Cegah Rusak Fatal, Motor Listrik Wajib Cek Tiap Setengah Tahun

Senin, 08 Juni 2026 | 13:19:09 WIB
Servis Motor Listrik (Sumber: NET)

BEKASI - Belakangan ini kendaraan roda dua berbasis setrum acap kali dianggap bebas perawatan karena tidak membutuhkan pergantian oli atau pemeliharaan rutin layaknya sepeda motor konvensional.

Anggapan tersebut memicu para pengendara baru justru baru mendatangi tempat perbaikan ketika kendaraan mereka sudah mengalami kendala.

Pemilik dari DyVolt EV Shop selaku bengkel spesialis, Adi Siswanto, membeberkan bahwa mayoritas unit yang masuk ke gerainya mengalami masalah pada tiga elemen vital.

“Yang paling banyak datang ke tempat kami itu servis perbaikan dinamo, kontroler, dan baterai,” kata Adi kepada Kompas.com di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).

Dijelaskannya, karakteristik pemeliharaan kendaraan ramah lingkungan ini sejatinya tidak sama dengan motor konvensional.

Tidak ada regulasi yang mengharuskan perawatan berkala dalam rentang waktu tertentu, sehingga para pemakai baru umumnya baru memeriksa kendaraan usai mendeteksi adanya malafungsi.

“Pada dasarnya kendaraan listrik tidak ada perawatan berkala seperti motor bensin. Biasanya dibawa ke bengkel saat sudah terjadi masalah atau kerusakan,” ujar Adi.

Meski jadwal perawatannya tidak seketat kendaraan berbahan bakar minyak, Adi menyarankan pemiliknya untuk tetap melakukan pengecekan berkala minimal tiap setengah tahun.

Langkah ini diterapkan bukan untuk mengganti suku cadang secara berkala, melainkan demi mengantisipasi potensi malafungsi sebelum menjelma kerusakan fatal.

“Yang paling bagus sebenarnya melakukan perawatan. Kami selalu menganjurkan customer untuk servis enam bulan sekali,” kata Adi.

Lewat inspeksi tersebut, mekanik umumnya akan memeriksa kondisi dinamo penggerak, daya baterai, serta jalur kelistrikan.

Sektor penggerak atau motor BLDC termasuk komponen yang wajib diperhatikan secara intens lantaran terus bekerja sepanjang kendaraan melaju.

Di sisi lain, pengujian daya dikerjakan guna memantau tingkat kesehatan baterai agar pengendara dapat memprediksi sisa umur operasional peranti tersebut.

“Jadi sebelum baterainya rusak, kami sudah bisa menginformasikan kapan kira-kira baterai perlu diganti. Pemilik kendaraan jadi bisa lebih siap,” ujarnya.

Di samping itu, sektor lain yang tidak kalah krusial untuk dipantau ialah jalur kelistrikan.

Gangguan di bagian kabel kerap kali luput dari perhatian, padahal kondisi kabel yang mulai hangus atau soket yang meleleh dapat memicu problem yang jauh lebih fatal.

“Perkabelan juga kami cek. Kadang ada kabel yang gosong atau soket yang mulai terbakar. Jadi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, sudah diperbaiki lebih dulu,” ujarnya.

Adi memaparkan bahwa kekeliruan yang sering ditemui pada pemilik kendaraan setrum adalah menunda inspeksi hingga muncul kendala mekanis.

Padahal, kendala pada sektor vital layaknya dinamo penggerak, kontroler, ataupun baterai sejatinya tidak terjadi secara mendadak.

Ada indikasi penurunan performa yang sebetulnya dapat diantisipasi sejak awal melalui inspeksi yang konsisten.

Oleh sebab itu, ia mengimbau para pemilik untuk mengubah kebiasaan merawat kendaraan dari yang semula responsif menjadi langkah pencegahan.

“Jangan menunggu rusak dulu baru dibawa ke bengkel. With pemeriksaan rutin, potensi kerusakan bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih mudah dan murah,” kata Adi.

Terkini