Gubernur NTT dan Menteri PPPA Buka Suara Kasus Pemerkosaan di Sikka

Senin, 07 September 2026 | 09:37:44 WIB
Ilustrasi Korban Pemerkosaan.(Sumber:NET)

SIKKA - Nasib sangat memprihatinkan dialami seorang anak berusia 15 tahun yang tengah mengungsi akibat guncangan gempa di Nusa Tenggara Timur. Korban diduga kuat telah menjadi korban tindak pidana pemerkosaan di lokasi pengungsian.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena angkat bicara mengenai insiden kelam ini. Pihaknya menegaskan bahwa terduga pelaku saat ini sudah langsung ditangani oleh aparat penegak hukum.

"Pelakunya sudah diproses hukum," kata Melki kepada wartawan pada Minggu, 6 September 2026.

Korban saat ini telah memperoleh penanganan khusus serta pendampingan langsung dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Pengawasan ketat terhadap kondisi psikologis dan fisik korban juga terus digalang oleh para aktivis perempuan setempat.

"Dan korban sudah didampingi Pemkab Sikka dan aktivis perempuan," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi turut memberikan perhatian serius terhadap peristiwa keji ini. Pihaknya memastikan korban berada dalam jangkauan pendampingan intensif dari jajaran kementerian bersama instansi terkait.

"Untuk itu, memang sudah kami tangani dan sedang dikoordinasikan, kemudian korban juga sudah dalam pendampingan kami, jadi sudah dikoordinasikan dengan baik," ujar Arifah pada Sabtu, 5 September 2026.

Pendataan mencatat jumlah korban sebanyak 1 orang dengan rentang usia di bawah 15 tahun. Langkah kolaboratif kini digencarkan lintas kementerian dan lembaga untuk menyisir para pengungsi guna menyiapkan fasilitas tenda ramah perempuan dan anak.

"Kami kan kerjanya kolektif ya dari BNPB, Kemensos, dari Kemenko PMK yang juga langsung turun ke lapangan, sudah dipetakan bahwa tenda ini memang tenda khusus untuk perempuan dan anak. Memang ada beberapa tenda yang masih bercampur, tetapi kan ini nggak bisa langsung, butuh waktu untuk pendataan lebih lanjut," paparnya.

Terkini