JAKARTA - Minat investor terhadap instrumen keuangan yang berorientasi pada keberlanjutan terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Instrumen seperti sustainability bond kini semakin dilirik karena tidak hanya menawarkan potensi imbal hasil, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembiayaan proyek-proyek yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Tren tersebut juga terlihat pada penerbitan obligasi berkelanjutan yang dilakukan oleh sejumlah lembaga keuangan di Indonesia. Salah satunya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb yang kembali menawarkan instrumen obligasi berkelanjutan kepada para investor.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas sumber pendanaan sekaligus memperkuat komitmen dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan. Melalui penerbitan Sustainability Bond Tahap II, bank bjb berupaya mendorong investasi yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai Rp932,4 miliar, menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap kinerja serta prospek bisnis bank bjb ke depan.
Masa bookbuilding berlangsung pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026 dengan dua pilihan seri, yaitu Seri A dengan tenor 3 tahun dan kupon indikatif sebesar 5,45 persen hingga 6,05 persen, serta Seri B dengan tenor 5 tahun dengan kupon indikatif sebesar 5,70 persen hingga 6,30 persen.
Corporate Secretary bank bjb, Herfinia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis menjelaskan bahwa instrumen ini memberikan kesempatan bagi investor untuk berinvestasi secara bertanggung jawab dengan tetap memperoleh imbal hasil yang kompetitif, sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Minat Investor Terhadap Sustainability Bond
Penerbitan Sustainability Bond Tahap II oleh bank bjb mendapatkan respons yang cukup positif dari para investor. Hal ini terlihat dari nilai permintaan yang telah mencapai Rp932,4 miliar selama periode penawaran awal atau bookbuilding.
Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa instrumen investasi berbasis keberlanjutan semakin diminati oleh pasar. Selain memberikan peluang keuntungan finansial, instrumen ini juga memberikan kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi dalam mendukung proyek-proyek yang memiliki dampak sosial dan lingkungan.
Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sustainability Bond bank bjb dengan total target dana sebesar Rp2 triliun.
Sebelumnya, pada tahap pertama yang diterbitkan pada 2024 dengan nilai Rp1 triliun, obligasi ini mencatatkan minat investor yang sangat tinggi dengan tingkat oversubscribe hingga 4,66 kali dari target awal.
Respons positif tersebut menjadi indikator bahwa pasar memiliki tingkat kepercayaan yang cukup tinggi terhadap kinerja serta prospek bisnis bank bjb.
Kualitas Kredit Dan Dukungan Lembaga Keuangan
Dari sisi kualitas kredit, obligasi yang diterbitkan bank bjb juga memperoleh penilaian yang cukup baik dari lembaga pemeringkat.
Dari sisi kualitas kredit, obligasi ini memperoleh peringkat idAA (Double A) dari Pefindo yang mencerminkan kemampuan Perseroan yang sangat kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
Kerangka kerja Sustainability Bond bank bjb juga telah memperoleh penilaian “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan” dari lembaga independen SDGs Hub Universitas Indonesia.
Untuk mendukung penerbitan obligasi tersebut, bank bjb menggandeng lima perusahaan penjamin emisi terkemuka yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
Kolaborasi dengan berbagai perusahaan penjamin emisi tersebut diharapkan dapat memperkuat proses penerbitan obligasi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen yang ditawarkan.
Obligasi ini selanjutnya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat diperdagangkan secara luas di pasar sekunder.
Pemanfaatan Dana Untuk Pembiayaan Berkelanjutan
Dana yang diperoleh dari penerbitan Sustainability Bond ini seluruhnya akan digunakan untuk mendukung pembiayaan baru maupun pembiayaan ulang yang termasuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS).
Hal ini sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang penerbitan dan persyaratan efek bersifat utang dan sukuk berlandaskan keberlanjutan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, bank bjb menyatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan portofolio pembiayaan berkelanjutan.
Hingga Desember 2025, sustainable portfolio bank bjb telah mencapai Rp14,3 triliun, yang disalurkan untuk berbagai sektor seperti kegiatan usaha berwawasan lingkungan, pembiayaan UMKM, serta sektor sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan langkah tersebut, bank bjb berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen Bank bjb Pada Prinsip ESG
Selain dari sisi pembiayaan, komitmen keberlanjutan juga diterapkan bank bjb dalam berbagai aspek operasional perusahaan. Perseroan terus memperkuat pengelolaan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari upaya menuju target Net Zero Emission.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui partisipasi bank bjb dalam Bursa Karbon Indonesia dengan membeli unit karbon SPE-GRK sebagai bagian dari strategi mitigasi emisi karbon.
bank bjb juga menjadi salah satu bank pada fase pertama yang telah menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST), sebagai langkah untuk mengintegrasikan risiko perubahan iklim ke dalam manajemen risiko perusahaan.
Berbagai langkah strategis tersebut menegaskan posisi bank bjb sebagai institusi keuangan yang konsisten mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnisnya.
Melalui pengembangan portofolio pembiayaan berkelanjutan, bank bjb optimistis dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang selaras dengan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.