Bupati Badung Hadiri Rakor Menteri untuk Infrastruktur Bali

Rabu, 22 Juli 2026 | 15:48:55 WIB
Bupati Badung Hadiri Rakor Tingkat Menteri Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Pariwisata, Dan Tata Lingkungan Bali.(Sumber:NET)

DENPASAR - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Senin (20/7).

Pertemuan tersebut berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, pariwisata, serta tata lingkungan di Pulau Dewata.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Menteri, Wakil Menteri, dan pejabat Kabinet Merah Putih, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Bali Wayan Koster, Sekda Bali Dewa Made Indra, serta Bupati/Walikota se-Bali.

Melalui arahannya, Menko Infrastruktur Agus Harimurti menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian alam agar tidak tereksploitasi secara berlebihan.

Pemerataan destinasi pariwisata sangat diperlukan supaya tidak membebani daya dukung di satu area saja.

Menteri AHY juga menyoroti permasalahan konektivitas serta kemacetan yang kerap menjadi perhatian publik, khususnya saat musim liburan di area Bali Selatan. “Tentu bicara konektivitas ini meliputi banyak hal seperti kemacetan, yang sering juga akhirnya menjadi isu viral. Dan kami tidak boleh menunggu viral baru melakukan aksi. 

Kami harus menyiapkan berbagai alternatif solusi terkait koridor konektivitas yang reguler, terutama di wilayah Selatan. Karena sering sekali kemacetan terjadi, terutama pada saat high season, masa Nataru, dan libur sekolah. 

Kemudian antar kabupaten, kota, antar wilayah juga belum optimal benar. Ini harus kami perkuat. Kami pastikan infrastruktur yang memiliki daya tahan dan juga berkelanjutan bisa membuka peluang ekonomi baru dan sekaligus memastikan tidak ada yang dikorbankan,” ujarnya

Di sisi lain, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyambut positif rakor ini sebagai momentum berharga untuk mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah demi pembangunan yang berkelanjutan.

Adi Arnawa menekankan bahwa Badung sangat memerlukan pembangunan infrastruktur baru agar daya tarik bagi wisatawan tetap terjaga.

Salah satu terobosan yang sedang disiapkan adalah opsi penggunaan water taxi guna mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Canggu. 

“Ada beberapa titik lokasi yang memang ternyata ini yang menjadi akses kemacetan selama ini di Bali, contoh akses kami menuju Canggu, malahan kami dengan water taxi yang disampaikan tadi Pak Ditjen tadi, salah satu alternatif transportasi untuk mengatasi ketika kemacetan di Canggu, saya kira ini memang menjadi satu hal yang urgent sekali, sehingga itu akan menjadi satu trust buat kami, pariwisata kami,” ujar Adi Arnawa.

Tidak hanya persoalan lalu lintas, Bupati turut mengapresiasi Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU atas pemasangan penahan gelombang (breakwater) di area Pantai Kuta.

Ia menyarankan agar pengerjaan proyek penahan gelombang tersebut diteruskan hingga kawasan Canggu.

Kabupaten Badung pun berharap ada dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk pembuatan jalur jalan baru yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto Barat langsung ke Canggu. “Karena kelihatannya kalau itu tidak kami lakukan, ini akan menambah macet. Nah, kami berharap untuk upaya ini, kalau bisa, pemerintah pusat ikut membantu. 

Karena bagaimanapun juga, ini salah satu menjadi biang kemacetan kami di Badung. Dan jujur, masalah kemacetan di Bali ini kan ada di Badung dan di Denpasar,” jelasnya.

Terkini