VW Berencana PHK 100 Ribu Buruh dan Tutup 4 Pabrik Akibat Mobil China

Selasa, 30 Juni 2026 | 14:47:01 WIB
Pabrik VW.(FOTO:NET)

JAKARTA - Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen alias VW, dikabarkan akan melangsungkan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Bahkan, mereka kabarnya juga akan menonaktifkan empat pabriknya di Jerman.

Apa faktor mendasar di balik kebijakan tersebut?

Berdasarkan laporan Manager Magazine yang dikutip Reuters, kebijakan itu dipilih setelah laba Volkswagen Group merosot hingga 44 persen pada tahun lalu.

Kondisi tersebut merupakan dampak dari gempuran mobil-mobil anyar dari China.

Narasumber yang sama menyebutkan, Chief Executive Officer (CEO) VW Oliver Blume dan Chief Financial Officer (CFO) VW Arno Antlitz telah mengadakan pertemuan guna merumuskan langkah efisiensi menyeluruh.

Kabarnya, terdapat 100 ribu pekerja yang akan terkena dampak penyesuaian bisnis ini.

Kebijakan tersebut tidak hanya meliputi pengurangan jumlah tenaga kerja.

Volkswagen juga dirumorkan tengah mempertimbangkan penutupan beberapa pabrik, memotong anggaran investasi, memangkas biaya administrasi, sampai mengubah struktur organisasi grup.

Berdasarkan narasumber yang sama, terdapat empat pabrik VW Group yang akan terkena dampak efisiensi ini, yaitu pabrik Volkswagen di Hanover, Emden, dan Zwickau, serta pabrik Audi di Neckarsulm.

Pembuatan kendaraan di pabrik-pabrik itu konon akan distop setelah siklus model yang sekarang diproduksi selesai.

Apabila diterapkan, lebih dari 45 ribu posisi kerja yang berhubungan dengan fasilitas itu berisiko terdampak.

Di samping itu, manajemen juga dirumorkan tengah mengkaji pemisahan merek utama Volkswagen dengan lini bisnis komponen kendaraan.

Langkah ini dipercaya mampu menyederhanakan struktur korporasi sekaligus menghadirkan fleksibilitas yang lebih luas dalam mengelola bisnis.

Sampai saat ini, VW belum memberikan konfirmasi mengenai detail rencana tersebut.

Perwakilan perusahaan cuma menyebutkan bahwa pembahasan masih berjalan lewat mekanisme internal.

Mereka pun menekankan, korporasi memang mesti menempuh langkah besar-besaran supaya tetap kompetitif di pasar global.

Di pihak lain, serikat pekerja IG Metall dan dewan pekerja Volkswagen menentang wacana itu.

Mereka memastikan akan menolak setiap rencana pemangkasan yang dianggap merugikan staf.

Kejelasan terkait rencana restrukturisasi ini diprediksi akan mulai terlihat dalam rapat dewan pengawas pada 9 Juli mendatang.

Terkini