GOTO Pertahankan Tren Positif, Laba Kuartal II Tembus Rp 252 M

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:17:22 WIB
Ilustrasi Logo GoTo.(Sumber:NET)

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali berhasil mencatatkan keuntungan bersih sepanjang triwulan kedua tahun 2026.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan bahwa perusahaan meraih laba bersih senilai Rp 252 miliar pada rentang April sampai Juni 2026, naik dari raihan laba bersih sebesar Rp 171 miliar pada triwulan pertama 2026.

Pada periode serupa, performa operasional perseroan kian kokoh, yang ditunjukkan oleh lonjakan Nilai Transaksi Bruto (GTV) inti sebesar 83 persen secara tahunan (yoy) hingga menyentuh Rp 164 triliun.

Perolehan pendapatan bersih perusahaan turut melonjak 31 persen yoy mencapai Rp 5,7 triliun.“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp 1,0 triliun untuk pertama kalinya,” ucap Hans melalui keterangannya, Rabu (29/7).

Hans memaparkan bahwa tingkat profitabilitas unit bisnis finansial (fintech) GoTo untuk pertama kalinya mampu mengungguli unit layanan On-demand Services.

Ia menilai pencapaian ini membuktikan ketangguhan serta keseimbangan dari ekosistem yang dimiliki perseroan.

Ia lantas menerangkan bahwa terhitung sejak 1 Juli 2026, pihak perseroan resmi memberlakukan penyesuaian skema komisi anyar berlandaskan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.

Aturan baru ini berlaku untuk segmen transportasi roda dua Gojek yang berkontribusi sekitar 7 persen terhadap total pendapatan bersih grup.

“Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” tutur Hans.

Kendati memprediksi bakal ada penurunan kontribusi dari sektor On-demand Services lantaran penyesuaian komisi tersebut, GoTo optimistis mempertahankan target Adjusted EBITDA Grup sepanjang tahun 2026 di rentang Rp 3,2 triliun sampai Rp 3,4 triliun.

Hans berpandangan bahwa koreksi tersebut bakal tertutupi oleh kian besarnya peranan dari lini bisnis keuangan.

“Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis On-demand Services akan berkurang, sementara bisnis Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar,” lanjut Hans.

Di samping memelihara laju ekspansi bisnis, GoTo menegaskan komitmennya untuk terus mengalokasikan investasi bagi ekosistemnya, seperti lewat deretan program bagi mitra driver Gojek mencakup perluasan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, bantuan beasiswa, hingga fasilitas umrah gratis.

“Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” imbuh Hans.

Terkini