Transformasi Rest Area Tol, BP BUMN Utamakan Kebersihan dan Kerapian

Rabu, 22 Juli 2026 | 14:01:26 WIB
Ilustrasi Sejumlah kendaraan melintas di Tol Jakarta-Cikampek.(Sumber:NET)

JAKARTA - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menuturkan bahwa aspek kebersihan serta kerapian dijadikan prioritas utama saat melakukan transformasi rest area jalan tol guna meningkatkan kualitas layanan publik.

“Yang utama adalah kebersihan dan kerapian. Prinsip yang dipegang oleh Bapak Presiden adalah agar semua pelayanan publik kita menjadi lebih baik,” kata Dony dalam keterangannya yang dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Dony melakukan peninjauan langsung ke Rest Area Travoy KM 88A dan KM 88B Tol Cipularang pada Selasa (21/7).

Langkah peninjauan ini diambil demi melihat situasi riil di lapangan sekaligus menjamin percepatan pembenahan fasilitas demi mendongkrak mutu pelayanan bagi para pengguna jalan.

Rest Area Travoy KM 88A dan KM 88B sendiri tergolong titik pelayanan bersirkulasi tinggi di Tol Cipularang dengan lalu lintas rata-rata 7.000–10.000 unit kendaraan saban harinya.

Area tersebut kini telah ditunjang beragam fasilitas, seperti SPBU, SPKLU, tempat ibadah masjid, sentra UMKM, hingga puluhan gerai tenant, serta diproyeksikan sebagai percontohan modernisasi rest area berbasis standar pelayanan terkini.

Lewat modernisasi Rest Area Travoy KM 88A dan KM 88B, BP BUMN dan Danantara berupaya mewujudkan tempat rehat yang tak sekadar menjadi persinggahan, melainkan juga ruang pelayanan publik yang tertata, nyaman, serta memberi nilai tambah pengalaman berkendara bagi warga.

Pada peninjauan itu, Dony memantau rancangan pengembangan area secara menyeluruh, mencakup tata ruang kawasan, perluasan daya tampung parkir, perbaikan sarana bersama, hingga penyediaan deretan layanan baru supaya rest area kian aman, nyaman, dan menjawab kebutuhan pemudik atau pengguna jalan.

Dony menekankan bahwa pembenahan standar layanan ini tak hanya berlaku bagi rest area kelolaan BUMN semata, melainkan bakal dijadikan tolok ukur bagi pengelola tempat rehat lainnya.

“Kami juga akan memberitahukan kepada pihak pengelola rest area yang bukan milik kami. Jika mereka tidak mau mengikuti standar yang ditetapkan, kami akan memblokir dan menutup aksesnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya,” ujar Dony.

Terkini