PADANG - Pemerintah telah mengubah dokumen perencanaan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru seksi Sicincin-Bukittinggi yang melintasi area Kabupaten Agam.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa rute tol Sicincin-Bukittinggi sebelumnya direncanakan melewati kawasan Kubung Putih. Namun, sejumlah warga setempat menyatakan penolakan atas rencana tersebut. Agar proyek strategis nasional ini tetap berjalan lancar, pemerintah bersama pihak terkait langsung merumuskan solusi alternatif terbaik.
"Saya tidak ingin dalam pembangunan jalan tol ini ada masyarakat yang merasa dirugikan. Selagi bisa kami carikan alternatif dan solusinya, maka kami pun carikan solusinya secara bersama. Karena adanya jalan tol ini juga demi masyarakat Sumbar," kata Andre.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian dokumen perencanaan pengadaan tanah menjadi jalan keluar yang disepakati bersama PT Hutama Karya dan Kementerian PU. Skema baru ini menghadirkan jalur bypass yang terhubung langsung dari area exit tol.
Naskah perencanaan anyar menetapkan exit tol berada di kawasan Pasar Amor. Dari lokasi tersebut menuju Simpang Taluk, akan dibangun jalur bypass sepanjang 6,5 kilometer yang dapat diakses secara bebas oleh masyarakat umum.
Kehadiran jalan bypass tersebut dirancang untuk merespons kekhawatiran masyarakat yang merasa wilayah permukiman mereka terbelah oleh lintasan tol. Melalui penyesuaian ini, konstruksi fisik jalan tol seksi Sicincin-Bukittinggi ditargetkan dapat dimulai pada awal 2027.
"Jadi jalan bypass yang 6,5 km itu awalnya untuk jalan tol, tapi untuk menjawab ketakutan masyarakat itu, kami ubah jadi jalan Bypass dan bebas mau lewat sana, dan ada exit tol Pasar Amor. Harapan kami cita-cita masyarakat Sumatra Barat punya bypass dari Pasar Amor sampai Simpang Taluk pun akan terwujud," ujarnya.
Pembangunan rute bypass ini sekaligus menggantikan wacana jalan layang Padang Lua, mengingat fungsinya terbukti efektif dalam memurai kemacetan lalu lintas di kawasan Padang Lua.
Rencana trase baru bakal disosialisasikan secara langsung kepada warga yang desanya terlintasi proyek di Kabupaten Agam. Sosialisasi tersebut akan melibatkan para tokoh masyarakat, niniak mamak, serta seluruh lapisan warga agar terbangun kesamaan pemahaman.
"Minggu depan kami rencanakan bertemu masyarakat di Agam, ada Pemprov Sumbar, Pemkab Agam, Kementerian PU serta PT Hutama Karya juga yang akan turun bertemu bermusyawarah dengan masyarakat," sebutnya.
Bupati Agam Benni Warlis memaparkan bahwa panjang lintasan jalan tol seksi Sicincin-Bukittinggi yang melintasi wilayah Agam diperkirakan mencapai 2 kilometer, tepatnya berada di Kecamatan Sungai Pua.
"Panjang jalan tol yang masuk di wilayah Agam sekitar 2 km dan panjang jalan bypass 6,5 km," jelasnya.
Penolakan dari masyarakat sebelumnya bukan berarti menolak pembangunan infrastruktur, melainkan mencerminkan pentingnya ruang musyawarah untuk mengantisipasi dampak lingkungan maupun sosial dari proyek tol.
"Nah, sekarang setelah rapat bersama Andre Rosiade bersama pemerintah pusat juga, kekhawatiran masyarakat itu pun ada solusinya. Seperti pembangunan exit tol yang dilanjutkan ada jalan Bypass. Solusi ini lah yang kami sampaikan ke masyarakat nantinya," sebut Benni.
Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah bersama masyarakat pada dasarnya mendukung penuh agenda pembangunan nasional tersebut, selama dijalankan melalui koordinasi yang transparan demi menghindari kesalahpahaman.
"Kalau hasil musyawarah nanti itu sesuai wacana yang dibawa, maka 2027 proyek jalan tol bisa dimulai," tutupnya.