JAKARTA - Pergerakan harga logam mulia kembali menjadi sorotan pada perdagangan hari ini.
Tidak hanya emas, harga perak PT Aneka Tambang Tbk atau Antam juga menunjukkan penguatan yang mengikuti tren kenaikan emas Antam. Kondisi ini mencerminkan sentimen positif di pasar logam mulia, meskipun volatilitas jangka pendek masih membayangi pergerakan harga secara global dan domestik.
Kenaikan harga perak Antam hari ini menjadi sinyal bahwa minat investor terhadap aset lindung nilai tetap terjaga. Seiring dengan itu, proyeksi jangka menengah hingga panjang untuk emas dan perak masih dipandang positif oleh sejumlah lembaga keuangan global, terutama di tengah tren diversifikasi aset dan ketidakpastian ekonomi dunia.
Pergerakan Harga Perak Antam Hari Ini
Harga perak PT Aneka Tambang hari ini, Rabu 4 Februari 2025, tercatat mengalami kenaikan. Penguatan ini terjadi seiring dengan menguatnya harga emas Antam yang lebih dulu mencatatkan lonjakan signifikan. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam naik sebesar Rp 600 per gram.
Dengan kenaikan tersebut, harga perak Antam kini berada di level Rp 54.500 per gram, dari sebelumnya Rp 53.900 per gram. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pergerakan harga perak masih selaras dengan dinamika emas, yang sering dijadikan acuan utama bagi logam mulia lainnya di pasar domestik.
Harga Perak Batangan dan Ketersediaan Stok
Selain perak satuan gram, Antam juga menyediakan perak dalam bentuk batangan dengan ukuran yang lebih besar. Untuk perak batangan ukuran 250 gram, harga yang ditawarkan mencapai Rp 14,025 juta. Sementara itu, perak batangan ukuran 500 gram dijual dengan harga Rp 27,25 juta.
Namun demikian, berdasarkan informasi yang tersedia, stok untuk perak batangan 250 gram dan 500 gram saat ini masih kosong. Kondisi keterbatasan stok ini kerap terjadi ketika permintaan meningkat, terutama saat harga logam mulia berada dalam tren naik dan menarik minat investor jangka menengah.
Kenaikan Harga Emas Antam Dorong Sentimen Positif
Sejalan dengan pergerakan perak, harga emas Antam juga mencatatkan kenaikan cukup tajam. Harga emas Antam hari ini naik sebesar Rp 102.000 dan berada di level Rp 2,94 juta per gram. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga emas sempat mengalami penurunan signifikan dalam beberapa sesi perdagangan.
Sebagai catatan, harga emas Antam tertinggi tercatat pada level Rp 3,168 juta per gram pada 29 Januari 2026. Pergerakan harga yang fluktuatif ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar emas terhadap sentimen global, termasuk kebijakan moneter, pergerakan dolar Amerika Serikat, serta kondisi geopolitik.
Perkembangan Harga Buyback Emas Antam
Tidak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan. Pada perdagangan hari ini, harga buyback emas Antam naik sebesar Rp 86.000 menjadi Rp 2,710 juta per gram. Kenaikan harga buyback ini memberikan sinyal positif bagi investor yang telah memiliki emas dan ingin mencermati peluang realisasi keuntungan.
Harga buyback menjadi salah satu indikator penting bagi investor ritel, karena mencerminkan nilai likuidasi emas di pasar domestik. Dengan meningkatnya harga buyback, emas Antam tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang relatif aman di tengah ketidakpastian pasar keuangan.
Proyeksi Harga Emas Global dari JPMorgan
Prospek emas dalam jangka menengah hingga panjang dinilai masih sangat menjanjikan. JPMorgan, dalam catatan riset terbarunya, memperkirakan harga emas berpotensi mencapai US$ 6.300 per troy ons pada akhir 2026. Proyeksi ini didasarkan pada permintaan yang terus berlanjut dari bank sentral dan investor global.
Perusahaan pialang tersebut juga memproyeksikan pembelian emas oleh bank sentral dunia akan mencapai sekitar 800 ton pada 2026. Tren diversifikasi cadangan devisa yang masih berlangsung dinilai menjadi faktor utama pendorong permintaan emas, dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Prospek Logam Mulia di Tengah Volatilitas
Menurut JPMorgan, meskipun pasar logam mulia masih berpotensi mengalami volatilitas dalam jangka pendek, prospek emas dan perak dalam jangka menengah tetap sangat positif. Hal ini didukung oleh tren struktural diversifikasi aset yang terus berlanjut di berbagai negara, baik oleh bank sentral maupun investor institusi.
Di sisi lain, kinerja aset riil seperti emas dan perak dinilai masih lebih unggul dibandingkan aset berbasis kertas, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini membuat logam mulia tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai dan stabilitas portofolio.
Kenaikan harga perak Antam hari ini yang mengikuti lonjakan emas menunjukkan bahwa sentimen positif di pasar logam mulia domestik masih terjaga. Dengan dukungan prospek global yang kuat, pergerakan harga emas dan perak ke depan akan terus menjadi perhatian utama pelaku pasar dan investor ritel di Indonesia.