Bocah Tewas Terperosok Lubang Proyek Futsal di Jaksel

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:02:01 WIB
Lubang lokasi bocah terperosok hingga tewas.(FOTO:NET)

JAKARTA - Seorang bocah laki-laki berinisial I (4) meninggal dunia setelah terperosok masuk ke dalam lubang sedalam 3,7 meter di Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel), hingga terkurung di dalamnya selama sekitar 4 jam.

Lubang itu sendiri diketahui merupakan bagian dari proyek pembuatan lapangan futsal.

"Informasi yang kami dapat rencana untuk fasilitas olahraga lapangan futsal," ujar Kapolsek Tebet AKP Ischak ketika dihubungi, Selasa (30/6/2026).

Waktu pasti pembuatan lubang itu sampai sekarang belum dapat dipastikan.

Pihak aparat kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terkait perkara ini.

"Saat ini masih dalam penyelidikan, untuk kejadian tersebut, dilimpahkan ke Satreskrim Polres Jaksel," kata Ischak saat ditanya apakah pemilik proyek lapangan futsal bakal dimintai keterangan.

Kronologi

Insiden nahas itu berlangsung pada hari Sabtu (27/6) tepat jam 23.40 WIB.

Korban terperosok ke dalam lubang galian proyek ketika tengah bermain bersama rekan-rekannya.

"Korban bersama teman-temannya bermain di sekitar proyek. Korban terperosok ke dalam lubang proyek dengan kedalaman kurang lebih 3,5 sampai dengan 4 meter dan diameter lubang kurang lebih 30x30 cm," kata Ischak.

Rekan korban langsung bergegas meminta pertolongan kepada warga sekitar yang berada di area tersebut.

Aparat kepolisian setempat pun segera meluncur menuju tempat kejadian perkara.

Pada momen tersebut tim penyelamat sempat menemui hambatan berat untuk mengeluarkan tubuh korban.

"Upaya evakuasi manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang untuk menarik korban. Upaya kurang berhasil karena lubang sempit dan anak yang masuk korban mengalami trauma serta tidak ada relawan untuk masuk lubang tersebut," jelasnya.

Evakuasi Dramatis

Setelah itu, pihak terkait langsung berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas Tebet hingga petugas pemadam kebakaran (damkar) guna mendatangkan alat-alat berat.

Keberadaan kerumunan masyarakat di lokasi kejadian turut menjadi salah satu penghambat jalannya proses penyelamatan.

"Dilakukan pinjam pakai 2 unit ekskavator terdekat TKP. Sebelum penggalian, dilakukan konsolidasi untuk membuat jalur aman di samping lubang guna menghindari longsor. Polsek Tebet juga melakukan pengamanan TKP dengan pemasangan police line agar masyarakat tidak menghambat proses," kata dia.

"Ramainya warga yang menonton sehingga sempat menghambat proses evakuasi," imbuhnya.

Prosedur evakuasi berjalan secara dramatis selama kurang lebih empat jam hingga korban akhirnya bisa dikeluarkan pada pukul 03.55 WIB.

Seusai dilarikan dan sempat memperoleh tindakan medis di RSCM, nyawa korban akhirnya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan wafat.

"Kondisi korban balita tidak tertolong," tuturnya.

Terkini