Petani

Bulog Bondowoso Optimalkan Serapan Gabah Petani Demi Stabilitas Harga

Bulog Bondowoso Optimalkan Serapan Gabah Petani Demi Stabilitas Harga
Bulog Bondowoso Optimalkan Serapan Gabah Petani Demi Stabilitas Harga

JAKARTA - Perum Bulog Cabang Bondowoso mencatat serapan gabah mencapai 14.010 ton setara beras. 

Jumlah ini setara 37 persen dari target serapan awal tahun. Peningkatan ini menandai partisipasi petani yang lebih aktif dibanding tahun sebelumnya.

Target serapan untuk Bondowoso tahun ini sebesar 38.132 ton setara beras. Target tersebut bagian dari keseluruhan Bulog cabang Bondowoso yang menargetkan 65.669 ton setara beras. Hasil ini menunjukkan kinerja serapan yang cukup signifikan.

Penyerapan gabah dilakukan di seluruh wilayah Bondowoso. Bulog melibatkan jaringan mitra kerja sebanyak 23 mitra. Langkah ini mempermudah proses pengumpulan gabah dari petani ke pusat pengolahan.

Peran Mitra Maklon dalam Pengolahan Gabah

Selain mitra kerja, Bulog bekerja sama dengan sekitar 10 hingga 15 mitra maklon. Mitra ini berperan dalam proses pengeringan dan penggilingan gabah. Sistem ini memungkinkan gabah petani tetap terjamin kualitasnya sebelum menjadi beras.

Bulog melakukan penyerapan gabah langsung dari petani. Namun karena keterbatasan fasilitas penggilingan, gabah diarahkan ke mitra maklon. “Dari petani kemudian diarahkan ke mitra maklon yang melakukan proses pengeringan dan penggilingan,” jelas Hesty.

Langkah ini memastikan gabah tidak menumpuk di petani. Sistem pengolahan melalui mitra maklon juga menjaga kualitas dan kestabilan pasokan. Kolaborasi ini menjadi kunci efisiensi serapan gabah.

Optimisme Capai Target Serapan Tahun Ini

Meski target meningkat dibanding tahun sebelumnya, Bulog Bondowoso tetap optimistis. Musim panen diperkirakan lebih awal sehingga memudahkan penyerapan. Selain itu, partisipasi mitra penggilingan juga meningkat signifikan.

“Kalau tahun sebelumnya di Februari serapannya masih sekitar 5 sampai 10 persen. Sekarang akhir Februari saja sudah sekitar 30 persen,” ujar Hesty. Kenaikan ini menandai kemajuan proses serapan gabah. Percepatan serapan memberikan kepastian harga bagi petani.

Strategi ini diharapkan mendukung pencapaian target akhir tahun. Bulog tetap fokus menjaga kualitas gabah. Penyerapan yang optimal akan memperkuat stabilitas pasokan beras nasional.

Harga Pembelian Pemerintah dan Penanganan Cuaca

Serapan gabah dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Petani pun mendapatkan kepastian pendapatan saat musim panen.

Namun, musim hujan mempengaruhi kualitas gabah karena proses pengeringan menjadi lebih sulit. Bulog mengoptimalkan kerja sama dengan mitra penggilingan yang memiliki fasilitas pengering. “Kalau pakai alat pengering, hasilnya lebih stabil dibandingkan hanya mengandalkan lantai jemur yang sangat tergantung cuaca,” jelas Hesty.

Langkah ini memastikan kualitas gabah tetap baik. Penggunaan dryer membantu mengurangi risiko kerusakan akibat cuaca. Hal ini penting agar hasil gabah sesuai standar pembelian pemerintah.

Optimalisasi Fasilitas Gudang dan Distribusi

Selain penggilingan, Bulog juga mengoptimalkan penyewaan gudang mitra. Kapasitas gudang milik Bulog mulai terbatas akibat meningkatnya serapan gabah tahun ini. Strategi ini mempermudah penyimpanan gabah sebelum diproses menjadi beras.

Kolaborasi dengan mitra gudang juga menjaga kualitas penyimpanan gabah. Gudang yang cukup kapasitas membantu kelancaran distribusi ke pasar. Dengan demikian, pasokan beras tetap lancar di seluruh wilayah.

Bulog memastikan seluruh proses mulai serapan hingga distribusi berjalan efisien. Koordinasi dengan mitra penggilingan dan gudang menjadi kunci utama. Langkah ini mendukung tujuan Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Peningkatan serapan gabah juga mendorong keterlibatan petani lebih aktif. Dukungan fasilitas penggilingan dan penyimpanan memudahkan mereka menjual gabah. Dengan strategi ini, Bulog Bondowoso menargetkan pencapaian maksimal tahun ini.

Secara keseluruhan, kerja sama Bulog dengan petani dan mitra menjadi faktor kunci keberhasilan. Optimalisasi fasilitas dan koordinasi memastikan target tercapai. Langkah-langkah ini diharapkan memperkuat stabilitas harga dan pasokan beras nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index