JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) terus memperluas sumber pertumbuhan melalui pengembangan ekosistem di sepanjang koridor jalan tol. Langkah ini diarahkan untuk membentuk new value pools dari aset dan koridor yang dimiliki perseroan.
Salah satu bentuknya adalah transformasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui Travoy Rest. Bagi Jasa Marga, pengembangan rest area merupakan bagian dari upaya memperluas fungsi koridor jalan tol.
Selain mendukung kebutuhan perjalanan, keberadaan rest area juga dapat menjadi ruang aktivitas ekonomi, termasuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan produk lokal.
Perseroan juga mengembangkan sejumlah lini bisnis prospektif di luar bisnis utama, seperti building management, advertising dan utilitas, serta pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dan Toll Corridor Development (TCD).
“Kami melihat setiap bagian dari koridor jalan tol memiliki potensi untuk menciptakan nilai. Rest area, misalnya, tidak hanya kami lihat sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mempertemukan kebutuhan pengguna dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pendekatan seperti ini yang terus kami kembangkan dalam membangun ekosistem jalan tol,” kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam paparan publik daring, Rabu (9/9/2026).
Pengembangan ekosistem tersebut diperkuat melalui inovasi teknologi, antara lain sistem Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang menjadi pusat integrasi pengelolaan informasi lalu lintas dan kondisi jalan secara real time. Pada saat yang sama, aplikasi Travoy merangkum kebutuhan perjalanan pengguna dalam satu platform digital.
“Teknologi kami tempatkan sebagai enabler untuk membuat operasional semakin efektif, pengelolaan aset semakin akurat, dan layanan kepada pengguna semakin terintegrasi. Sedangkan di balik modernisasi teknologi operasional, Jasa Marga turut memperkuat fondasi internal lewat transformasi budaya kerja (infraculture) berbasis nilai budaya JSMR MOVE. Didukung analitik data SDM terpadu (HC Analytics), Perseroan mencetak talenta unggul yang lincah dan adaptif dalam menjawab dinamika industri infrastruktur masa depan,” tambahnya.
Memasuki semester II/2026, perseroan berkomitmen menjaga keseimbangan antara akselerasi konektivitas infrastruktur dan ketahanan neraca keuangan. Upaya ini dilakukan melalui disiplin alokasi modal (capex discipline), stabilitas arus kas, serta pemanfaatan teknologi di setiap lini.
“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap investasi dan pengembangan yang dilakukan Jasa Marga memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas. Kami juga ingin memastikan Jasa Marga tetap menjadi pilihan investasi bagi pasar modal, serta setiap value creation dari aktivitas bisnis Perseroan dapat menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham,” tutup Rivan.