Ke Pasar Jamu Nguter Naik KA Batara Kresna Cuma Rp 4.000

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:56:52 WIB
KA Batara Kresna relasi Solo-Wonogiri.(FOTO:NET)

SUKOHARJO - Stasiun Pasarnguter di Kabupaten Sukoharjo kini menjadi pintu gerbang utama bagi para pelancong yang ingin berwisata ke Pasar Jamu Nguter, salah satu pusat jamu tradisional yang punya reputasi luas di tanah air.

Letaknya yang berada sangat dekat dengan area pasar memudahkan para pengunjung untuk meneruskan perjalanan mereka guna merasakan atmosfer khas dari wilayah penghasil jamu tersebut.

Konektivitas menuju ke lokasi ini pun terasa semakin murah karena dapat dijangkau dengan menumpangi KA Batara Kresna rute Purwosari-Wonogiri dengan harga tiket sebesar Rp 4.000 saja.

Begitu turun di Stasiun Pasarnguter, para wisatawan bisa langsung menikmati sajian jamu tradisional, menyaksikan rutinitas para pedagang herbal, sampai mendalami lebih dekat kebudayaan jamu yang diwariskan secara turun-temurun oleh warga Nguter.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengutarakan bahwa Stasiun Pasarnguter memegang posisi yang amat strategis lantaran berada dekat dengan titik nadi kegiatan ekonomi serta destinasi budaya warga setempat.

"Stasiun Pasarnguter memiliki karakter yang sangat kuat karena terhubung dengan kehidupan masyarakat Nguter. Di sekitar stasiun, ada pasar jamu, perajin, pedagang, keluarga, dan wisatawan yang semuanya menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah. KAI ingin layanan kereta api hadir dekat dengan kebutuhan masyarakat seperti ini," ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (26/6/2026).

Agenda perjalanan menuju ke Stasiun Pasarnguter dapat ditempuh menaiki KA Batara Kresna yang mengoperasikan rute Purwosari-Wonogiri.

Lewat tarif yang dipatok sebesar Rp 4.000, para penumpang bisa menikmati perjalanan santai dari kawasan perkotaan Solo, melewati Jalan Slamet Riyadi, hingga memasuki wilayah Sukoharjo yang dipenuhi oleh pemandangan hamparan sawah sebelum akhirnya sampai di Nguter.

Berdasarkan penuturan Anne, keberadaan moda transportasi kereta api bukan sekadar menghadirkan opsi angkutan yang ramah di kantong, melainkan turut membuka akses konektivitas menuju titik-titik ekonomi warga.

"Ketika sebuah stasiun berada dekat dengan pusat aktivitas warga, manfaatnya terasa luas. Ada pedagang yang lebih mudah bepergian, keluarga yang memiliki pilihan transportasi terjangkau, dan wisatawan yang dapat menjangkau destinasi lokal dengan lebih praktis. Inilah peran kereta api dalam membuka akses ekonomi skala mikro," kata Anne.

Wilayah Nguter sendiri sudah tersohor sebagai salah satu sentra jamu tradisional yang menyimpan rekam jejak sejarah panjang dalam urusan meracik tanaman herbal.

Daerah ini telah mencetak banyak sekali perajin serta pedagang jamu gendong yang ke depannya ikut menyebarluaskan ramuan tradisional khas Jawa tersebut ke pelbagai penjuru daerah.

Saat berada di Pasar Jamu Nguter, para pengunjung bisa menjumpai bermacam-macam bahan herbal, empon-empon, hingga beraneka rupa jamu tradisional yang diproduksi secara mandiri oleh para pelaku usaha setempat.

Momen masuknya Jamu Wellness Culture oleh UNESCO ke dalam daftar warisan budaya takbenda pada tahun 2023 silam ikut memperkokoh posisi Nguter sebagai sebuah kawasan yang kaya akan nilai kebudayaan sekaligus nilai ekonomi.

Kumpulan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Nguter Dalam Angka 2025 pun memperlihatkan betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh wilayah tersebut.

Kecamatan Nguter tercatat mempunyai populasi sebanyak 56.015 jiwa, dengan rincian 37.997 jiwa di antaranya berada di dalam kelompok usia produktif antara 15 hingga 64 tahun.

Sisi potensi ekonomi warga juga disokong kuat oleh sektor pertanian serta tanaman biofarmaka.

Pihak BPS mengonfirmasi bahwa angka produksi cabai rawit di wilayah Kecamatan Nguter menembus 1.240 kuintal, hasil produksi kunyit menyentuh angka 287.500 kilogram, dan untuk produksi buah mangga mencapai 13.530 kuintal.

Sepanjang periode bulan Januari sampai dengan Mei tahun 2026, pihak Stasiun Pasarnguter tercatat telah melayani sebanyak 1.805 penumpang yang naik dan 1.201 penumpang yang turun, atau jika ditotal menjadi 3.006 pengguna jasa.

Statistik tersebut menjadi bukti nyata andil stasiun sebagai titik kumpul pergerakan masyarakat, mulai dari kelompok pedagang, petani, pelajar, keluarga, hingga para pelancong yang melakukan perjalanan di area Solo Raya bagian selatan.

Anne mengimbuhkan bahwa pihak KAI memandang keberadaan stasiun-stasiun dengan skala kecil seperti halnya Pasarnguter tetap mengemban andil yang krusial dalam menyokong konektivitas publik.

"KAI akan terus menjaga layanan di Stasiun Pasarnguter agar tetap aman, nyaman, dan mudah diakses. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk menikmati perjalanan akhir pekan, mengenal potensi daerah, serta mendukung ekonomi warga Sukoharjo," tutup Anne.

Terkini