Amran Sulaiman Pacu SPHP Jagung Pakan demi Proteksi Peternak

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:17:46 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Sumber: NET)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengutarakan bahwa penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan terus digenjot guna memproteksi para peternak sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis peternakan nasional.

"Kami juga sudah memberikan SPHP (jagung). Itu (stok) jagung dari Bulog. Pokoknya jiwa ragaku untuk peternak petelur Indonesia," kata Amran dalam pernyataan di Jakarta, Kamis. Para produsen telur ayam ras di dalam negeri dinilai mengukir prestasi membanggakan lantaran mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam skala nasional.

Berkat adanya peningkatan volume produksi, Indonesia saat ini berada dalam posisi surplus hingga sanggup merealisasikan ekspor komoditas ke berbagai negara mitra.

Oleh karena itu, menurut Amran, pihak pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap eksistensi usaha dari para peternak telur ayam ras.

Kepedulian dari pemerintah tersebut diwujudkan salah satunya melalui pengguliran program SPHP jagung pakan yang didelegasikan kepada Perum Bulog sejak tanggal 9 Mei atau tepat sebulan yang lalu.

"Aku apresiasi. Aku bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa. (Mencatat) surplus bahkan ekspor ke negara lain," ucap Amran. Sebagai bentuk nyata dari keberpihakan tersebut, program SPHP jagung pakan untuk memangkas biaya produksi peternak telah disalurkan dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini.

Ketersediaan stok jagung pakan ini diambil dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang sepenuhnya didapatkan dari hasil panen dalam negeri.

Sementara itu, untuk program SPHP jagung pakan tahun 2026 yang telah berjalan per 9 Mei, pencapaian distribusinya hingga tanggal 8 Juni atau tepat sebulan operasi telah menyentuh angka 34,1 ribu ton atau setara 16,01 persen dari target total penyaluran sebesar 213,2 ribu ton.

Menteri Pertanian menjabarkan masih terdapat sisa pagu anggaran SPHP jagung pakan yang belum memperoleh alokasi peternak penerima manfaat.

Volumenya berada pada kisaran 28,8 ribu ton.

Saat ini sisa alokasi kuota tersebut tengah dimatangkan bersama Kementerian Pertanian guna menjaring daftar tambahan peternak yang berhak menerima manfaat.

Seperti yang telah diketahui, pemerintah sudah menyediakan dana sebesar Rp 678 kali lipat/miliar untuk pelaksanaan program SPHP jagung pakan pada tahun ini.

Adapun total pagu penyaluran dipatok sebanyak 242 ribu ton dan dijadwalkan dapat berjalan hingga akhir tahun 2026.

Lebih dari 5 ribu peternak dengan kategori skala mikro, kecil, dan menengah yang mengelola populasi total sebanyak 53 juta ekor unggas di 26 provinsi ditetapkan menjadi target sasaran SPHP jagung pakan tahun ini.

Terkait regulasi harga jagung pakan, Bapanas menetapkan angka senilai Rp5.000 per kilogram (kg) jika diambil langsung di gudang Bulog, serta batas harga maksimal senilai Rp5.500 per kg di tingkat peternak.

Mekanisme penyaluran SPHP jagung pakan ini diterapkan melalui pihak koperasi atau asosiasi untuk diteruskan kepada para anggota yang identitasnya telah terdaftar resmi dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah yang selama ini konsisten mendukung peternak telur.

Termasuk di antaranya memperluas serapan pasar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di bawah komando Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami terima kasih juga atas inisiatif dari Bapak Menteri (untuk) BGN juga akan menyerap telur dari peternak seminggu menjadi tiga kali, yang kemarin baru satu kali," katanya. "Ini sangat membantu kepada kami untuk kelangsungan hidup peternak," tambahnya. Meski demikian, dirinya tidak menampik jika situasi harga telur di tingkat peternak yang dinilai belum ideal masih menjadi kendala utama.

Tentu saja dirinya bersama dengan segenap peternak petelur menaruh harapan besar akan adanya perbaikan ke arah positif di masa depan.

"Ditambah dengan kondisi hari ini yang sangat memberatkan dan memukul kami. Apalagi dengan isu geopolitik yang saat ini terjadi, dimana nilai tukar dolar juga melambung tinggi, sehingga menyebabkan harga pakan pun melonjak tinggi," ucapnya. Merespons aspirasi tersebut, pemerintah dipastikan bakal mengupayakan hadirnya stabilitas harga yang diharapkan oleh para peternak telur dalam negeri.

Sementara dalam langkah menanggulangi harga pakan yang kerap mengalami fluktuasi, program SPHP jagung pakan dioptimalkan demi menyokong para peternak unggas.

Terkini