JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan pembenahan Sekolah Dasar Negeri Mboeng di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, langsung dieksekusi pada tahun ini. Langkah perbaikan tersebut difokuskan pada penanganan ruang kelas bermasalah serius serta pengalihan sejumlah kelas yang selama ini menempati sarana darurat.
Pejabat terkait, Moch. Salim Somad, menegaskan pihaknya telah memantau langsung keadaan fisik di lokasi guna menentukan pemenuhan sarana agar proses perbaikan gedung dapat segera berjalan.
"Sudah turun, langsung diperbaiki kelas yang rusak berat. Selain itu, yang darurat," kata Salim, Rabu, 9 September 2026.
Saat ini lembaga pendidikan tersebut menampung 84 murid dalam enam rombongan belajar dengan didukung 10 tenaga pendidik serta kependidikan.
Meskipun kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, kondisi fisik sarana prasarana di sana masih sangat terbatas. Dari lima unit bangunan permanen yang berdiri, dua ruang kelas di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah.
Kondisi fisik yang buruk itu mengakibatkan ruangan tidak dapat dipakai secara maksimal. Sebagai solusinya, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan empat ruangan darurat agar kegiatan instruksional murid tetap dapat terfasilitasi.
Defisit tempat belajar menjadi kendala nyata bagi pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan edukasi yang aman serta kondusif. Sebagian pembangunan sarana fisik terdahulu bahkan terealisasi berkat dana swadaya dari para orang tua murid.
"Sebagian pembangunan dari swadaya orang tua siswa. Keterbatasan ruang belajar jadi tantangan," ujar Salim.
Sarana fisik sekolah ini sempat menarik perhatian khalayak usai potret bangunannya yang memprihatinkan tersebar luas di jejaring media sosial. Perbincangan hangat publik semakin mengemuka mengingat sekolah tersebut baru saja menerima bantuan perangkat digital dari pemerintah pusat.
Fenomena tersebut memicu diskusi publik mengenai kesesuaian antara percepatan digitalisasi pendidikan dan kesiapan prasarana dasar. Namun, pihak otoritas menilai kedua agenda tersebut dapat dilaksanakan secara bersamaan demi mendongkrak mutu pendidikan nasional.
Berdasarkan pencatatan Data Pokok Pendidikan, sekolah yang bersangkutan sudah terhubung dengan fasilitas daya listrik. Basis data inilah yang menjadi pertimbangan penyaluran bantuan televisi pemanduan belajar.
"Digitalisasi di sekolah berjalan. Perbaikan fisik sekolah juga dilakukan," katanya.
Penerapan program modernisasi media pembelajaran dianggap tidak perlu menanti seluruh masalah fisik infrastruktur rampung secara menyeluruh. Pemerintah memilih mengeksekusi kedua program tersebut secara berkelanjutan sesuai tingkat kebutuhan lapangan.
Program pembaharuan sistem pembelajaran ditujukan untuk memperluas jangkauan peserta didik terhadap bermacam sumber informasi dan metode instruksional. Sementara itu, program perbaikan gedung difokuskan demi menghadirkan area belajar yang aman, sehat, serta layak.
Pemerintah berharap pembenahan gedung sekolah di Manggarai Timur ini berjalan selaras dengan pemanfaatan sarana digital yang sudah disalurkan. Dengan demikian, peningkatan mutu tidak sekadar berfokus pada fisik sarana, namun turut menguatkan kualitas proses belajar mengajar.
Pembenahan fisik sekolah ini menjadi bagian dari agenda besar perbaikan prasarana pendidikan di kawasan Nusa Tenggara Timur. Otoritas mencatat sebanyak 1.487 unit sekolah di wilayah tersebut masuk dalam daftar penataan hingga tahun 2026.
Pada tahun 2025, sasaran perbaikan mencakup 580 unit sekolah. Angka target tersebut dinaikkan pada tahun 2026 dengan alokasi pembiayaan mencapai Rp1,2 triliun.
"Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun," kata Salim.
Besarnya cakupan serta pembiayaan program ini menunjukkan komitmen kuat dalam meratakan kualitas tempat belajar, khususnya bagi sekolah yang terbentang masalah kerusakan gedung dan kekurangan ruang kelas.
Program pembenahan ini dirancang tidak hanya untuk memperbaiki kerusakan fisik sarana. Lebih dari itu, langkah ini diambil untuk menciptakan iklim pembelajaran yang aman serta mendukung murid menimba ilmu secara optimal.
Penyediaan ruangan belajar yang kondusif menjadi fondasi utama dalam menciptakan aktivitas instruksional yang bermutu. Oleh sebab itu, pembenahan prasarana dasar tetap menjadi pilar prioritas seiring dengan perluasan program digitalisasi.
Otoritas pendidikan turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah berkontribusi secara swadaya. Partisipasi aktif tersebut membuktikan tingginya kepedulian warga terhadap masa depan dunia pendidikan di daerah.
Pemerintah menegaskan komitmen berkelanjutan untuk menyediakan sarana sekolah yang aman, layak, dan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas merata.
"Termasuk pembelajaran yang bermutu. Kemudian, akses pendidikan yang merata," ujarnya.
Melalui agenda pembenahan ini, sekolah dasar tersebut diharapkan terbebas dari kendala bangunan rusak berat serta penggunaan kelas darurat, sekaligus memaksimalkan penggunaan teknologi edukasi yang disalurkan.