SMI

PT SMI Rencanakan Penerbitan Obligasi 2026 Hingga Rp 10 Triliun

PT SMI Rencanakan Penerbitan Obligasi 2026 Hingga Rp 10 Triliun
PT SMI Rencanakan Penerbitan Obligasi 2026 Hingga Rp 10 Triliun

JAKARTA - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengumumkan rencana untuk menerbitkan obligasi pada tahun 2026 dengan nilai indikatif berkisar antara Rp 8 triliun hingga Rp 10 triliun. 

Keputusan ini diungkapkan oleh Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, dalam sesi media briefing yang berlangsung di kantor SMI, Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026. 

Penerbitan obligasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendiversifikasi sumber pendanaan untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur nasional.

Rencana Penerbitan Obligasi PT SMI di 2026

Pada kesempatan tersebut, Aradita menyampaikan bahwa PT SMI telah merencanakan penerbitan obligasi tematik pada tahun 2026, dengan nilai total yang diperkirakan mencapai Rp 8 triliun hingga Rp 10 triliun. 

Selain itu, ia menambahkan bahwa perusahaan telah melakukan penerbitan obligasi tematik sebelumnya, termasuk sustainability bond yang cukup diminati oleh investor. Menurutnya, meski pasar obligasi domestik terus berfluktuasi, minat investor terhadap instrumen-instrumen ini tetap terjaga dengan baik.

"Kalau terkait dengan tematik bond sendiri, sebelumnya kami juga sudah pernah menerbitkan untuk tematik bond ini. Dan memang minat investornya masih cukup baik terkait dengan isu-isu yang kami lakukan di tahun kemarin untuk sustainability bond. Jadi rasanya memang dari masyarakat sendiri, dari institusi juga, waktu kami menerbitkan di tahun kemarin, minatnya cukup baik sih," jelas Aradita.

Peran PT SMI dalam Pasar Surat Utang Domestik

PT SMI telah aktif menjadi salah satu penerbit obligasi yang terpercaya di pasar surat utang domestik sejak pertama kali melakukan penerbitan pada 2014. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, PT SMI telah merilis berbagai instrumen obligasi, termasuk Green Bond, Sustainability Bond, Sukuk Mudharabah, dan yang terbaru adalah penerbitan zero-coupon bond pada 2025. 

Sampai dengan 2025, total dana yang berhasil dihimpun oleh perusahaan melalui penerbitan obligasi domestik telah mencapai lebih dari Rp 50 triliun.

Angka tersebut mencerminkan posisi PT SMI yang semakin kuat di mata investor, dengan reputasi yang telah terbukti di pasar. Dengan terus melakukan diversifikasi instrumen obligasi, PT SMI berhasil menarik minat dari berbagai kalangan, mulai dari investor institusi hingga individu, yang mendukung kelancaran pendanaan pembangunan infrastruktur nasional.

"Sejak pertama kali menerbitkan obligasi pada 2014, kami terus berkomitmen untuk menjadi salah satu emiten yang kredibel dan terpercaya oleh para investor. Dengan lebih dari Rp 50 triliun dana yang telah dihimpun, kami memastikan bahwa PT SMI tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi para investor domestik," tambah Aradita.

Diversifikasi Pendanaan untuk Proyek Infrastruktur Nasional

Aradita juga mengungkapkan bahwa dalam jangka panjang, PT SMI akan terus fokus pada diversifikasi sumber-sumber pendanaan. 

Perusahaan tidak hanya akan memperluas kerjasama dengan berbagai lembaga keuangan domestik dan pemerintah, tetapi juga berupaya memberikan ruang bagi masyarakat umum untuk turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional melalui berbagai instrumen keuangan yang ada.

"Dengan portofolio pembiayaan yang menghasilkan multiplier effect besar terhadap perekonomian, kami berkomitmen memastikan setiap upaya pendanaan tetap relevan dan selaras dengan kebutuhan pembangunan," ujar Aradita. 

Hal ini menunjukkan komitmen PT SMI untuk tetap berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia, dengan melibatkan banyak pihak dan memanfaatkan berbagai saluran pendanaan.

Komitmen PT SMI Terhadap Keberlanjutan dan Isu Sosial

Selain fokus pada pendanaan untuk infrastruktur, PT SMI juga memiliki perhatian besar terhadap isu-isu keberlanjutan. Salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut adalah penerbitan sustainability bond yang tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan sektor infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aspek sosial dan lingkungan. 

Penerbitan obligasi berkelanjutan ini menjadi salah satu langkah PT SMI dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang telah menjadi prioritas global.

Dari sisi investor, instrumen seperti sustainability bond memberikan kesempatan untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif. 

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, instrumen ini mendapatkan sambutan yang baik dari pasar dan semakin diperhitungkan dalam strategi pendanaan PT SMI.

Langkah Strategis PT SMI Menuju Masa Depan

Ke depan, PT SMI berencana untuk terus meningkatkan kapasitas pendanaannya agar dapat mendukung berbagai proyek infrastruktur penting di Indonesia. Keberlanjutan dan diversifikasi instrumen pendanaan menjadi dua pilar utama yang akan menjadi fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Aradita mengakhiri sesi media briefing dengan menegaskan bahwa PT SMI berkomitmen untuk terus menjaga kredibilitasnya di mata investor dan memperluas jangkauan pendanaan dengan melibatkan lebih banyak pihak dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur. 

Hal ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang dapat memberikan manfaat langsung bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index