CIREBON - Pemerintah pusat merencanakan pembangunan dua flyover di Kota Cirebon, tepatnya di ruas Jalan Kesambi dan Jalan Slamet Riyadi. Pembangunan infrastruktur jalan layang ini ditujukan untuk mengurai tingkat kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di area perlintasan sebidang kereta api.
Kondisi di Jalan Kesambi serta Jalan Slamet Riyadi yang memiliki dua titik perlintasan kereta api memang terpantau padat pada jam sibuk pagi dan sore hari. Antrean kendaraan semakin memanjang ketika terdapat kereta api yang melintas di kawasan tersebut.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyatakan kepastian mengenai rencana pembangunan flyover ini diperoleh setelah jajarannya menggelar pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Pekerjaan Umum beberapa pekan lalu.
“Alhamdulillah pembangunan flyover yang kami ajukan sudah di ACC,” ungkap Effendi Edo, Rabu (26/8/2026).
Mengingat ruas Jalan Slamet Riyadi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, maka penganggaran pembangunannya akan ditopang oleh APBN. Sementara itu, untuk penanganan ruas Jalan Kesambi yang merupakan jalan provinsi akan menjadi tanggung jawab penuh Pemprov Jabar.
“Yang Krucuk ditangani oleh pemerintah pusat, yang Kesambi ditangani oleh pemerintah provinsi. Nah, itu sudah masuk, datanya sudah terverifikasi dan dinyatakan lulus ya, layak untuk dilaksanakan,” jelasnya.
Effendi Edo memaparkan bahwa untuk proyek flyover di kawasan Krucuk, pihak pusat sudah memulai tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada tahun ini. Oleh karena itu, pengerjaan fisik di lokasi tersebut diproyeksikan akan berjalan lebih awal dibanding titik Jalan Kesambi.
“Mudah-mudahan nanti 2027 yang Krucuk bisa mulai dilakukan. Karena informasi DED-nya sudah dilakukan di tahun ini. Jadi kelihatannya sih yang Krucuk duluan,” papar Effendi Edo.
Mengenai urusan pembebasan lahan yang membutuhkan area cukup luas di kedua lokasi tersebut, pihak Pemkot Cirebon akan melakukan koordinasi intensif kembali bersama Kementerian PU dan Pemprov Jabar.
“Nanti kami lihat dulu kebutuhan lahannya seberapa luas dan lokasi mana saja yang perlu pembebasan lahan,” pungkasnya.