Lewat MoU Perdamaian, AS Berkomitmen Cabut Sanksi Iran

Kamis, 18 Juni 2026 | 09:09:24 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(FOTO:NET)

TEHERAN - Amerika Serikat mempunyai komitmen untuk menghapus sanksi atas Teheran dalam kurun waktu yang disetujui oleh kedua belah pihak selaras dengan draf kesepakatan akhir, seperti itu laporan dari kantor berita Iran IRNA pada Rabu (17/6) yang menyitir dokumen nota kesepahaman (MoU) di antara kedua negara tersebut.

"Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB, Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), dan semua sanksi sepihak AS, baik primer maupun sekunder, dalam jangka waktu yang disepakati oleh para pihak, yang akan menjadi bagian dari perjanjian akhir," demikian isi paragraf ketujuh di MoU tersebut.

Pihak Iran terdahulu mengutarakan bahwa kesepakatan akhir bakal dirundingkan dalam rentang waktu 60 hari sesudah penandatanganan MoU serta akan menuntaskan persoalan nuklir Iran.

Akan tetapi, pada paragraf ketiga MoU yang diedarkan IRNA disebutkan bahwa para pihak terkait dapat memperlama batas waktu guna menggapai kesepakatan.

Di dalam MoU itu, Iran memastikan bahwa negaranya tidak akan membuat ataupun memiliki senjata nuklir.

"Iran menegaskan kembali bahwa negara tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir," demikian isi paragraf kedelapan di MoU tersebut.

Berlandaskan memorandum tersebut, pihak Teheran dan Washington juga bakal membereskan persoalan material nuklir Iran dengan berada di bawah monitoring IAEA.

Terkini