JAKARTA - Upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah menjadi perhatian banyak negara di dunia. Program makan sekolah dinilai sebagai salah satu strategi penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan yang cukup dan bergizi selama menjalani proses pendidikan.
Selain berdampak pada kesehatan, program tersebut juga berpengaruh terhadap kemampuan belajar serta perkembangan generasi muda.
Di berbagai negara, program makan sekolah telah menjadi kebijakan nasional yang dijalankan secara luas. Dukungan dari pemerintah serta lembaga internasional turut memperkuat implementasi program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan anak-anak.
Indonesia termasuk salah satu negara yang menjalankan program pemberian makan bagi siswa sekolah dalam skala besar. Program tersebut dikenal dengan nama Makan Bergizi Gratis atau MBG yang bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan gizi bagi para pelajar.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyebutkan bahwa program makan sekolah di Indonesia kini menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Berdasarkan data dari World Food Programme (WFP), Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam jumlah penerima manfaat program makan sekolah.
Program Makan Sekolah Di Berbagai Negara
Program makan sekolah telah diterapkan oleh banyak negara sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Data dari World Food Programme menunjukkan bahwa program ini memiliki jangkauan yang sangat luas secara global.
BGN menyampaikan bahwa ada sekitar 174.900.000 anak di seluruh dunia yang menerima manfaat dari program makan di sekolah. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya perhatian berbagai negara terhadap pemenuhan gizi bagi siswa.
Dari total 174 negara di dunia, sebanyak 107 negara telah menjalankan program makan sekolah sebagai program nasional. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut menjadi salah satu strategi yang banyak diterapkan untuk mendukung kesehatan serta pendidikan anak-anak.
Di Indonesia sendiri, program makan sekolah dijalankan melalui skema Makan Bergizi Gratis yang bertujuan memberikan makanan bergizi kepada siswa di berbagai wilayah. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mendukung proses belajar anak-anak di sekolah.
Indonesia Peringkat Kedua Program Makan Sekolah Dunia
Berdasarkan data World Food Programme yang dirilis pada 3 Maret 2026, Indonesia menempati posisi kedua di dunia dalam jumlah penerima manfaat program makan sekolah. Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Gizi Nasional melalui siaran pers.
Menurut data tersebut, jumlah penerima manfaat program makan sekolah di Indonesia mencapai 61.239.037 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49.057.682 orang merupakan siswa sekolah.
Dengan angka tersebut, Indonesia berada di posisi kedua dunia dalam jumlah penerima manfaat program makan sekolah. Posisi pertama ditempati oleh India dengan jumlah penerima mencapai 118.000.000 siswa.
Sementara itu, posisi berikutnya ditempati oleh Brasil dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 38.531.387 siswa. Setelah Brasil, terdapat China dengan 34.570.000 siswa yang menerima manfaat program makan sekolah.
Amerika Serikat berada pada posisi berikutnya dengan jumlah penerima manfaat sekitar 30.100.000 siswa. Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki cakupan program makan sekolah yang sangat luas dibandingkan banyak negara lain.
Komitmen Pemerintah Dalam Program MBG
Badan Gizi Nasional menilai posisi Indonesia dalam peringkat global tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Program MBG menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan siswa memperoleh asupan gizi yang memadai.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN Khairul Hidayati atau Hida menjelaskan bahwa cakupan program makan sekolah di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia.
“Dengan lebih dari 61,2 juta penerima manfaat, Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan program makan sekolah terbesar di dunia. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” kata Hida.
Program ini tidak hanya difokuskan pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga pada kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Pemerintah berupaya memastikan bahwa makanan yang disediakan memenuhi standar gizi yang baik.
Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan makanan secara rutin, tetapi juga memperoleh asupan nutrisi yang dapat menunjang pertumbuhan serta perkembangan mereka.
Program MBG Sebagai Investasi Jangka Panjang
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, program Makan Bergizi Gratis juga dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menurut Hida, program MBG memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menyediakan makanan bagi siswa di sekolah. Program ini juga bertujuan mendukung perkembangan fisik serta kemampuan belajar anak-anak.
“Dengan jumlah penerima manfaat yang telah mencapai 61,2 juta orang, program ini diharapkan mampu memperkuat kesehatan, konsentrasi belajar, serta mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif,” tambahnya.
Dengan kondisi gizi yang lebih baik, para siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih optimal. Hal ini pada akhirnya dapat berdampak positif terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Program MBG juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun generasi masa depan yang memiliki daya saing tinggi. Melalui pemenuhan gizi yang baik sejak usia sekolah, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Ke depan, pemerintah diharapkan terus memperkuat pelaksanaan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh siswa di berbagai daerah. Dengan cakupan yang luas serta dukungan dari berbagai pihak, program makan sekolah di Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional.