Proyek MRT

Rekayasa Lalu Lintas Di Thamrin Dukung Pekerjaan Proyek MRT

Rekayasa Lalu Lintas Di Thamrin Dukung Pekerjaan Proyek MRT
Rekayasa Lalu Lintas Di Thamrin Dukung Pekerjaan Proyek MRT

JAKARTA - Pembangunan proyek MRT Fase 2 Segmen CP-205 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, terus berlanjut dengan menerapkan rekayasa lalu lintas yang mempengaruhi area Thamrin Entrance 4. 

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan pengaturan khusus guna mendukung kelancaran pekerjaan pengecoran yang berlangsung sepanjang waktu. 

Pekerjaan konstruksi yang melibatkan aktivitas keluar-masuk truk mixer ini akan berlangsung hingga Oktober 2026. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan setiap hari mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Tujuan dan Rencana Rekayasa Lalu Lintas

Rekayasa lalu lintas yang diterapkan di sekitar lokasi proyek ini bertujuan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan selama proses pengecoran berlangsung. 

Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menjelaskan bahwa pekerjaan pengecoran ini memerlukan pengaturan khusus, karena adanya lalu lintas truk mixer yang keluar masuk lokasi pekerjaan. 

"Pekerjaan pengecoran ini membutuhkan pengaturan lalu lintas karena adanya aktivitas keluar-masuk truk mixer di sekitar lokasi pekerjaan," ujar Syafrin.

Untuk meminimalisir gangguan pada arus lalu lintas, area tunggu untuk truk mixer telah disiapkan di kawasan Thamrin 10, agar tidak ada kendaraan yang parkir di badan jalan. Ini diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan, yang seringkali terjadi ketika truk parkir sembarangan. 

Selain itu, pengaturan ini juga akan menghindari penumpukan kendaraan yang bisa menyebabkan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas di sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

Pengaturan Waktu Pekerjaan agar Tidak Mengganggu Aktivitas Lain

Rekayasa lalu lintas ini akan berlangsung setiap malam, mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB, yang dipilih untuk meminimalisir dampak terhadap kegiatan sehari-hari masyarakat. 

Syafrin menambahkan bahwa Dishub DKI Jakarta juga telah menyesuaikan jadwal pengecoran agar tidak bertabrakan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), yang biasanya digelar di ruas Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman.

"Hari Bebas Kendaraan Bermotor adalah salah satu acara rutin yang sudah menjadi kegiatan penting bagi masyarakat Jakarta. Oleh karena itu, kami pastikan agar pekerjaan pengecoran tidak mengganggu pelaksanaan HBKB," ujar Syafrin.

Melalui pengaturan ini, Dishub berharap dapat menjaga keseimbangan antara kelancaran pembangunan dan kenyamanan publik yang menggunakan jalan tersebut, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun untuk kegiatan rutin yang mendukung kualitas hidup di Jakarta.

Penyesuaian Area Parkir dan Arus Lalu Lintas

Salah satu bagian penting dari rekayasa lalu lintas ini adalah pengaturan parkir di sekitar lokasi proyek. Area parkir yang berada di dekat lokasi pengecoran, khususnya di sekitar Thamrin Entrance 4, telah dibatasi untuk mencegah kemacetan. 

Sebelumnya, banyak kendaraan yang parkir di sepanjang jalan yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas, apalagi dengan aktivitas truk mixer yang datang dan pergi secara teratur.

"Untuk mencegah gangguan, kami telah menetapkan bahwa tidak ada kendaraan yang boleh parkir di badan jalan, khususnya di area sekitar lokasi pekerjaan pengecoran," jelas Syafrin. 

Dengan pengaturan yang lebih ketat ini, diharapkan tidak ada kendaraan yang menghalangi truk atau kendaraan lain, yang bisa menyebabkan kemacetan atau penundaan pekerjaan konstruksi.

Imbauan untuk Masyarakat dan Pengguna Jalan

Dishub DKI Jakarta tidak hanya mengatur jalannya proyek dan lalu lintas di sekitar area tersebut, tetapi juga meminta masyarakat untuk selalu mematuhi petunjuk dan arahan yang diberikan oleh petugas di lapangan. 

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan pengecoran ini, mengingat adanya kendaraan besar seperti truk mixer yang sering keluar-masuk.

"Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan selama melintas di sekitar lokasi pekerjaan," ujar Syafrin. 

Dalam hal ini, pihak Dishub DKI Jakarta akan terus memantau kondisi lalu lintas dan melakukan penyesuaian seiring dengan perkembangan proyek yang sedang berlangsung.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pekerja proyek untuk mendukung kelancaran dan keselamatan di area tersebut. 

Dalam rangka mendukung penyelesaian proyek MRT Fase 2 ini, seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan memberikan perhatian khusus pada keselamatan pengguna jalan yang melintas di sekitar area proyek.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index