Stabilkan Harga, Bulog DIY Percepat Salurkan Beras dan Minyakita

Senin, 08 Juni 2026 | 13:19:09 WIB
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, didampingi Manager Pengadaan Meitha bersama Satgas Pangan Polda DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta.(Sumber:NET)

YOGYAKARTA - Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengintensifkan upaya stabilisasi harga pangan lewat akselerasi pendistribusian cadangan pangan beras serta penggelontoran beras lewat skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Selain itu kami juga mempercepat distribusi Minyakita guna menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat," kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi di Yogyakarta, Minggu.

Pimpinan Bulog DIY didampingi Manajer Pengadaan Bulog DIY bersama Satgas Pangan Polda DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DIY, serta petugas pemantau harga pasar melakukan peninjauan langsung ke area pasar tradisional, seperti Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo.

"Pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan pokok, memonitor perkembangan harga di tingkat pedagang, serta memastikan efektivitas program stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah," kata Dedi Aprilyadi.

Lewat pengecekan di lapangan tersebut, harga untuk komoditas beras kedapatan kondusif dan masih bertengger di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah, yakni Rp13.500 per kilogram untuk jenis medium.

"Selain itu, ketersediaan Minyakita di tingkat pengecer juga terpantau aman dengan harga yang masih berada dalam rentang HET yang ditetapkan pemerintah," katanya.

Ia mengutarakan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini berada pada kondisi yang sangat aman.

Memasuki awal Juni 2026, jumlah stok beras yang dikelola oleh Bulog Kanwil Yogyakarta menembus angka kisaran 244 ribu ton.

"Jumlah ini sangat memadai untuk mendukung program bantuan pangan, penyaluran SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah kerja kami," katanya.

Sampai dengan tanggal 7 Juni 2026, tingkat realisasi penyaluran Bantuan Pangan untuk area kerja Bulog Kanwil Yogyakarta sudah menyentuh angka sekitar 83 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Aktivitas penyaluran tersebut terus dipacu supaya seluruh masyarakat penerima manfaat dapat menerima bantuan secara tepat waktu dengan target penyelesaian pada akhir Juni 2026.

"Percepatan penyaluran bantuan pangan diyakini memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen. Program ini juga bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan," katanya.

Bukan hanya menyalurkan bantuan pangan, Bulog Kanwil Yogyakarta juga terus mengoptimalkan pasokan beras SPHP lewat pelbagai lini penjualan resmi seperti pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), outlet pangan, hingga jaringan pedagang yang bermitra dengan pemerintah daerah.

"Tidak hanya beras, Bulog juga terus melaksanakan penugasan pemerintah dalam penyaluran Minyakita. Hingga saat ini, Minyakita disalurkan melalui pasar-pasar tradisional yang menjadi lokasi pencatatan SP2KP serta melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah DIY, Banyumas, dan Magelang," katanya.

Ia mengimbuhkan, skema penyaluran tersebut dijalankan demi menjaga keterjangkauan nilai jual komoditas minyak goreng sekaligus memastikan ketersediaan pasokan yang cukup bagi warga.

"Beras SPHP dan Minyakita merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Oleh karena itu, distribusinya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," katanya.

Pihak otoritas menilai bahwa kombinasi antara penggelontoran bantuan pangan, pasokan beras SPHP, serta distribusi Minyakita menjadi langkah yang jitu untuk menyeimbangkan ketersediaan stok barang dan harga di pasaran.

Berbekal dukungan cadangan yang melimpah dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu merasa khawatir terkait pemenuhan bahan pangan dan potensi lonjakan harga.

Bulog pun menjamin bahwa seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai saat ini berada pada kondisi aman serta siap digulirkan sewaktu-waktu guna menyokong pelbagai program stabilisasi pangan nasional.

"Kami mengajak masyarakat tetap tenang. Stok beras maupun Minyakita dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan. Bulog bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan terus bekerja memastikan harga pangan tetap stabil serta kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik," katanya.

Terkini