikuasai Bulog dalam kondisi kuat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Stok yang dikuasai Bulog sangat kuat, baik beras maupun minyak goreng. Insya Allah harganya juga stabil. Kami juga menyediakan beras SPHP dan Minyakita melalui jaringan mitra di pasar maupun di luar pasar," ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan harga bahan pokok yang dijual di atas harga eceran tertinggi. Dengan adanya laporan dari masyarakat, Bulog dapat segera melakukan langkah penanganan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index