Pembangunan RI Disebut Yusril Ihza Mahendra Sejalan Visi BJ Habibie

Kamis, 03 September 2026 | 13:06:51 WIB
Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.(Sumber:NET)

JAKARTA - Agenda pembangunan Indonesia saat ini dinilai telah sejalan dengan gagasan Presiden Republik Indonesia ke-3, B.J. Habibie. Ide serta cita-cita B.J. Habibie terkait pembangunan bangsa dipandang sangat relevan dengan dinamika era sekarang. 

Hal itu disampaikan saat mengisi acara BJ Habibie Memorial Lecture ke-5 bertema Mengenang Visi dan Pemikiran BJ Habibie di Perpustakaan Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). Kemampuan bangsa dalam menyerap serta menguasai teknologi asing menjadi salah satu poin utama yang diulas.

"Jika kami mengaitkan dengan pemikiran konsep pembangunan yang lebih maju, ide dan cita-cita yang diajution oleh Habibie sesungguhnya sangat relevan. Banyak negara memiliki kemampuan untuk memperoleh teknologi. Namun permasalahan yang muncul adalah apakah teknologi yang diperoleh tersebut dapat meningkatkan kapasitas bangsa yang membelinya," ujar Yusril.

B.J. Habibie terus berupaya memperkuat tingkat kemandirian bangsa. Langkah ini dilakukan agar Indonesia mampu memproduksi serta mengembangkan teknologi yang setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

"Oleh karena itu, pertanyaan yang diajukan oleh Habibie pada dasarnya sederhana, namun sangat fundamental, 'Setelah kami mendatangkan suatu teknologi, apa saja yang dapat kami lakukan secara mandiri yang sebelumnya tidak dapat kami lakukan?' Di sinilah saya melihat pengertian kemandirian yang lebih signifikan," katanya.

Arah rencana pembangunan nasional tercatat banyak mengadopsi pemikiran B.J. Habibie. Bidang-bidang prioritas tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, program hilirisasi, hingga transformasi di sektor digital.

"Dalam bidang pembangunan, kami sebenarnya telah bergerak ke arah yang sejalan dengan banyak gagasan Habibie. RPJPN 2025-2045 dan RPJPN 2025-2029 menempatkan pembangunan sumber daya manusia, riset dan inovasi, hilirisasi, transformasi digital, serta kemandirian sektor strategis sebagai bagian penting dari agenda nasional," kata dia.

Sektor inovasi nasional juga menunjukkan perkembangan positif di tingkat internasional. Laporan Global Innovation Index 2025 mencatat posisi Indonesia berada pada urutan ke-55 dari total 139 negara dan ekonomi.

"Perkembangan inovasi Indonesia menunjukkan kemajuan. Global Innovation Index 2025 menempatkan Indonesia pada peringkat 55 dari 139 negara dan ekonomi," katanya.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan penguasaan teknologi nasional diharapkan dapat terus diperkuat secara berkesinambungan.

"Namun, beberapa unsur yang menentukan kemampuan jangka panjang, terutama sumber daya manusia, riset, dan kapasitas dunia usaha untuk mengembangkan teknologi tentu masih perlu diperkuat," pungkasnya.

Terkini