Pemuda Hilang di Kali Ciliwung, Pencarian Berlanjut Siang Ini

Jumat, 10 Juli 2026 | 13:31:30 WIB
Pencarian pemuda yang hilang diduga tenggelam di Kali Ciliwung, Jakarta Barat.(FOTO:NET)

JAKARTA - Ahmad Suwandi (26), seorang pemuda yang disinyalir tenggelam sesudah melompat ke dalam aliran Kali Ciliwung di Jalan Tomang Banjir Kanal, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, lantaran diburu oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK), sampai saat ini masih belum bisa ditemukan.

"Sampai pagi ini belum ditemukan," kata Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syaiful Kahfi melalui pesan singkat, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan penuturannya, tahapan proses pencarian terhadap Ahmad bakal kembali digulirkan pada waktu siang hari.

Kurang lebih sebanyak 10 personel dari tim gabungan bakal diterjunkan dengan memanfaatkan fasilitas perahu karet.

"Jam 11.00 WIB (siang) lanjut untuk proses pencarian," paparnya.

Syaiful menuturkan, pada Kamis (9/7/2026), tindakan pencarian terhadap Ahmad sejatinya sudah dilangsungkan mulai pagi hingga pukul 17.00 WIB.

Akan tetapi, tim petugas memutuskan tidak meneruskan penyisiran pada malam hari lantaran menimbang situasi dan kondisi di medan lokasi.

"Kalau malam itu agak sulit untuk proses pencariannya," jelas dia.

Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, pemuda bernama Ahmad Suwandi (26) hingga saat ini masih belum diketemukan usai diduga tenggelam di aliran Kali Ciliwung, Jalan Tomang Banjir Kanal, RT 07 RW 13, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Korban dilaporkan tenggelam pada Rabu (8/7/2026) malam sesudah berupaya menyelamatkan diri dari kejaran sekelompok orang yang tidak dikenal.

Kakak kandung korban, Syaiful Bahri mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti bagaimana rangkaian kronologi awal hingga adiknya tersebut nekat melompat ke dalam kali lalu berakhir tenggelam.

Ketika peristiwa itu terjadi, dia mengutarakan bahwa sang adik tengah berkumpul bersama dengan dua orang kawannya di area tanggul.

Pada sekitar pukul 23.30 WIB, mereka secara mendadak didatangi oleh beberapa orang tidak dikenal.

"Nah, tiba-tiba tuh kayak ada orang, lima orang kayak buser gitu penampilannya (orang tidak dikenal), ya kan. Nah, nangkap mereka orang, gitu," kata Syaiful saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (9/7/2026).

Syaiful memaparkan, berlandaskan kabar yang dia peroleh, sang adik beserta kawan-kawannya kala itu mencoba berlari demi menghindari kejaran kelompok orang tidak dikenal tersebut.

Teman-temannya dikabarkan menyelamatkan diri menuju ke arah jalanan raya.

Namun, sang adik yang dirundung rasa panik justru memilih kabur ke arah kali lalu menceburkan diri ke dalamnya.

"Tapi saya enggak tahu ya itu orang tidak dikenal tanda kutip buser atau gangster, saya enggak tahu soal itu. Masalahnya kan lagi musim seperti itu," tutur dia.

Dia meyakinkan bahwa sang adik yang berprofesi di bagian pergudangan sebelum insiden ini terjadi sama sekali tidak memiliki riwayat masalah.

Oleh sebab itu, dia juga tidak mengerti secara pasti apa motif di balik pengejaran adiknya oleh kelompok orang tidak dikenal tersebut.

"Setahu saya adik saya baik-baik aja. Enggak ada, enggak ada masalah apa-apa. Nongkrong-nongkrong biasa sih. Gitu. Sebenarnya saya juga kan tinggalnya kan enggak di sini kan," ucapnya.

"Ya sepengetahuan saya, saya sering komunikasi sama teman-teman saya, 'Adik saya gimana?' 'Oh baik-baik aja sih, enggak ada masalah apa-apa', gitu," tambah Syaiful.

Bahkan, Syaiful menuturkan, kawan adiknya yang sempat meloloskan diri dan saat ini belum diketahui posisinya itu pernah dimintai keterangan oleh pengurus lingkungan setempat guna menanyakan persoalan asli yang tengah terjadi.

Ketika diinterogasi, pihak yang bersangkutan mempertegas bahwasanya tidak didapati adanya tanda-tanda apa pun yang memicu korban sampai diburu oleh orang tidak dikenal.

"Mereka orang lagi pada nongkrong aja enggak ada indikasi. Enggak ada indikasi apa-apa. Enggak ada apa-apa tiba-tiba langsung lima orang itu langsung ngelilingin adek saya dan teman-temannya itu," tutur dia.

Terkini