JAKARTA - Tidur merupakan kunci utama dalam proses pemulihan tubuh. Namun, apabila posisinya keliru, tulang belakang, otot, serta sendi justru dapat mengalami ketegangan yang lebih parah.
Posisi tidur yang paling ideal pada dasarnya merupakan posisi yang mampu menjaga keselarasan tulang belakang mulai dari kepala hingga pinggul. Setiap individu memiliki kebutuhan yang tidak sama, bergantung pada kondisi kesehatan maupun tingkat kenyamanannya. Walau demikian, beberapa posisi memang memberikan manfaat yang lebih optimal.
Tidur menyamping (miring)
Lebih dari 60 persen orang dewasa memilih posisi ini. Seiring bertambahnya usia, tingkat kelenturan tulang belakang akan berkurang sehingga posisi miring dirasa jauh lebih nyaman.
Miring ke kiri vs. kanan: Posisi miring ke kiri lebih direkomendasikan—khususnya bagi penderita asam lambung (GERD) serta ibu hamil—sebab lebih ramah terhadap struktur organ dalam.
Tips nyaman: Gunakan bantal yang pas untuk mengisi celah di antara kepala dan kasur supaya leher tidak menekuk. Selipkan pula bantal tipis di antara kedua lutut agar posisi pinggul tetap sejajar serta tekanan pada punggung bawah dapat berkurang.
Tidur terlentang
Telentang memudahkan tubuh dalam meratakan beban sekaligus menjaga kelurusan alami tulang belakang, sehingga efektif mencegah timbulnya nyeri pada leher, bahu, maupun punggung bawah.
Manfaat ekstra: Menopang tubuh bagian atas atau kepala agar sedikit lebih tinggi mampu membantu mengurangi kebiasaan ngorok, gejala asam lambung, hingga hidung tersumbat.
Tips nyaman: Letakkan bantal tipis pada bawah lutut atau lekukan punggung bawah guna meredakan tekanan di area lumbal. Pastikan bantal kepala dapat menopang lekuk leher tanpa membuatnya terlalu mendongak.
Tidur tengkurap
Ini merupakan posisi yang paling jarang diterapkan (kurang dari 10 persen waktu tidur). Meskipun kurang populer, tidur tengkurap memiliki keunggulan tersendiri, seperti meminimalisasi risiko mendengkur yang kerap terjadi sewaktu tidur telentang.
Meski demikian, posisi ini berpotensi memicu ketegangan di area leher dan tulang belakang jika tidak ditopang dengan benar.
Perlukah mengubah posisi tidur?
Tidak ada satu solusi tunggal yang berlaku bagi semua orang. Mengubah posisi tidur memang dapat memberikan dampak positif, terutama untuk gangguan seperti obstructive sleep apnea (henti napas saat tidur) atau nyeri punggung kronis.
Namun, mengubah kebiasaan posisi tidur bukanlah hal yang mudah. Tubuh secara refleks bakal kembali ke posisi semula sewaktu kamu telah terlelap.
Apabila posisi baru justru menyebabkan ketidaknyamanan atau membuat kamu sering terbangun, sebaiknya berfokus pada posisi yang paling dapat membuat kamu tidur dengan nyenyak.