Menkeu Purbaya Jelaskan Skema Pendanaan AIIB 17 Miliar Dollar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:56:52 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(FOTO:NET)

JAKARTA - Pemerintah kini tengah mulai menjajaki serta mencari berbagai proyek infrastruktur yang bakal didanai oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Salah satu target utama yang sedang dibidik oleh pihak pemerintah ialah proyek pembangunan jalan tol di wilayah Sumatera.

Langkah ini diambil setelah pihak lembaga multilateral tersebut secara resmi menyiapkan komitmen dana pembiayaan mencapai 17 miliar dollar AS untuk negara Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pihak pemerintah bakal menyeleksi proyek-proyek produktif yang memang memerlukan suntikan dana segar untuk dibiayai oleh pihak AIIB.

"Proyek-proyek lain yang menguntungkan. Mereka sudah bilang ada jalan tol di Sumatera. Nanti kami cari proyek mana yang kami butuh uang," ujarnya saat media briefing di kantornya, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Purbaya memaparkan bahwa komitmen pendanaan yang bernilai hingga 17 miliar dollar Amerika Serikat (AS) ini sama sekali bukan merupakan utang lantaran modal tersebut bakal dikucurkan lewat skema project financing.

Melalui penerapan skema ini, maka ketersediaan dana tersebut hanya bisa dipergunakan untuk membiayai proyek-proyek yang memang telah memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditentukan.

Hal tersebut dikarenakan proses pengembalian modal bagi para investor murni diambil dari arus kas yang diproduksi oleh proyek itu sendiri, bukan bersumber dari aset milik perusahaan induk.

Menurut pandangan Purbaya, skema pembiayaan seperti ini jauh lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan pendanaan yang didapat dari pihak investor swasta karena seluruh aset yang didirikan bakal tetap menjadi hak milik Indonesia.

"Jadi sebenarnya kalau saya bilang ini seperti orang investasi ke sini, kami menggunakan investasi untuk proyek yang produktif, tapi bunganya lebih daripada investor biasa dan barangnya jadi milik kami. Itu available bisa diambil sampai 2029. Mereka bilang kalau proyeknya ada yaudah langsung cairkan," ungkapnya.

Di samping fokus pada proyek-proyek milik pemerintah, Purbaya pun turut membuka lebar peluang penggunaan dana pembiayaan AIIB ini oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) jika sekiranya memerlukan tambahan modal untuk menopang proyek-proyeknya.

"Nanti kalau misalnya Danantara yang gak punya uang juga bisa lewat saya, saya investasi lewat situ," kata Purbaya.

Purbaya mengimbuhkan bahwa atas komitmen investasi yang besar tersebut, pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal memberikan kemudahan bagi AIIB untuk mendirikan kantor cabang di wilayah Indonesia.

Bahkan Purbaya menyatakan bersedia apabila aset-aset kepunyaan Kemenkeu yang saat ini sedang menganggur atau tidak terpakai dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan kantor cabang AIIB tersebut.

Pihak pemerintah memasang target agar kantor perwakilan tersebut sudah bisa mulai beroperasi pada bulan Juni 2026.

"Kalau saya hitung-hitungan kalau dikasih pinjam 17 miliar dollar bolehlah kami kasih kantor cabang. Kami janji ke mereka akan sediakan tanah dan bangunan untuk mereka, untuk mereka pakai. Kan saya juga punya aset-aset yang enggak kepakai. Enggak apa-apa biar mereka punya kantor cabang di sini. Sehingga ASEAN nanti ASEAN dilayanin dari Jakarta, maunya saya begitu," tuturnya.

Terkini