Chandra Asri

Chandra Asri Gelar RUPSLB dan Tunjuk Pengurus Baru 2026

Chandra Asri Gelar RUPSLB dan Tunjuk Pengurus Baru 2026
Chandra Asri Gelar RUPSLB dan Tunjuk Pengurus Baru 2026

JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini, 26 Januari 2026.

Rapat yang berlangsung di Wisma Barito Pacific, Jakarta, ini bertujuan untuk menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan, yaitu penunjukan direktur dan komisaris baru. 

RUPSLB ini hanya memiliki satu mata acara yang berkaitan dengan pengunduran diri dua anggota jajaran top manajemen yang telah mengajukan pengunduran diri pada akhir tahun lalu.

Sesuai dengan keterbukaan informasi yang diterima pada 5 Januari 2026, manajemen TPIA mengumumkan bahwa Suwit Wiwattanawanich, yang menjabat sebagai Direktur, serta Santi Wasanasiri, Komisaris Perseroan, telah mengajukan pengunduran diri mereka yang efektif pada 31 Desember 2025. 

Rapat kali ini akan membahas dan memutuskan hal tersebut, sejalan dengan ketentuan yang berlaku dalam anggaran dasar perseroan.

Pengunduran Diri Manajemen TPIA dan Proses RUPS

Pengunduran diri Suwit Wiwattanawanich dan Santi Wasanasiri menjadi agenda utama dalam RUPSLB yang digelar hari ini. Menurut peraturan yang berlaku, keputusan terkait pengunduran diri ini harus diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). 

Sebelum keputusan tersebut berlaku efektif, kedua pengurus tersebut tetap berkewajiban untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk peraturan pasar modal dan undang-undang yang relevan.

Santi Wasanasiri, yang telah menjabat sebagai Komisaris TPIA sejak 2021, merupakan warga negara Thailand dengan pengalaman luas di industri energi dan petrokimia. 

Sebelumnya, Wasanasiri menghabiskan karir profesionalnya di Thai Oil Public Company Limited, di mana ia mengemban berbagai posisi manajerial. 

Salah satu pengalaman pentingnya adalah menjabat sebagai Wakil Presiden – Manajemen Inovasi dan Keberlanjutan di Thai Oil dari 2013 hingga 2018, serta Wakil Presiden Pengembangan Bisnis S-Curve Baru pada periode berikutnya. 

Selain itu, Wasanasiri juga aktif menjabat sejumlah posisi strategis lainnya, seperti Direktur di Thai Paraxulene Co, Ltd dan LABIX Company Limited, serta Komisaris di PT TOP Investment Indonesia.

Profil Suwit Wiwattanawanich: Kontribusi dan Kariernya

Suwit Wiwattanawanich, yang juga merupakan warga negara Thailand, lahir di Ratchaburi pada 11 November 1970. 

Sebagai seorang profesional yang berkarir di industri petrokimia dan energi, Wiwattanawanich memiliki latar belakang teknik dari King Mongut’s Institute of Technology Ladkrabang. Karirnya dimulai sebagai Manajer Teknik Instrumen di Thai Oil Public Company Limited pada 2011-2012. 

Wiwattanawanich kemudian berperan dalam sejumlah posisi penting di perusahaan tersebut, termasuk menjadi Pejabat Dukungan Teknis serta Manajer Teknik Instrumen (ENIM) dan Fungsional Digitizer antara 2017 hingga 2021.

Sejak bergabung dengan TPIA pada tahun 2021, Suwit Wiwattanawanich menjabat sebagai Direktur Proyek Pemeliharaan dan Teknologi. 

Kontribusinya sangat besar dalam pengelolaan dan pengembangan proyek-proyek teknologi serta pemeliharaan di perusahaan, termasuk dalam proyek-proyek strategis di bidang petrokimia yang berpotensi besar bagi kelangsungan dan pertumbuhan TPIA ke depan. 

Pengunduran dirinya membawa perubahan signifikan dalam struktur manajemen perseroan, yang akan dibahas lebih lanjut dalam RUPSLB hari ini.

Langkah Ke Depan: Penunjukan Pengurus Baru

Dalam RUPSLB yang digelar hari ini, PT Chandra Asri Pacific Tbk. akan membahas langkah-langkah strategis untuk menunjuk pengurus baru yang akan menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Suwit Wiwattanawanich dan Santi Wasanasiri. 

Penunjukan pengurus baru ini diharapkan dapat memberikan arahan baru dan keberlanjutan bagi TPIA dalam menghadapi tantangan di industri petrokimia dan energi. 

Mengingat posisi TPIA sebagai pemain utama dalam industri petrokimia di Indonesia, perubahan di jajaran pengurus ini akan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan daya saing perusahaan.

Proses penunjukan pengurus baru ini sangat penting untuk memastikan bahwa TPIA dapat melanjutkan visi dan misinya dalam menyediakan produk petrokimia berkualitas tinggi dan berkelanjutan. 

Selain itu, pengurus baru diharapkan dapat memperkuat manajemen perusahaan dalam merespons perkembangan pasar dan regulasi yang semakin ketat, serta meningkatkan kinerja keuangan TPIA dalam jangka panjang.

Peran TPIA dalam Industri Petrokimia

Sebagai bagian dari konglomerat Barito Pacific yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. memegang peran penting dalam industri petrokimia Indonesia. 

TPIA tidak hanya fokus pada produksi bahan baku kimia, tetapi juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksinya. 

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah melaksanakan beberapa proyek penting, termasuk pembangunan fasilitas produksi baru dan pemeliharaan pabrik yang bertujuan untuk meningkatkan output dan mengurangi dampak lingkungan.

Perubahan pengurus ini terjadi pada saat yang krusial, di mana sektor petrokimia Indonesia tengah menghadapi tantangan global terkait dengan pasokan energi dan regulasi yang semakin ketat. 

Oleh karena itu, pemilihan pengurus baru yang kompeten dan berpengalaman sangat diperlukan untuk memastikan TPIA dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index