Krisis Dana, 53 Satuan Pelayanan Gizi di Batam Berhenti Operasi

Kamis, 11 Juni 2026 | 09:48:01 WIB
Ilustrasi mobil angkut milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) (Sumber: NET)

BATAM - Sebanyak 53 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, menangguhkan sementara operasional dapur mereka dalam menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian kegiatan ini berlangsung di tengah proses pencairan anggaran operasional yang kini masih dinantikan untuk masuk ke dalam virtual account (VA) tiap-tiap SPPG.

Situasi tersebut mengakibatkan beberapa kegiatan penyaluran makanan bergizi kepada para penerima manfaat menjadi kurang maksimal selama beberapa hari belakangan.

Kendati demikian, sejumlah SPPG dikabarkan telah mulai beraktivitas kembali sejalan dengan masuknya kiriman dana secara berangsur-angsur.

Koordinator Wilayah SPPG Batam, Kepulauan Riau, Defri Frenaldi, menerangkan bahwa berhentinya operasional tersebut dipicu oleh tersendatnya proses pencairan anggaran yang menjadi penopang utama pendanaan aktivitas dapur MBG.

“Ketika anggaran di VA sudah masuk, SPPG langsung melayani kembali. Insya Allah besok sudah kembali melayani," ujar Defri di Batam, Rabu (10/6/2026) dikutip dari Antara.

Ia menggarisbawahi bahwa penutupan layanan ini hanya berlangsung sementara waktu dan akan berjalan normal kembali setelah anggaran operasional masuk ke rekening masing-masing unit SPPG.

Defri membeberkan bahwa pada awal pekan kemarin, jumlah unit SPPG yang tidak menjalankan aktivitas dapur sempat berada di angka yang lebih tinggi.

Akan tetapi, keadaan tersebut berangsur-angsur mulai membaik.

"Senin (8/6/2026), jumlah yang berhenti lebih dari 55 SPPG. Sekarang yang tidak operasional tercatat 53. Artinya, sudah ada beberapa SPPG yang kembali beroperasi," katanya.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa proses penyaluran dana telah mulai berjalan, walaupun belum tersebar secara merata ke seluruh unit pelayanan.

Di samping itu, ia menyebutkan bahwa sebagian anggaran sudah berhasil masuk ke rekening unit SPPG tertentu, sehingga beberapa dapur pelayanan telah aktif kembali guna menyokong kebutuhan program MBG.

Merujuk pada data terkini, total terdapat 147 unit SPPG yang tersebar ke berbagai wilayah di Kota Batam.

Dari jumlah keseluruhan tersebut, peta kondisi operasionalnya terbagi menjadi: 86 unit SPPG telah aktif beroperasi, 53 unit SPPG sedang tidak beroperasi untuk sementara waktu, dan 8 unit SPPG belum dapat beroperasi karena berstatus sebagai unit baru.

Dengan begitu, lebih dari separuh layanan dapur pemenuhan gizi sesungguhnya tetap berjalan, sekalipun terdapat hambatan pada sebagian unit akibat keterlambatan penyaluran dana.

Secara pemetaan wilayah, berhentinya aktivitas operasional SPPG ini tersebar di beberapa kecamatan dengan rincian angka yang bervariasi.

Detail penyebarannya meliputi Kecamatan Sagulung dengan 10 SPPG yang tidak beroperasi, Kecamatan Batam Kota terdapat 9 SPPG yang tidak beroperasi, Kecamatan Sei Beduk terdapat 9 SPPG yang tidak beroperasi, Kecamatan Batu Aji terdapat 6 SPPG yang tidak beroperasi, Kecamatan Sekupang terdapat 6 SPPG yang tidak beroperasi, Kecamatan Bengkong terdapat 4 SPPG yang tidak beroperasi, Kecamatan Nongsa terdapat 4 SPPG yang tidak beroperasi, Kecamatan Lubuk Baja terdapat 3 SPPG yang tidak beroperasi, Kecamatan Bulang terdapat 1 SPPG yang tidak beroperasi, Kecamatan Belakang Padang terdapat 1 SPPG yang tidak beroperasi, sedangkan untuk Kecamatan Batu Ampar serta Kecamatan Galang seluruh unit SPPG dipastikan tetap aktif beroperasi.

Data ini menunjukkan bahwa kendala operasional dapur tersebut tidak melanda seluruh wilayah secara seragam, melainkan lebih menumpuk di area padat penduduk layaknya Sagulung dan Batam Kota.

Defri menguraikan bahwa jangka waktu penghentian aktivitas operasional ini tidaklah sama bagi setiap unit SPPG.

Ada komponen unit yang hanya libur selama satu hari, sedangkan sebagian lainnya terpaksa berhenti hingga dua hari atau lebih, tergantung pada momentum tibanya dana operasional tersebut.

Variasi ini membuktikan bahwa mekanisme pencairan anggaran tidak berlangsung secara serentak, melainkan dikirimkan secara bertahap menuju rekening virtual account dari masing-masing unit SPPG.

Terkini