BCA

Kinerja Kredit BCA Terus Menguat dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2025

Kinerja Kredit BCA Terus Menguat dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2025
Kinerja Kredit BCA Terus Menguat dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2025

JAKARTA - Pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2025 menunjukkan sinyal positif bagi perekonomian nasional. 

PT Bank Central Asia Tbk bersama entitas anak mencatatkan ekspansi pembiayaan yang solid di berbagai sektor. Capaian ini menegaskan peran BCA dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Total kredit yang disalurkan BCA hingga akhir 2025 mencapai Rp993 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,7 persen secara tahunan dengan rata-rata pertumbuhan kredit sebesar 10,8 persen sepanjang tahun. Peningkatan ini mencerminkan strategi pembiayaan yang konsisten dan terukur.

Pertumbuhan kredit BCA tidak terlepas dari dukungan kondisi ekonomi yang relatif stabil. Permintaan pembiayaan dari dunia usaha dan rumah tangga tetap terjaga. Hal ini memperkuat posisi BCA sebagai salah satu bank dengan kinerja kredit terbesar di Indonesia.

Penyaluran Kredit ke Berbagai Sektor

Penyaluran kredit BCA tersebar ke beragam sektor ekonomi strategis. Sektor manufaktur, perdagangan, restoran, dan perhotelan menjadi penerima utama pembiayaan. Selain itu, segmen rumah tangga juga terus mendapatkan dukungan pembiayaan.

Langkah penyaluran kredit ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendorong aktivitas ekonomi. Pembiayaan yang merata membantu menjaga kesinambungan pertumbuhan sektor riil. Strategi ini juga mendukung pemulihan dan ekspansi usaha di berbagai bidang.

Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Dana CASA meningkat 13,1 persen secara tahunan hingga mencapai Rp1.045 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan BCA.

Apresiasi dan Komitmen Perseroan

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, menyampaikan apresiasi kepada para nasabah. Ia menilai kepercayaan yang diberikan menjadi fondasi penting bagi kinerja perseroan. Dukungan pemerintah dan otoritas turut menjaga stabilitas sepanjang tahun.

“Kami terus berupaya hadir memenuhi kebutuhan nasabah melalui berbagai inisiatif dan kegiatan, seperti penyelenggaraan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, hingga Gebyar Hadiah BCA. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kinerja perseroan, tetapi juga menjadi wujud kontribusi BCA bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan BCA kepada nasabah dan pelaku usaha. Program yang dijalankan bertujuan memperluas akses pembiayaan dan layanan. Upaya ini juga memperkuat hubungan jangka panjang antara bank dan nasabah.

Kinerja Pembiayaan dan Kualitas Aset

Dari sisi pembiayaan, kredit usaha BCA tumbuh 9,9 persen secara tahunan. Nilai kredit usaha mencapai Rp756,5 triliun hingga akhir 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan peran BCA dalam mendukung aktivitas produktif.

Pembiayaan konsumer tercatat sebesar Rp224,1 triliun. Angka tersebut ditopang oleh kredit pemilikan rumah senilai Rp142,3 triliun. Selain itu, kredit kendaraan bermotor mencapai Rp56,6 triliun.

BCA juga mulai mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025. Langkah ini memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Program tersebut melengkapi portofolio pembiayaan konsumer BCA.

Kualitas aset tetap terjaga sepanjang 2025. Rasio loan at risk membaik ke level 4,8 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah terkendali di angka 1,7 persen.

Pencadangan terhadap risiko kredit juga berada pada level yang memadai. Hal ini menunjukkan kehati-hatian BCA dalam pengelolaan pembiayaan. Strategi tersebut menjaga stabilitas kinerja keuangan perseroan.

Pembiayaan Berkelanjutan dan Digitalisasi

BCA terus memperkuat pembiayaan berkelanjutan dalam portofolionya. Kredit ke sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen secara tahunan menjadi Rp255 triliun. Nilai tersebut setara dengan 25,8 persen dari total pembiayaan.

Pembiayaan energi baru terbarukan meningkat signifikan menjadi Rp6,2 triliun. Kredit kendaraan listrik juga tumbuh 53 persen secara tahunan hingga mencapai Rp3,6 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan komitmen BCA terhadap transisi energi.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga tumbuh 10,2 persen secara tahunan. Nilai DPK mencapai Rp1.249 triliun sepanjang 2025. Pertumbuhan ini memperkuat likuiditas perseroan.

Frekuensi transaksi BCA meningkat 17 persen secara tahunan menjadi 42 miliar transaksi. Lonjakan terjadi pada layanan mobile dan internet banking. Hal ini menunjukkan pergeseran preferensi nasabah ke layanan digital.

Pendapatan bunga bersih tumbuh 4,1 persen secara tahunan. Pendapatan non-bunga meningkat lebih tinggi sebesar 16 persen. Kinerja tersebut mendorong kenaikan pendapatan operasional 5,4 persen.

Secara keseluruhan, laba bersih BCA tumbuh 4,9 persen menjadi Rp57,5 triliun. Kinerja ini mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko. BCA terus menjaga fundamental bisnis yang solid.

Inovasi digital terus dikembangkan melalui aplikasi myBCA. Berbagai fitur baru ditambahkan, termasuk QRIS Tap via NFC dan pembayaran zakat. Dukungan multi-valuta dan pembelian tiket juga melengkapi layanan.

Implementasi teknologi kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan. Teknologi ini membantu memperkuat keamanan transaksi. Efisiensi operasional juga semakin optimal melalui inovasi digital.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index