Emas Syariah

Pembiayaan Emas Syariah Bank Muamalat Melonjak Lewat Digitalisasi

Pembiayaan Emas Syariah Bank Muamalat Melonjak Lewat Digitalisasi
Pembiayaan Emas Syariah Bank Muamalat Melonjak Lewat Digitalisasi

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai terus menunjukkan tren positif. Di tengah fluktuasi ekonomi global dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya diversifikasi aset, emas tetap menjadi pilihan investasi yang dinilai stabil dan likuid. 

Kondisi ini dimanfaatkan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dengan mempercepat transformasi digital pada produk pembiayaan kepemilikan emas syariah.

Melalui produk Solusi Emas Hijrah, Bank Muamalat kini menghadirkan kemudahan pembiayaan logam mulia emas yang dapat diakses sepenuhnya secara digital melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN. Inovasi ini membuat proses pengajuan menjadi lebih cepat, praktis, dan fleksibel, sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat yang semakin terbiasa dengan transaksi berbasis aplikasi.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi menilai digitalisasi pembiayaan emas menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi perseroan di segmen konsumer, sekaligus menjawab kebutuhan nasabah akan layanan perbankan yang efisien dan mudah diakses.

Solusi Emas Hijrah Jadi Andalan Baru

Ricky menjelaskan, terobosan digital melalui Muamalat DIN diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap pembiayaan emas syariah. Selain itu, langkah ini diyakini dapat memperluas basis nasabah Bank Muamalat, khususnya di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.

“Pembiayaan emas lewat Muamalat DIN ini dapat menjadi game changer untuk memasarkan dan meningkatkan portofolio pembiayaan emas Bank Muamalat. Dengan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, kami telah melengkapi pembiayaan emas ini dengan asuransi sebagai mitigasi risiko akibat fluktuasi harga emas,” ujar Ricky.

Ia optimistis pembiayaan emas akan menjadi salah satu fokus utama bisnis segmen konsumer Bank Muamalat pada tahun ini. Optimisme tersebut didorong oleh posisi emas sebagai aset likuid yang relatif stabil, sekaligus instrumen diversifikasi investasi yang diminati berbagai kalangan masyarakat.

Menurut Ricky, digitalisasi layanan pembiayaan emas juga menjadi pintu masuk untuk menjangkau nasabah generasi muda. Tren transaksi perbankan yang semakin bergeser ke layanan digital membuat pendekatan berbasis aplikasi dinilai lebih relevan dan efektif dalam menarik minat segmen ini.

Kemudahan Proses Melalui Muamalat DIN

Selain menghadirkan konsep digital, Bank Muamalat juga memastikan proses pengajuan pembiayaan emas tetap sederhana dan mudah dipahami. Ricky menjelaskan, nasabah cukup melakukan log in ke aplikasi Muamalat DIN, memilih menu “Pembiayaan”, kemudian mengklik “Ajukan Pembiayaan Baru” dan mengikuti petunjuk transaksi yang tersedia.

Dengan alur yang ringkas tersebut, nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang untuk memulai proses pengajuan. Hal ini dinilai dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi, baik bagi nasabah maupun bagi bank dalam mengelola operasional layanan.

Bank Muamalat melihat penetrasi produk Solusi Emas Hijrah masih sangat terbuka lebar. Oleh karena itu, perseroan berkomitmen untuk terus mendorong inklusi pembiayaan emas syariah, tidak hanya kepada nasabah eksisting, tetapi juga kepada masyarakat luas yang selama ini belum tersentuh layanan pembiayaan emas berbasis syariah.

Pendekatan digital ini juga sejalan dengan upaya Bank Muamalat dalam memperkuat ekosistem layanan syariah yang modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian yang menjadi fondasi utama perbankan syariah.

Lonjakan Kinerja Pembiayaan Emas

Kinerja pembiayaan emas Bank Muamalat sepanjang 2025 mencerminkan keberhasilan strategi tersebut. Hingga Desember 2025, pembiayaan Solusi Emas Hijrah tercatat melonjak 33 kali lipat secara tahunan atau year on year, dengan nilai pertumbuhan mencapai Rp 1,1 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan nilai pembiayaan, jumlah rekening pembiayaan emas juga mengalami peningkatan signifikan. Secara tahunan, jumlah rekening melonjak 1.218% menjadi 24.335 rekening. 

Capaian ini menunjukkan kuatnya minat masyarakat terhadap pembiayaan emas syariah, sekaligus menegaskan efektivitas strategi digital yang dijalankan Bank Muamalat.

Lonjakan tersebut menjadi indikator bahwa produk pembiayaan emas syariah tidak hanya diminati sebagai sarana kepemilikan logam mulia, tetapi juga sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang. 

Dengan kemudahan akses dan proses yang transparan, Bank Muamalat optimistis tren pertumbuhan ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Ke depan, Bank Muamalat berencana terus memperkuat layanan digital dan inovasi produk agar pembiayaan emas dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja bisnis perseroan, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index