TANGERANG - Peristiwa kebakaran berskala besar menghantam sebuah pabrik pembuatan sandal yang berlokasi di Jl. KH. Agus Salim, Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, dan belum juga dapat dijinakkan setelah kurang lebih 9 jam berjalan.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran (damkar) sampai dengan detik ini masih terus berupaya keras mengendalikan amukan si jago merah di lokasi peristiwa.
"Masih proses pemadaman," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia, Senin (22/6/2026).
"(Kebakaran) pabik sandal yang terbuat dari karet," imbuhnya.
Pada mulanya, jajaran pemadam kebakaran mendapati aduan terkait peristiwa kebakaran ini pada hari Minggu (21/6) malam kira-kira pukul 22.31 WIB.
Pihak damkar seketika menerjunkan sedikitnya 95 anggota beserta 19 unit armada mobil pemadam menuju titik lokasi kejadian.
Langkah penanggulangan dan pemadaman kobaran api pun sudah dilaksanakan semenjak sekitar pukul 22.45 WIB.
Faktor utama yang memicu terjadinya peristiwa kebakaran ini masih belum dapat dipastikan secara terang.
Sampai waktu ini, belum ada informasi mengenai adanya korban jiwa yang jatuh akibat dari insiden kebakaran tersebut.
Berdasarkan dokumentasi rekaman video yang tersebar, didapati informasi bahwa posisi pabrik yang dilanda kebakaran itu berada lumayan dekat dengan kawasan perumahan masyarakat.
Walau begitu, hingga kini bangunan rumah dari warga di sekelilingnya diinformasikan masih berada dalam situasi yang aman.
Bumbungan asap pekat berwarna hitam yang amat tebal terpantau masih mengepul tinggi menuju angkasa.
Andia memaparkan bahwa tindakan pemadaman menemui kendala lantaran luapan api yang telanjur berkobar hebat dan menjalar dengan tempo yang cepat.
Berdasarkan keterangannya, terdapat 3 titik lokasi yang lumat terbakar yang memuat produk sandal siap jual dengan material karet serta zat-zat kimia, sehingga menghambat jalannya proses pemadaman.
"Saat laporan masuk, kondisi api sudah besar dan merambat. Ada 3 lokal area terbakar yang didalamnya berisi sendal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, aneka cairan kimia penunjang produksi," katanya.
Andia pun menerangkan bahwa karakteristik dari material-material yang hangus tersebut memerlukan durasi penanganan yang lebih panjang agar dapat sepenuhnya dipadamkan.
Saat sekarang, tim petugas terus mencoba menekan imbas dari kepulan asap bagi masyarakat di sekitar dengan disokong oleh para sukarelawan damkar Kota Tangerang.
"Penanganan kami fokuskan memutus rambatan, dan pengamanan tangki kimia kapasitas 20.000 liter dan puluhan drum agar tidak terjadi ledakan," katanya.