Petani

Sinergi Strategis Bulog dan TNI Dorong Serapan Gabah Petani Meningkat

Sinergi Strategis Bulog dan TNI Dorong Serapan Gabah Petani Meningkat
Sinergi Strategis Bulog dan TNI Dorong Serapan Gabah Petani Meningkat

JAKARTA - Upaya menjaga hasil panen petani terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis. 

Salah satunya dilakukan Perum Bulog dengan melibatkan aparat TNI Angkatan Darat dalam proses penyerapan gabah. Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal hingga tingkat desa.

Keterlibatan aparat kewilayahan dinilai mampu mempercepat proses di lapangan. Babinsa yang sehari-hari dekat dengan petani memiliki pemahaman kondisi wilayah secara langsung. Hal ini membuat pengawalan penyerapan gabah dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.

Langkah tersebut juga menjadi bentuk dukungan konkret terhadap petani lokal. Dengan pengawalan yang jelas, petani memperoleh kepastian serapan hasil panen. Stabilitas harga dan perlindungan produksi pun menjadi fokus utama kebijakan ini.

Peran Babinsa di Tingkat Desa

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan pentingnya peran Babinsa dalam sinergi ini. Menurutnya, keterlibatan aparat TNI AD memiliki nilai strategis dalam mendukung penyerapan gabah. Kehadiran Babinsa memastikan proses berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran.

“Sinergi BULOG dengan TNI AD, khususnya melalui peran Babinsa di lapangan, sangat penting untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran,” ujar Rizal. Pernyataan ini menegaskan fokus Bulog dalam memperkuat pendampingan petani. Dukungan lapangan menjadi kunci dalam masa panen raya.

Babinsa yang dekat dengan petani membantu pengawasan secara langsung. Keberadaan mereka mempermudah koordinasi dan komunikasi di lapangan. Informasi terkait kondisi panen dapat diperoleh lebih cepat dan akurat.

Kepastian Harga dan Perlindungan Petani

Rizal menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan memberi kepastian bagi petani. Bulog ingin memastikan hasil panen terserap dengan harga yang wajar. Dengan pendampingan Babinsa, berbagai kendala di lapangan dapat diantisipasi lebih dini.

“Kami ingin memastikan petani mendapatkan kepastian serapan dan harga yang wajar,” tambahnya. Ia menilai pengawalan ini mampu melindungi hasil panen petani. Risiko penurunan harga akibat keterlambatan serapan dapat ditekan.

Selain itu, Bulog memperoleh data lapangan yang lebih responsif. Informasi tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat. Proses penyerapan pun disesuaikan dengan kondisi riil di daerah.

Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

Rizal menegaskan bahwa sinergi ini bukan sekadar langkah jangka pendek. Kerja sama Bulog dan TNI AD menjadi bagian dari upaya jangka panjang. Tujuannya memperkuat kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.

“Penyerapan gabah bukan hanya soal stok, tetapi juga tentang keberpihakan kepada petani dan keberlanjutan sistem pangan nasional,” tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan visi strategis Bulog. Ketahanan pangan dipandang sebagai fondasi penting negara.

Melalui penguatan serapan gabah, rantai pasok pangan diharapkan semakin stabil. Petani mendapat perlindungan, sementara stok nasional tetap terjaga. Sinergi lintas sektor menjadi kunci menuju swasembada pangan.

Target Serapan dan Dukungan Produksi

Bulog mendapat mandat untuk menyerap 4 juta ton beras produksi lokal sepanjang tahun ini. Mandat tersebut didukung pembiayaan sebesar Rp 39,1 triliun. Dana ini digunakan untuk menopang pelaksanaan tugas penyerapan.

Pemerintah menilai target tersebut realistis untuk dicapai. Proyeksi peningkatan produksi di masa panen menjadi faktor pendukung utama. Kerja sama lintas lembaga memperkuat optimisme pencapaian target.

“Target serapan gabah dan beras sebesar 4 juta ton merupakan target Bulog yang kita dukung bersama,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia menyampaikan keyakinan target tersebut dapat tercapai. Kerja sama solid dinilai menjadi kunci keberhasilan.

Produksi Nasional dan Stok Pemerintah

Peningkatan produksi nasional turut mendukung kebijakan penyerapan. Luas tanam padi tercatat meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini memberikan peluang peningkatan produksi gabah secara nasional.

Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras mencapai 34,7 juta ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini memperkuat ketersediaan pasokan dalam negeri.

Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah berada pada level historis. Capaian ini mencerminkan pengelolaan stok yang semakin baik. Sinergi Bulog, TNI, dan pemerintah menjadi penopang utama keberhasilan tersebut.

Dukungan Pembiayaan untuk Mandat Bulog

Bulog juga mendapat mandat menyerap 1 juta ton jagung. Untuk menjalankan tugas tersebut, pendanaan disiapkan melalui skema pinjaman operator investasi pemerintah. Skema ini dinilai tidak memberatkan operasional Bulog.

“Untuk pengadaan beras 4 juta ton dan 1 juta ton jagung itu mendapat dukungan Rp 39,1 triliun,” kata Rizal. Ia menyebut skema pembiayaan ini sangat membantu. Beban bunga yang ringan menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Rizal menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. Menurutnya, pembiayaan ini memungkinkan Bulog menjalankan mandat secara optimal. Dengan dukungan tersebut, penguatan ketahanan pangan nasional dapat terus berlanjut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index