Masih di Bawah Nilai Asli, Harga Pertamax Sentuh Rp 16.250 per Liter

Senin, 15 Juni 2026 | 13:26:21 WIB
Ilustrasi harga Pertamax (FOTO: NET)

JAKARTA - Harga jual Pertamax sekarang ini mencapai Rp 16.250 per liter.

Angka tersebut rupanya masih berada di bawah harga keekonomian riil dari bahan bakar nonsubsidi jenis RON 92 itu.

Kebijakan peningkatan harga Pertamax mulai sah diterapkan sejak tanggal 10 Juni 2026.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari TikTok untuk Pemula, Gampang Cuan!

Nilai kenaikan harganya dinilai cukup tinggi, yakni dari harga Rp 12.300 per liter melesat menjadi Rp 16.250 per liter, alias mengalami kenaikan sebesar Rp 3.950 per liter.

Meskipun sudah naik, nilai jual asli dari komoditas Pertamax sebenarnya masih berada jauh di atas harga yang tertera saat ini.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan menyatakan, pihak perusahaan telah menahan harga eceran Pertamax dalam kurun waktu yang cukup panjang.

Langkah tersebut diterapkan demi mengamankan daya beli masyarakat luas di tengah gejolak konfrontasi geopolitik internasional.

"Pertamax RON 92 kebetulan di market itu karena kondisi geopolitik kemarin itu naik, RON 92 itu kalau di market itu udah harganya Rp20.000-an, Rp21.000. Dan kami masih tahan, masih berupaya menahan di Rp12.300," kata Sigit dilansir CNBC Indonesia.

Seperti yang telah dimengerti bersama, Pertamax masuk dalam kategori produk bahan bakar komersial atau nonsubsidi.

Dengan begitu, skema penentuan harganya sudah sepatutnya menyesuaikan pergerakan naik turunnya harga minyak dunia di pasar internasional.

Di lain pihak, keputusan penyesuaian harga terbaru ini diambil sesudah pihak korporasi melakukan komunikasi berkala dengan pihak pemerintah.

Pihak manajemen tidak menginginkan ketersediaan produk energi bagi masyarakat menjadi terganggu akibat perusahaan memikul kerugian yang terlampau tinggi dari produk BBM yang dijual.

"Teman-teman bisa melihat di market internasional di tetangga sebelah negara lain itu RON 91, 92 itu di Rp 20.000, Rp 21.000. Jadi kami ingin memberikan message bahwa ini memang perlu naik kepada konsumen karena kondisinya memang harus kami pastikan terkait dengan ketersediaan suplai di pasar," tutur Sigit.

Jika dikonversikan dan dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, harga Pertamax memang bukan merupakan yang paling rendah.

Di negara Malaysia, varian BBM dengan nilai oktan RON 92 tidak diedarkan di pasaran.

Jenis bahan bakar yang diperjualbelikan di wilayah tersebut memiliki spesifikasi oktan RON 95 dan RON 97.

Untuk varian bensin RON 95 dengan skema subsidi di negara tetangga itu dipatok pada angka 1,99 ringgit atau setara dengan Rp 8.796.

Sementara untuk kategori nonsubsidi jenis RON 95 dilego dengan nominal 3,72 ringgit atau berkisar di angka Rp 16.444.

Berpindah ke wilayah Thailand, bensin dengan jenis RON 91 dipasarkan senilai 42,74 baht atau kurang lebih setara Rp 23.327.

Selanjutnya di negara Filipina, bensin tanpa timbal tipe RON 91 dibanderol dengan harga mencapai 90,36 peso per liter (Rp 26.430).

Kemudian untuk jenis bensin RON 95 saat ini diperjualbelikan dengan harga senilai 96,87 peso (Rp 28.335).

Lalu untuk produk bensin jenis RON 97 dipatok dengan nilai jual mencapai 105,35 peso (Rp 30.815).

Di pihak lain, nilai jual BBM di negara Vietnam sekarang ini terpantau berada agak di bawah harga bensin milik emiten Pertamina.

Sebagai ilustrasi, produk bensin dengan nilai oktan RON 92 (yang selevel dengan Pertamax) di Vietnam saat ini berada pada kisaran Rp 14 ribuan.

Terkini