JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengawal secara langsung skema percepatan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang khusus ruas Bukittinggi-Sicincin. Proyek ini telah menyepakati perencanaan trase dengan penempatan exit tol di area Pasar Amor, Kabupaten Agam.
Kesepakatan tersebut lahir melalui rapat kooperatif bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah daerah setempat, Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar, serta PT Hutama Karya di Padang. Pertemuan ini diikuti oleh jajaran pejabat daerah beserta perwakilan instansi terkait.
Andre menegaskan bahwa hasil rapat ini berfokus pada perencanaan trase awal yang bakal diproses secara administratif sebelum didiskusikan bersama masyarakat. Poin utamanya adalah penyediaan jalur bypass sepanjang 6,5 kilometer dari Pasar Amor menuju Simpang Taluak.
"Alhamdulillah kami sudah bersepakat mengenai rencana trase, di mana exit tol di Pasar Amor dan membangun bypass. Rencana trase ini akan didiskusikan dan didialogkan langsung dengan masyarakat dan ninik mamak yang ada di Kabupaten Agam," kata Andre.
Skema ini dihadirkan guna menjaga aksesibilitas warga sekaligus menekan kendala kemacetan lalu lintas. Jalan sepanjang 6,5 kilometer tersebut bukan jalur tol utama, melainkan berfungsi sebagai akses pendukung konektivitas antarwilayah.
"Dari Pasar Amor itu bukan lagi tol, tapi akses tol. Bypass dari Pasar Amor sampai Simpang Taluak sekitar 6,5 kilometer," ujarnya.
Perubahan istilah ini dinilai penting secara administratif agar proses pembebasan lahan bisa ditanggung anggaran negara lewat Lembaga Manajemen Aset Negara. Dengan begitu, persoalan pendanaan lahan pembebasan sudah menemukan titik terang.
"Lahannya dibebaskan LMAN pakai APBN. Jadi yang menjadi masalah kami di situ, yaitu uang untuk pembebasan, alhamdulillah sudah ada solusi," katanya.
Penyelesaian pembangunan ruas Padang Panjang hingga Pasar Amor ditargetkan rampung sebelum 2029, bahkan diupayakan rampung pada 2028.
"Saya penginnya sebelum 2029 Padang Panjang-Pasar Amor itu tolnya sudah jadi. Yang bisa kami selesaikan segera insyaallah Padang Panjang-Pasar Amor," tegasnya.
Percepatan ini diprioritaskan sebab segmen lain memiliki tingkat kesulitan teknis tinggi, seperti pembuatan terowongan pada rute Padang Pariaman-Padang Panjang yang memakan durasi pengerjaan lebih lama.
"Jadi yang bisa kami selesaikan segera insyaallah Padang Panjang-Pasar Amor. Mari kami gerak cepat," ujarnya.
Sinergi lintas instansi serta dukungan warga menjadi kunci keberhasilan proyek. Usai penyesuaian rencana trase, ruang dialog transparan bersama masyarakat lokal akan segera dibuka secara luas.
"Di Sumatera Barat, tidak ada yang tidak bisa kami bicarakan. Insyaallah, kalau untuk kepentingan bersama, asal kami jujur, terbuka, bicara dengan hati-hati, insyaallah semua bisa kami bicarakan," katanya.
Wakil Direktur Utama Hutama Karya Sugeng Rochadi mengapresiasi kerja sama ini dan menargetkan penetapan lokasi tuntas di awal tahun agar eksekusi lapangan dapat berlangsung cepat.
"Kami yakin, dengan semangat kolaborasi serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, Departemen Pekerjaan Umum, dan masyarakat Sumatera Barat, hambatan teknis maupun nonteknis dapat kami atasi bersama," ujar Sugeng Rochadi.
Konstruksi fisik ruas Bukittinggi-Sicincin diharapkan berjalan secepatnya guna memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan roda ekonomi wilayah Sumatera Barat.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU Dedy Gunawan membenarkan penyesuaian status jalan ini agar pembiayaannya sah dalam kerangka penugasan Jalan Tol Trans Sumatera. Penyesuaian regulasi nama segmen dan dokumen teknis pendukung juga sedang diproses secara bertahap.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menyampaikan dukungan penuh atas proyek strategis ini. Ia berharap pengawalan bersama ini dapat mengakselerasi proses pengerjaan hingga selesai lebih cepat dari segmen sebelumnya.
"Kami yakin bahwa dengan kebersamaan kami, apalagi pengawalan Pak Andre bersama Bapak Gubernur, ini akan memberikan akselerasi," kata Arry.