JAKARTA - Genangan banjir masih merendam wilayah Kapuk Muara di Jakarta Utara dengan ketinggian air mencapai puluhan sentimeter.
Kondisi tersebut menghambat aktivitas warga dan memerlukan penanganan cepat dari berbagai pihak. Prajurit TNI bersama petugas gabungan turun langsung membantu warga yang terdampak.
Banjir dipicu oleh hujan yang turun secara intens serta luapan Kali Angke. Air merendam permukiman sehingga warga kesulitan beraktivitas. Kehadiran aparat di lapangan menjadi harapan bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan segera.
Upaya evakuasi difokuskan pada keselamatan warga. Prioritas diberikan kepada kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan. Proses ini dilakukan dengan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan warga.
Keterlibatan Personel dan Peralatan
Danramil 02/Penjaringan Kapten Inf Noldy Delius Stepanus Tana menyampaikan bahwa personel TNI dikerahkan untuk membantu penanganan banjir. Sebanyak 15 prajurit ditugaskan secara langsung di lokasi terdampak. Mereka bekerja sama dengan petugas gabungan lainnya.
Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet untuk menjangkau wilayah yang terendam cukup dalam. Perahu tersebut digunakan mengangkut warga dari titik genangan menuju lokasi aman. Mobilisasi dilakukan secara bergantian agar seluruh warga dapat terbantu.
Selain evakuasi, prajurit juga menyalurkan bantuan makanan. Warga menerima makanan dan camilan untuk memenuhi kebutuhan sementara. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak.
Proses Evakuasi dan Mobilitas Warga
Proses evakuasi berlangsung di beberapa titik yang masih tergenang. Seorang warga lanjut usia tampak dibantu turun dari perahu karet dengan pengawalan petugas. Proses tersebut dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah risiko cedera.
Perahu karet juga dimanfaatkan oleh warga yang hendak berangkat bekerja. Sarana tersebut membantu mobilitas warga di tengah genangan air. Keberadaan perahu sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Personel TNI dan petugas gabungan terus berjaga di lokasi. Mereka memastikan jalur evakuasi tetap aman digunakan. Koordinasi dilakukan agar proses berjalan tertib dan lancar.
Dukungan Kesehatan bagi Warga
Selain evakuasi, TNI juga berkoordinasi dengan pihak kesehatan setempat. Puskesmas Penjaringan dilibatkan untuk mendukung penanganan medis. Tim kesehatan membawa obat-obatan ke lokasi banjir.
Tenaga medis disiagakan untuk memeriksa kondisi kesehatan warga. Pemeriksaan difokuskan pada warga yang mengalami keluhan ringan. Upaya ini dilakukan agar kondisi kesehatan pengungsi tetap terpantau.
Kapten Noldy menegaskan dukungan terhadap tim medis di lapangan. Obat-obatan dibawa ke wilayah dengan genangan air cukup tinggi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan menjangkau seluruh warga.
Kondisi Pengungsi dan Harapan Ke Depan
Warga terdampak dari Jalan Duta Harapan Indah RT 06 RW 02 mengungsi ke Masjid Nurul Jannah. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 91 orang dari berbagai kelompok usia. Mereka terdiri atas laki-laki, perempuan, lansia, anak-anak, dan balita.
Petugas melakukan pendataan serta pengecekan kesehatan secara berkala. Warga yang mengalami flu atau keluhan ringan mendapat penanganan langsung. Tenaga medis disiagakan untuk memastikan kondisi pengungsi tetap stabil.
TNI berharap situasi banjir segera surut agar warga dapat kembali beraktivitas. Dukungan dan kerja sama lintas instansi terus dilakukan. Kehadiran aparat diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.