Wagub Rano Karno Sebut JFF 2026 Sukses Sedot 80 Ribu Orang

Senin, 08 Juni 2026 | 13:19:09 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno (FOTO: NET)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa pelaksanaan Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berlangsung pada 5-7 Juni berhasil menarik minat lebih dari 80 ribu pengunjung.

Kegiatan yang membawa tema “Menavigasi Resiliensi” tersebut menjadi ruang kolaborasi antarsektor untuk menyusun langkah masa depan Jakarta sebagai kota global.

“Festival ini bukan pertemuan biasa, tetapi menjadi wadah untuk menghadirkan gagasan. Kami banyak mendengar masukan, dan nantinya akan kami kolaborasikan dalam pembangunan Jakarta ke depan,” kata Rano dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Ia berpandangan, tema “Menavigasi Resiliensi” sengaja dipilih karena merefleksikan daya adaptasi warga Jakarta ketika menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan geografis, perubahan iklim, banjir, kemacetan, hingga tekanan ekonomi kota.

Selama tiga hari pelaksanaan, JFF 2026 menghadirkan 52 sesi diskusi yang dikelompokkan ke dalam 45 Urban Talks serta tujuh Jakarta Forecast.

Ajang pertukaran ide ini melibatkan 250 narasumber, termasuk 10 pembicara dari mancanegara, serta menampilkan 27 pertunjukan musik dan seni budaya.

Tidak hanya menjadi tempat berbagi gagasan, JFF 2026 juga menjelma sebagai panggung kolaborasi bagi warga.

Beraneka program, seperti laboratorium kebijakan, dialog lintas generasi, gerakan komunitas, pameran inovasi, pasar kreatif, hingga ruang bermain anak turut memeriahkan festival tersebut.

Sekitar 72 pelaku UMKM juga ambil bagian dalam memeriahkan hajatan besar ini.

Salah satu agenda utama festival ini yaitu Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 - Memory, Character, and the Future of a Global City, sebuah forum yang mengajak publik merenungkan kembali identitas Jakarta menjelang hari jadinya yang ke-500 pada 22 Juni 2027.

Di kesempatan terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania memaparkan bahwa berbagai poin hasil diskusi selama festival bakal diimplementasikan melalui penyusunan ekosistem pengetahuan perkotaan.

“Hal baru yang akan segera kami tindak lanjuti adalah pengembangan ekosistem pengetahuan perkotaan,” ungkap Atika.

Terkini