JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil berbagai langkah untuk mengatasi kemacetan yang menjadi tantangan utama ibu kota.
Strategi yang diterapkan mencakup pengembangan transportasi publik hingga pemberian layanan gratis bagi golongan tertentu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menilai langkah ini sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan mobilitas masyarakat.
Pramono menjelaskan perluasan operasional TransJakarta menjadi TransJabodetabek sebagai salah satu upaya utama.
Rute baru mencakup jalur dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta untuk mengakomodasi arus masuk dan keluar kota. Ia menekankan bahwa pergerakan 4 juta orang setiap hari menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan kebijakan transportasi.
Dengan pengembangan ini, diharapkan kemacetan yang terjadi pada pagi dan sore hari dapat berkurang. Pemprov juga menargetkan peningkatan jumlah pengguna transportasi publik. Kebijakan ini diharapkan mampu mengubah perilaku warga agar lebih memilih kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi.
Ekspansi Layanan Transportasi Publik
Selain TransJakarta, Pramono memperluas golongan masyarakat yang bisa memanfaatkan transportasi publik secara gratis. Langkah ini diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2025 tentang Pemberian Layanan Angkutan Umum Massal Gratis. Tujuannya adalah mendorong lebih banyak warga menggunakan kendaraan umum untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
Kebijakan tersebut telah diterapkan sejak tahun lalu dan menunjukkan tren positif. Pramono menilai penggunaan kendaraan publik mulai meningkatkan efisiensi mobilitas warga. Dengan demikian, kemacetan di beberapa titik rawan mulai menurun meski masih ada beberapa lokasi yang padat.
Langkah ini juga bertujuan memberikan akses transportasi yang lebih adil dan terjangkau. Warga dari berbagai kalangan dapat menikmati layanan gratis. Hal ini diharapkan mendorong perubahan perilaku masyarakat secara bertahap dalam menggunakan transportasi publik.
Tren Penurunan Kemacetan
Pramono menegaskan tren penurunan kemacetan di Jakarta terlihat dari berbagai survei dan pemantauan. Ia menyebut bahwa meskipun kemacetan masih terjadi, angka keterisian jalan mulai menurun secara perlahan. Hal ini menjadi indikator bahwa strategi transportasi publik yang diterapkan mulai menunjukkan hasil.
Selain itu, langkah-langkah Pemprov juga mencakup perbaikan manajemen lalu lintas dan optimalisasi rute angkutan umum. Penataan kawasan dan pergerakan masyarakat diarahkan agar lebih efisien. Semua upaya ini disinergikan untuk menciptakan Jakarta yang lebih lancar dan nyaman bagi warganya.
Tren penurunan kemacetan juga berdampak positif terhadap produktivitas masyarakat. Waktu perjalanan yang lebih singkat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi stres akibat perjalanan panjang. Hal ini juga menjadi daya tarik bagi investasi dan aktivitas ekonomi di ibu kota.
Anggaran Besar untuk Mobilitas dan Transportasi
Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk fokus pada transportasi dan mobilitas warga. Total anggaran mencapai Rp7,82 triliun untuk pengembangan kawasan berorientasi transit dan layanan transportasi publik. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem transportasi yang lebih modern dan terjangkau.
Rincian anggaran mencakup subsidi untuk berbagai moda transportasi. TransJakarta menerima alokasi Rp3,75 triliun, Bus Sekolah Rp105,38 miliar, MRT Jakarta Rp536,70 miliar, LRT Jakarta Rp325,28 miliar, dan layanan angkutan kapal perairan Rp100,19 miliar.
Alokasi ini bertujuan mendukung operasional yang lebih optimal dan meningkatkan kenyamanan pengguna.
Pramono menekankan bahwa investasi ini bukan hanya untuk memperluas jaringan transportasi. Anggaran juga digunakan untuk memastikan layanan berkualitas dan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan strategi ini, Jakarta diharapkan memiliki sistem transportasi yang modern, efisien, dan inklusif.
Strategi Jangka Panjang Pemprov
Pemprov DKI Jakarta menekankan bahwa upaya pengembangan transportasi publik adalah bagian dari strategi jangka panjang.
Tujuannya adalah mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas, dan mendorong penggunaan kendaraan umum secara berkelanjutan. Pramono percaya bahwa langkah-langkah ini akan memberikan dampak positif pada kualitas hidup warga ibu kota.
Selain itu, integrasi berbagai moda transportasi diharapkan mempermudah pergerakan masyarakat. Jalur TransJabodetabek dan transportasi gratis menjadi contoh nyata kolaborasi antara kebijakan dan anggaran. Strategi ini juga memperlihatkan bahwa pemerintah menempatkan kenyamanan dan keamanan warga sebagai prioritas utama.
Pramono optimistis seluruh program transportasi publik dapat berjalan lancar dengan dukungan masyarakat. Ia menekankan perlunya kesadaran warga untuk menggunakan moda transportasi umum. Dengan komitmen bersama, Jakarta diharapkan menjadi kota yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan bebas kemacetan.