Gojek

Pertumbuhan Kinerja Gojek 2025 Perkuat Ekosistem Digital di Indonesia

Pertumbuhan Kinerja Gojek 2025 Perkuat Ekosistem Digital di Indonesia
Pertumbuhan Kinerja Gojek 2025 Perkuat Ekosistem Digital di Indonesia

JAKARTA - Perkembangan industri layanan digital di Indonesia terus menunjukkan dinamika yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. 

Perusahaan teknologi berupaya memperkuat kinerja melalui inovasi produk, peningkatan layanan, serta pemanfaatan teknologi baru. Kondisi ini mendorong berbagai platform digital untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas basis pengguna.

Salah satu perusahaan yang mencatatkan perkembangan kinerja adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk melalui layanan on-demand Gojek. Sepanjang tahun 2025, unit bisnis ini mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator kinerja utama. Peningkatan tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam memperkuat layanan sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis.

Pertumbuhan Pendapatan Layanan On-Demand

Unit bisnis on-demand PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, yakni Gojek, mencatat peningkatan kinerja sepanjang 2025. Sepanjang 2025, pendapatan bersih layanan on-demand Gojek meningkat 16% secara tahunan menjadi Rp12,6 triliun dari Rp10,88 triliun pada 2024. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan positif dalam kinerja bisnis perusahaan.

Perusahaan menjelaskan bahwa peningkatan tersebut didukung oleh berbagai faktor strategis. Salah satu faktor utama adalah optimalisasi komposisi produk yang ditawarkan kepada pengguna. Selain itu, pertumbuhan pendapatan iklan serta pengelolaan insentif yang lebih disiplin juga turut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja.

“Peningkatan didukung oleh optimalisasi product mix, pendapatan iklan yang lebih tinggi, dan pengeluaran insentif yang disiplin,” tulis GoTo dalam keterangannya. Penjelasan tersebut menggambarkan strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan efisiensi operasional.

Peningkatan EBITDA dan Kinerja Keuangan

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, kinerja laba operasional perusahaan juga menunjukkan peningkatan signifikan. EBITDA yang disesuaikan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi sepanjang tahun 2025. Kondisi ini menandakan adanya perbaikan dalam efisiensi operasional perusahaan.

Untuk periode setahun penuh 2025, EBITDA yang disesuaikan tercatat meningkat 105% secara tahunan. Nilai tersebut mencapai Rp1,4 triliun dibandingkan Rp679 miliar pada 2024. Peningkatan ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya operasional sekaligus meningkatkan profitabilitas.

Dari sisi operasional, nilai transaksi bruto atau gross transaction value layanan on-demand Gojek juga mencatatkan pertumbuhan. Secara tahunan, GTV layanan tersebut naik 8% menjadi Rp66,5 triliun pada 2025 dari Rp61,9 triliun pada 2024. Peningkatan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas transaksi dalam ekosistem Gojek.

Perusahaan menyebut bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi berbasis produk yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Pendekatan ini mencakup layanan bagi segmen affluent maupun mass market. Dengan strategi tersebut, perusahaan berupaya menjangkau lebih banyak pengguna dari berbagai kelompok masyarakat.

Peran Teknologi Kecerdasan Buatan

Selain strategi produk, pemanfaatan teknologi juga menjadi faktor penting dalam pertumbuhan bisnis Gojek. Perusahaan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk meningkatkan kualitas layanan. Teknologi ini digunakan dalam berbagai aspek operasional platform digital.

Pemanfaatan AI membantu meningkatkan kemampuan sistem dalam melakukan pencarian dan rekomendasi layanan. Teknologi tersebut juga digunakan untuk memperluas visibilitas pencarian bagi pengguna. Dengan sistem yang lebih cerdas, platform dapat memberikan pengalaman yang lebih relevan bagi konsumen.

Selain itu, teknologi AI juga membantu meningkatkan tingkat konversi pengguna. Sistem rekomendasi yang lebih akurat dapat mendorong pengguna melakukan transaksi. Hal ini pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan nilai belanja dalam setiap transaksi yang dilakukan melalui platform.

Pemanfaatan teknologi digital juga mendukung pengembangan ekosistem layanan yang lebih efisien. Dengan integrasi teknologi yang lebih baik, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas operasional. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan bisnis Gojek sepanjang tahun 2025.

Kesejahteraan Mitra Pengemudi Tetap Menjadi Prioritas

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, perusahaan juga menaruh perhatian pada kesejahteraan mitra pengemudi. Gojek menyatakan bahwa mitra pengemudi merupakan bagian penting dari ekosistem layanan digital yang dibangun perusahaan. Oleh karena itu, berbagai program dukungan terus diberikan kepada para mitra.

Menjelang Lebaran 2026, perusahaan memberikan Bonus Hari Raya kepada para mitra pengemudi yang memenuhi persyaratan. Sebanyak 400.000 mitra pengemudi disebut menerima BHR sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kesejahteraan mitra.

Perusahaan menilai bahwa keberlanjutan ekosistem digital tidak terlepas dari peran para mitra pengemudi. Mereka menjadi penggerak utama layanan mobilitas dan pengantaran yang disediakan oleh platform. Oleh karena itu, dukungan kepada mitra menjadi salah satu prioritas perusahaan.

Program kesejahteraan mitra juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perusahaan dan para pengemudi. Dengan dukungan yang diberikan, perusahaan berharap mitra dapat terus memberikan layanan terbaik kepada pengguna. Hal ini pada akhirnya turut mendukung pertumbuhan ekosistem Gojek.

Kinerja Segmen Mobility dan Delivery

Dari sisi bisnis, segmen Mobility mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi bruto yang stabil. Pada kuartal IV 2025, GTV Mobility tercatat tumbuh 2% secara tahunan menjadi Rp6,5 triliun. Sementara sepanjang 2025, GTV Mobility meningkat 7% menjadi Rp24,7 triliun.

Pendapatan bersih dari segmen Mobility juga mengalami peningkatan. Pada kuartal IV 2025, pendapatan bersih segmen ini meningkat 15% menjadi Rp858 miliar. Untuk periode setahun penuh, pendapatan bersih Mobility naik 15% menjadi Rp3,13 triliun.

EBITDA yang disesuaikan dari segmen Mobility juga mencatatkan peningkatan kinerja. Pada kuartal IV 2025, EBITDA Mobility meningkat 22% menjadi Rp275 miliar. Sepanjang 2025, EBITDA segmen ini naik 18% menjadi Rp870 miliar.

Sementara itu, segmen Delivery juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Pada kuartal IV 2025, GTV Delivery tercatat sebesar Rp11,2 triliun atau tumbuh 5% secara tahunan. Sepanjang 2025, GTV Delivery meningkat 8% menjadi Rp41,8 triliun.

Pendapatan bersih Delivery meningkat 8% menjadi Rp2,54 triliun pada kuartal IV 2025. Secara tahunan, pendapatan bersih segmen ini naik 16% menjadi Rp9,46 triliun. Peningkatan ini menunjukkan tingginya aktivitas layanan pengantaran dalam ekosistem Gojek.

Dari sisi profitabilitas, kinerja EBITDA segmen Delivery juga mengalami lonjakan signifikan. Pada kuartal IV 2025, EBITDA Delivery meningkat 123% menjadi Rp183 miliar. Untuk periode setahun penuh, EBITDA Delivery melonjak 383% menjadi Rp691 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index