MAGETAN - Masyarakat Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, digemparkan oleh kelahiran seekor anak sapi atau pedet yang memiliki keadaan fisik tidak biasa.
Pedet dengan jenis kelamin betina itu terlahir mempunyai tiga kelopak mata, dua rongga mulut, dua bagian hidung, dua buah lidah, serta empat lubang pada hidungnya.
Kejadian yang sangat langka tersebut berlangsung di dalam area kandang kepunyaan Parmin (57), yang merupakan peternak di wilayah setempat.
Situasi ini membikin sang pemilik merasa sangat kaget lantaran baru pertama kali mendapati fenomena seunik itu sepanjang puluhan tahun dirinya menggeluti usaha peternakan sapi.
Parmin mengisahkan bahwasanya pedet dengan keunikan tersebut lahir lewat proses persalinan normal pada Senin (6/7/2026) pagi.
Anak sapi itu sendiri merupakan peranakan dari induk sapi berjenis limosin yang didapat dari metode inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik oleh petugas inseminator.
"Ini sapi limosin, hasil kawin suntik. Sudah bertahun-tahun saya pelihara, induknya juga sudah dua kali beranak," ujar Parmin saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Kamis (9/7/2026).
Ketika tahapan proses melahirkan sedang berjalan, Parmin menyebutkan dirinya sempat mendapati sedikit kendala.
Hal itu dipicu oleh dimensi ukuran dari bagian kepala pedet yang dirasakan cukup besar sewaktu masih berada di dalam perut induknya.
Lantaran volume ukuran yang tidak lumrah itu, Parmin bahkan sempat menduga kalau indukan sapinya bakal melahirkan sepasang anak kembar.
Walaupun sempat menemui hambatan, proses persalinan anak sapi limosin yang unik ini pada akhirnya tetap berjalan dengan lancar tanpa perlu mendatangkan dokter hewan.
"Saya sendiri yang membantu menarik. Begitu kepalanya keluar saya kaget, ternyata bentuknya seperti ini. Selama hampir 50 tahun memelihara sapi, baru pertama kali saya mendapatkan pedet seperti ini," ungkap Parmin.
Kendati keadaan fisik anak sapi limosin ini tergolong mengalami sebuah anomali, Parmin memastikan kalau mayoritas organ tubuh luar biasa pada anak sapinya tersebut dapat bekerja secara optimal.
Pedet itu mempunyai susunan anatomi wajah yang tampak bercabang, namun dia tetap dapat bergerak aktif layaknya anak sapi normal pada umumnya, termasuk ketika mengonsumsi makanan serta minuman.
"Pedet ini punya tiga mata, dua mulut, dua hidung dengan empat lubang hidung, dan dua lidah. Yang berfungsi semua, hanya mata yang di tengah memang berbeda, tetapi kemarin masih bisa berkedip," jelas Parmin secara mendetail.
Lebih jauh lagi, Parmin mengimbuhkan bahwa anak sapi tersebut sama sekali tidak menemui kendala untuk menyerap asupan nutrisi.
Sapi dengan fisik unik ini tetap bisa mengisap susu secara normal dari induknya dengan bergantian memakai kedua corong mulut yang dia miliki.
Munculnya pedet dengan karakteristik berkepala dua serta bermata tiga di daerah Magetan ini seketika menyedot atensi dari masyarakat luas.
Banyak warga sekitar yang merasa penasaran lalu mendatangi lokasi demi menyaksikan secara langsung keunikan dari hewan tersebut.
Bahkan, nilai mahar dari pedet ini diyakini bisa melonjak sangat tinggi karena aspek kelangkaan yang dimilikinya.
Akan tetapi, Parmin mempertegas kalau dirinya telah memiliki tekad yang kuat untuk tidak bakal melepas anak sapi limosin kepunyaannya itu kepada pihak mana pun, terlepas dari seberapa besar nominal harga yang disodorkan nantinya.
Bagi seorang Parmin, peristiwa lahirnya pedet ini merupakan sebuah berkah spiritual tersendiri yang wajib untuk dijaga.
"Saya pelihara sendiri meski ada yang nawar satu miliar karena unik. Baru kali ini saya punya sapi seperti ini, jadi akan saya rawat. Ini keberuntungan buat saya," pungkas Parmin dengan penuh keyakinan.
Saat ini, Parmin memilih untuk fokus memberikan pola perawatan yang intensif supaya pedet unik yang dianggap membawa hoki tersebut bisa tumbuh dengan sehat sekaligus bertahan hidup hingga beranjak dewasa.