Gubernur Dedi Mulyadi Ambil Alih Jembatan Pongpet di APBD Jabar 2027

Kamis, 03 September 2026 | 15:44:20 WIB
Jembatan Pongpet yang anjlok setelah diresmikan.(Sumber:NET)

PANGANDARAN - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur Jembatan Gantung Pongpet yang terletak di Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran. Pemprov Jabar berencana mengambil alih kewenangan jembatan tersebut serta membangun kembali akses penghubung masyarakat dalam bentuk jembatan permanen. Rencana pembangunan itu ditargetkan masuk dalam APBD Jawa Barat Tahun Anggaran 2027.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di akun media sosialnya pada Rabu (2/9/2026). Dedi mengatakan keputusan tersebut mempertimbangkan kondisi fiskal Kabupaten Pangandaran yang dinilai cukup berat. Menurutnya, pembangunan jembatan permanen membutuhkan kemampuan anggaran yang tidak ringan sehingga Pemprov Jabar akan mengambil peran dalam penyelesaiannya.

"Pemprov Jabar juga tahu kalau Pemda Kabupaten Pangandaran bangun jembatan itu keuangannya tidak mampu. Tekanan fiskalnya berat, defisitnya tinggi," ujar Dedi.

Atas pertimbangan tersebut, Pemprov Jabar akan mengambil alih jembatan di Margacinta agar pembangunan infrastruktur permanen dapat segera direncanakan.

"Sudah, Pemprov Jabar segera mengambil alih jembatan yang ada di Margacinta menjadi kewenangan Pemprov Jabar," katanya.

Berbeda dengan jembatan gantung yang selama ini menjadi akses masyarakat, jembatan baru yang direncanakan Pemprov Jabar akan dibangun dengan konstruksi permanen. Dedi menyebut keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi jalur penyeberangan warga, tetapi juga membuka akses transportasi yang lebih besar.

Dengan konstruksi permanen, masyarakat diharapkan dapat menggunakan jembatan untuk kendaraan roda empat serta aktivitas pengangkutan berbagai hasil produksi dari wilayah sekitar.

"Sehingga bisa dilewati mobil, bisa dilewati banyak orang, bisa ngangkut hasil bumi, bisa ngangkut hasil pertanian. Bisa ngangkut hasil peternakan, perikanan, kelautan," ujarnya.

Menurut Dedi, peningkatan konektivitas akan memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Kemudahan distribusi hasil pertanian, peternakan maupun sektor perikanan dan kelautan dinilai dapat memperlancar aktivitas ekonomi warga.

"Transportasinya lancar, ekonominya berputar, rakyatnya pun bisa senang," ucapnya.

Dedi memastikan pembangunan jembatan permanen tersebut direncanakan menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui APBD 2027. Namun, ia mengingatkan agar infrastruktur yang nantinya dibangun tidak digunakan untuk kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

"Kami bangun di APBD tahun 2027. Tapi tidak boleh dipakai balapan," tegas Dedi.

Rencana pembangunan permanen ini menjadi tindak lanjut setelah Jembatan Gantung Pongpet mengalami insiden anjlok saat peresmian pada Minggu (30/8/2026). Jembatan tersebut selama ini memiliki peran penting sebagai penghubung mobilitas masyarakat di wilayah Margacinta dan sekitarnya.

Dengan pengambilalihan kewenangan oleh Pemprov Jabar, pembangunan jembatan permanen diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Pangandaran. Dedi pun berharap pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

"Semoga kami bisa terus berjalan mewujudkan seluruh mimpi dan harapan warga," pungkasnya.

Terkini