PSEL Legok Nangka Serap 1.500 Pekerja dan Perkuat Energi Jabar

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:17:22 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung.(Sumber:NET)

KABUPATEN BANDUNG - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bakal memperkokoh pasokan energi wilayah setempat sekaligus menyerap kurang lebih 1.500 pekerja pada masa konstruksi.

"Untuk kegiatan ini, total tenaga kerja yang terserap nanti ada 1.500 tenaga kerja dan menghasilkan listrik sekitar 40 Megawatt. Ini akan memperkuat ketersediaan energi di Provinsi Jawa Barat. Jadi penyerapan tenaga kerja juga akan terlihat dalam pelaksanaan kegiatan ini," katanya usai peletakan batu pertama PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Rabu.

Dia mengungkapkan PSEL Legok Nangka merupakan proyek kongsi usaha (joint venture) antara swasta nasional dengan korporasi asal Jepang yang diharapkan mampu mengurai permasalahan sampah di Jawa Barat sekaligus menyuplai energi baru terbarukan.

"Adanya groundbreaking untuk PSEL Legok Nangka ini memecahkan tumpukan sampah yang ada di Jawa Barat. Ini akan bisa terolah, sehingga nanti memberikan dampak lingkungan yang lebih baik dan juga terhadap kesehatan masyarakat. Dan juga kami mendapatkan energi yang secara berkelanjutan, energi bersih dalam bentuk energi baru terbarukan," ujarnya.

Menurut penjelasannya, proyek ini diproyeksikan mulai beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada 2029 mendatang selaras dengan target pembangunan serta menjadi wujud nyata pelaksanaan instruksi Presiden guna mengakselerasi pemanfaatan sampah menjadi listrik.

Ia mengimbuhkan bahwa pemerintah turut menginisiasi fasilitas sejenis di beberapa wilayah aglomerasi Jawa Barat lainnya, seperti area Bogor Raya, Depok, hingga Bekasi Raya.

"Jadi dengan adanya prioritas sesuai dengan instruksi Presiden, kami mengharapkan seluruh sampah khususnya di Jawa Barat bisa terselesaikan dan dari ketersediaan energi itu bisa ditingkatkan yang berasal dari pengolahan sampah untuk menjadi energi," katanya.

Di samping memproduksi daya listrik, ia menyebut infrastruktur tersebut bakal mengusung konsep ekonomi sirkular lewat pemanfaatan sampah daur ulang agar dapat diolah menjadi beragam varian energi.

"Jadi untuk sampah yang berasal dari sampah plastik itu bisa digunakan juga, nanti dengan teknologi ini akan menghasilkan bahan bakar terbarukan. Jadi nanti kami akan mengintegrasikan berbagai teknologi sehingga sasaran energi baik listrik, BBM, dan juga bioenergi akan bisa dihasilkan dari kegiatan-kegiatan ini," ujarnya.

Mengenai proteksi lingkungan, ia menjamin teknologi incinerator yang diterapkan pada PSEL Legok Nangka bekerja pada temperatur tinggi di atas 800 derajat Celsius sehingga proses pembakaran terjadi secara sempurna serta menekan risiko munculnya zat dioksin berbahaya bagi kesehatan maupun ekosistem.

Ia memungkasi bahwa penyiapan jaringan transmisi menuju gardu listrik terdekat akan digarap secara simultan bersama PT PLN (Persero) supaya pasokan listrik yang diproduksi dapat langsung didistribusikan kepada warga saat fasilitas resmi beroperasi.

Terkini