Kredit

Optimis Targetkan Pertumbuhan Kredit 10-12 % OJK Pada 2026

Optimis Targetkan Pertumbuhan Kredit 10-12 % OJK Pada 2026
Optimis Targetkan Pertumbuhan Kredit 10-12 % OJK Pada 2026

JAKARTA - Industri keuangan Indonesia semakin menunjukkan kinerja yang solid dan optimis dalam menghadapi tahun 2026.

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan pencapaian positif pada sektor perbankan sepanjang tahun 2025, di mana penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan yang signifikan. 

Berbekal hasil yang menggembirakan itu, OJK menargetkan pencapaian lebih tinggi untuk tahun 2026, dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang lebih agresif dan target DPK yang tetap stabil.

Dengan capaian yang mencapai hampir 10.000 triliun rupiah untuk kontribusi industri keuangan terhadap PDB nasional, OJK sangat optimis akan keberlanjutan sektor ini. 

Hal ini pun semakin memantapkan keyakinan bahwa sektor jasa keuangan memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian Indonesia lebih lanjut, bahkan di tengah tantangan global dan domestik.

Pencapaian Industri Keuangan 2025 Menjadi Modal Utama

Sepanjang tahun 2025, sektor keuangan Indonesia tercatat berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Penyaluran kredit yang mencapai Rp 8.585,8 triliun tumbuh sebesar 9,63% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Capaian ini sejalan dengan proyeksi OJK yang memasang target pertumbuhan kredit di angka 9% hingga 10% untuk tahun tersebut.

Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, menegaskan bahwa pencapaian ini memberikan gambaran yang baik mengenai kekuatan sektor jasa keuangan, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat mencapai 5,11% yoy pada 2025. Kontribusi total industri keuangan terhadap PDB pada tahun itu pun mencapai angka Rp 9.840 triliun.

Hasil yang diraih ini menjadi dasar bagi optimisme OJK untuk menetapkan target yang lebih tinggi pada tahun 2026, meski tantangan global dan domestik masih ada. 

Pencapaian ini pun mengukuhkan peran industri keuangan dalam menopang perekonomian nasional melalui pemenuhan kebutuhan pembiayaan dan penciptaan lapangan kerja.

Target Pertumbuhan Kredit 2026 yang Ambisius

Mengacu pada hasil positif tahun 2025, OJK memasang target pertumbuhan kredit yang lebih tinggi untuk tahun 2026, yaitu di kisaran 10% hingga 12%. Target yang lebih ambisius ini menunjukkan optimisme OJK terkait potensi industri keuangan yang masih besar, meski dihadapkan dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Friderica menjelaskan bahwa meskipun dihadapkan dengan ketidakpastian ekonomi global dan faktor internal yang dinamis, OJK tetap yakin sektor keuangan Indonesia dapat berkembang lebih pesat pada 2026. 

"Kami optimistis bahwa sektor jasa keuangan akan tetap tumbuh secara berkelanjutan," kata Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) yang diadakan pada awal Februari 2026.

Hal ini mencerminkan keyakinan OJK bahwa berbagai kebijakan yang diambil selama ini, termasuk penyesuaian regulasi dan pemberian insentif sektor keuangan, akan membuahkan hasil yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan kredit dan daya beli masyarakat.

Dana Pihak Ketiga dan Kinerja Perbankan yang Solid

Selain target pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, OJK juga menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada rentang 7% hingga 9%. 

Meskipun target tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan capaian penghimpunan DPK pada tahun 2025 yang berhasil mencapai Rp 10.059,2 triliun (tumbuh 13,83% yoy), OJK tetap optimis bahwa sektor ini dapat menunjukkan kinerja yang solid.

Capaian penghimpunan DPK yang tinggi pada 2025 menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan Indonesia yang semakin meningkat. 

Di sisi lain, sektor perbankan Indonesia tercatat memiliki kecukupan modal yang sangat baik. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan tercatat sebesar 25,89%, yang menunjukkan bahwa sektor perbankan Indonesia cukup siap untuk menghadapi berbagai tantangan dan memastikan kelancaran pembiayaan di pasar.

Selain itu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan Indonesia juga tercatat stabil di level 85,4%, yang mencerminkan keseimbangan yang sehat antara dana yang dihimpun dan penyaluran kredit. 

Kinerja ini menunjukkan bahwa sektor perbankan Indonesia berada dalam kondisi yang solid dan mampu mendukung perekonomian nasional dengan efisien.

Prospek Sektor Keuangan dalam Menyongsong 2026

Sektor jasa keuangan di Indonesia kini semakin menunjukkan ketahanan dan daya saingnya, berkat kebijakan yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. OJK berkomitmen untuk terus memperkuat sektor ini, guna menghadapi tantangan ekonomi global yang masih tidak pasti. 

Target pertumbuhan kredit yang lebih tinggi pada 2026 akan menjadi salah satu pendorong utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan sektor perbankan yang solid dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan, OJK yakin sektor ini akan terus berkembang dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian Indonesia. 

Selain itu, perbankan yang lebih inklusif dan pelayanan keuangan digital yang semakin meluas akan membuka peluang baru untuk sektor keuangan di Indonesia, memperkuat daya tariknya sebagai tujuan investasi global.

Secara keseluruhan, sektor keuangan Indonesia berpotensi untuk terus berkembang pesat pada 2026, didorong oleh kebijakan yang tepat dan stabilitas sektor perbankan yang terus terjaga. 

Dengan target pertumbuhan kredit yang optimis dan proyeksi DPK yang positif, OJK berkomitmen untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan sektor jasa keuangan. Ke depan, sektor ini diharapkan dapat semakin berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index