Energi

Gapmmi Nilai Menperin Di DEN Perkuat Kepastian Energi Industri

Gapmmi Nilai Menperin Di DEN Perkuat Kepastian Energi Industri
Gapmmi Nilai Menperin Di DEN Perkuat Kepastian Energi Industri

JAKARTA - Kepastian pasokan dan harga energi menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan industri manufaktur nasional, khususnya sektor makanan dan minuman. 

Dalam konteks ini, Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memandang penunjukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) sebagai langkah strategis yang memberi sinyal positif bagi dunia usaha.

Keberadaan Menperin di DEN dinilai mampu menjembatani kepentingan sektor industri dengan kebijakan energi nasional. Dengan pengalaman panjang di bidang perindustrian, Agus dianggap memiliki pemahaman komprehensif mengenai kebutuhan energi yang stabil, terjangkau, dan berkelanjutan bagi pelaku industri.

Pengalaman Industri Jadi Modal Kebijakan Energi

Ketua Umum Gapmmi Adhi Lukman menegaskan bahwa latar belakang dan rekam jejak Menperin di sektor industri menjadi nilai tambah penting dalam perumusan kebijakan energi nasional. 

Menurutnya, pemahaman langsung terhadap tantangan industri akan membantu DEN menghasilkan kebijakan yang lebih realistis dan aplikatif.

“Menperin merupakan sosok yang memahami betul dinamika industri manufaktur Indonesia. Beliau memiliki pengalaman panjang dalam membina sektor industri serta mengetahui secara langsung tantangan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk kebutuhan akan energi yang terjangkau untuk mendorong produktivitas dan daya saing,” kata Adhi.

Gapmmi menilai bahwa kebijakan energi tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan industri. Tanpa dukungan energi yang memadai, upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing produk dalam negeri akan sulit diwujudkan. 

Oleh karena itu, kehadiran Menperin di DEN diharapkan mampu memperkuat perspektif industri dalam pengambilan keputusan strategis.

Harmonisasi Energi Dan Industri Diperlukan

Lebih lanjut, Adhi menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan energi dan industri, terutama di tengah tantangan global dan proses transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan yang dihasilkan tidak saling bertabrakan.

“Dengan posisi barunya di DEN, Menperin Agus diharapkan mampu memperjuangkan harmonisasi kebijakan energi dan industri agar saling mendukung, terutama dalam menghadapi transisi energi dan tantangan global menuju produksi rendah emisi. Kehadirannya juga diharapkan dapat memperkuat advokasi untuk ketersediaan energi yang konsisten, termasuk listrik dan gas, yang sangat menentukan keberlanjutan kegiatan industri,” lanjut Adhi.

Gapmmi berpandangan bahwa industri membutuhkan kepastian jangka panjang terkait pasokan energi. Tanpa kepastian tersebut, pelaku usaha akan kesulitan menyusun perencanaan investasi dan ekspansi, khususnya di sektor makanan dan minuman yang bersifat padat energi.

Ketahanan Energi Penopang Industri Pangan

Gapmmi juga menilai peran DEN sangat krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik industri makanan dan minuman yang sangat bergantung pada energi dalam setiap tahapan produksinya.

Seluruh proses produksi, mulai dari pemanasan, pendinginan, pengeringan, sterilisasi hingga pengemasan, membutuhkan energi yang andal dan berkesinambungan. Selain itu, rantai pendingin atau cold chain juga menjadi elemen vital dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan nasional.

Menurut Adhi, gangguan pasokan energi tidak hanya berdampak pada biaya produksi, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi dan ketersediaan pangan di pasar. Oleh karena itu, kebijakan energi yang menjamin keandalan pasokan menjadi kebutuhan mendesak bagi sektor industri pangan.

Di sisi lain, kepastian energi juga berkontribusi terhadap stabilitas harga produk makanan dan minuman, yang pada akhirnya berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Dorong Efisiensi Dan Transisi Energi

Selain aspek pasokan, Gapmmi berharap kebijakan energi nasional mampu mendorong efisiensi biaya industri. Salah satu isu yang disoroti adalah percepatan realisasi harga gas bumi tertentu (HGBT) bagi sektor makanan dan minuman.

Menurut Adhi, kepastian harga energi, khususnya gas bumi, akan memperkuat daya saing industri baik di pasar domestik maupun global. Biaya energi yang lebih efisien memungkinkan pelaku usaha meningkatkan produktivitas tanpa harus membebani konsumen.

Gapmmi juga berharap DEN turut berperan dalam mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Namun, Adhi mengingatkan bahwa transisi ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi biaya dan infrastruktur.

“Harapan kami untuk DEN juga bantu upayakan percepatan transisi menuju energi terbarukan yang secara biaya investasi awal masih dinilai lebih mahal dibandingkan fosil, meliputi tingginya biaya investasi awal, infrastruktur jaringan yang belum memadai, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung,” kata Adhi.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, sektor energi, dan pelaku industri diyakini mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat, tangguh, dan berkelanjutan. Dengan kebijakan energi yang tepat, ketahanan energi dan ekonomi nasional diharapkan dapat semakin kokoh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index